Zaid al-Khair
Zaid al-Khair
Rasulullah saw bersabda, “Dalam pribadi Anda terdapat dua perkara yang disukai Allah dan Rasul-Nya, yaitu kesabaran dan penyantun.”
Manusia bagaikan logam tambangan. Mereka yang terbaik pada masa jahiliah, terbaik juga pada masa Islam. Milikilah dua karakter yang keduanya telah diterapkan oleh seorang sahabat yang mulia pada masa jahiliyah, kemudian ditonjolkan pula pada masa Islam. Sahabat tersebut pada masa jahiliyah adalah Zaid al-Khail dan pada masa Islam dipanggil “Zaid al-Khair”, sesuai dengan panggilan Rasulullah kepadanya sesudah ia masuk Islam.
Adapun karakternya yang pertama ialah seperti diceritakan dalam buku-buku sastra. Imam Syaibani menceritakan dari seorang tua Bani ‘Amir, katanya, “Pada suatu ketika kami dapat musibah mengalami musim kemarau sehingga tanaman dan ternak kami binasa. Seorang laki-laki di antara kami pergi dengan keluarganya ke Hirah, lalu ditinggalkan keluarganya di sana. Tunggu aku di sini sampai aku kembali.”
Kemudian dia bersumpah tidak akan kembali kepada mereka, kecuali setelah berhasil memperoleh harta untuk mereka, atau dia mati. Maka, disiapkannya perbekalan, lalu dia berjalan sepanjang hari. Ketika hari sudah malam, dia sampai ke sebuah kemah. Di dekat kemah itu terdapat seekor kuda. Katanya, “Inilah rampasanku yang pertama.” Lalu dihampirinya anak kuda itu dan ikatannya dilepaskan. Ketika dia hendak mengendarainya, tiba-tiba ia mendengar suatu suara memanggil, “Lepaskanlah anak kuda itu dan pergilah kamu!” Maka ditinggalkannya kuda itu, kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu.
Tujuh hari tujuh malam lamanya dia belajar. Akhirnya, dia sampai ke tempat peristirahatan onta. Tidak jauh dari situasi terdapat sebuah kemah besar bertenda kulit, menunjukkan kekayaan dan kemewahan pemiliknya.
Laki-laki (musafir) itu berkata kepada dirinya sendiri, “Di sini tentu ada unta, dan di dalam kemah itu tentu ada penghuninya.”
Ketika itu hari hampir maghrib. Dia masuk ke dalam kemah, dan didapatinya seorang tua yang sudah uzur/jompo. Lalu, dia duduk di belakang orang tua itu dengan sembunyi-sembunyi.
Tidak berapa lama kemudian hari pun mulai gelap. Seorang penunggang kuda (al-Faris) bertubuh tinggi besar datang ke kemah. Dua orang hamba sahaya mengikuti dari belakang di sebelah kiri dan kanan dengan berjalan kaki. Mereka menggiring kira-kira seratus ekor unta yang didahului oleh seekor onta jantan yang besar. Bila unta jantan berlutut di tempat peristirahatan, berlutut pula seluruh unta-unta betina.
Sambil menunjuk seekor unta betina yang gemuk, al-Faris berkata kepada sahayanya, “Perah susu unta ini, kemudian suguhkan kepada syekh (bapak).”
Sahaya itu segera memerah susu unta tersebut semangkuk penuh, lalu dihidangkannya kepada syekh. Sesudah itu dia pergi. Orang tua itu meneguk susu tersebut seteguk, dua teguk, sesudah itu diletakkannya kembali.
Kata si musafir, “Saya merangkak perlahan-lahan mendekati syekh. Saya ambil bejana di hadapannya, lalu saya habsikan semua isinya.”
Kemudian, sahaya datang mengambil mangkuk susu. Dia berkata kepada majikannya, “Syekh telah menghabiskan minumannya.”
Al-Faris (si penunggang kuda) gembira seraya berkata kepada sahayanya, “Perah lagi susu unta ini” sambil menunjuk seekor unta yang lain. Sahaya itu segera melaksanakan perintah majikannya dan menghidangkan lagi semangkuk susu kepada syekh. Syekh meminum susu seteguk, lalu diletakkannya. Kemudian, mangkuk susu itu diambil oleh si musafir dan diminumnya setengah. Katanya, “Saya enggan menghabiskannya, karena saya khawatir si penunggang kuda menaruh curiga.” Kemudian, al-Faris memerintahkan sahaya yang lain menyembelih domba. Al-Faris memasak domba itu, kemudian memberi makan syekh dengan tangannya sendiri sampai dia kenyang. Sesudah syekh kenyang, barulah al-Faris makan bersama-sama dengan kedua hamba sahanya. Tidak lama kemudian, mereka semua pergi tidur. Ketika mereka tidur nyenyak, aku pergi ke tempat unta jantan. Lalu, kulepas ikatannya, aku kendarai lalu pergi. Onta-onta lainnya mengikuti onta jantan pergi dan aku terus pergi tengah malam itu. Setelah hari mulai siang, aku melihat sekeliling. Ternyata tidak tampak seorang pun yang menyusulku. Aku terus berjalan sampai tengah hari. Pada suatu ketika aku menoleh ke belakang, tiba-tiba terlihat olehku di kejauhan suatu bayangan bergerak cepat menuju ke arahku, bagaikan seekor burung yang amat besar. Semakin lama, bayangan itu tambah dekat kepadaku dan tambah nyata. Akhirnya, jelas bagiku, bayangan itu tak lain melainkan al-Faris (si penunggang kuda) mencari ontanya yang aku bawa pergi. Aku segera turun menambatkan unta jantan. Kemudian, aku keluarkan anak panah dari tabung dan aku pasang pada busur. Aku berdiri dengan posisi membelakangi unta-unta. Agak jauh di hadapanku berdiri al-Faris. Dia berkata kepadaku, “Lepaskan unta jantan.”
Aku menjawab, “Tidak! keluargaku kutinggalkan di Hirah sedang kelaparan. Aku telah bersumpah tidak akan kembali kepada mereka sebelum berhasil membawakan mereka makanan atau aku mati karenanya.”
Kata al-Faris, “Jika tidak kamu lepaskan, kubunuh kamu. Lepaskan! Terkutuklah kamu.”
Jawabku, “Tidak! Tidak akan kulepaskan walau apa yang akan terjadi.
Al-Faris berkata, “Celakalah kamu! Kamu pencuri!”
Katanya pula menlanjutkan, “Rentangkanlah tali unta jantan itu. Di situ terdapat tiga buhul! Tunjukkan buhul mana yang harus kupanah!”
Saya tunjukkan kepadanya buhul yang di tengah. Dia membidik, lalu melepaskan anak panahnya tepat mengenai sasaran bagai ditancapkan layaknya dengan tangan. Kemudian, dipanahnya pula buhul kedua dan ketiga tanpa meleset sedikit pun. Melihat kenyataan itu, anak panahku kumasukkan kembali ke dalam tabung. Aku berdiri dan menyerah. Dia datang menghampiriku. Lalu diambilnya pedang dan panahku. Katanya memerintahkanku, “Bonceng di belakangku!”
Aku naik membonceng di belakangnya. Dia bertanya, “Hukuman apa menurutmu yang akan kujatuhkan terhadap dirimu?” Jawabku, “Tentu hukuman berat!”Dia bertanya pula, “Mengapa?” Jawabku, “Karena perbuatanku yang tidak terpuji dan menyusahkan engaku. Allah memenangkan engkau dan mengalahkanku!”
Katanya, “Mengapa kamu menyangka begitu?” Bukankah kamu telah menemani Muhalhil (bapakku) makan, minum, dan tidur semalam dengannya?”
Mendengar dia berkata “Muhalhil”, aku bertanya kepadanya, “Apakah engkau ini “Zaid al-Khail?” Dia menjawab, “Ya.” Aku berkata, “Engkau penawan yang baik.” Jawabnya, “Jangan khawatir.” Dia membawaku kembali ke perkemahannya. Katanya, “Demi Allah, seandainya unta-unta itu milikku sendiri, sungguh kuberikan semuanya kepadamu. Tetapi sayang, unta-unta ini milik saudara perempuanku. Tinggallah di sini barang dua, tiga hari. Tidak lama lagi akan terjadi peperangan, di mana aku akan menang dan memperoleh rampasan.”
Hari ketiga dia menyerang Bani Numair. Dia menang dan memperoleh rampasan hampir seratus ekor unta. Unta rampasan itu hampir semuanya diberikan kepadaku. Kemudian, ditugaskannya dua orang pengawal untuk mengawal unta-unta itu selama dalam perjalanan sampai ke Hirah.
Itulah karakter Zaid al-Khail pada masa jahiliyah. Adapun bentuk kehidupannya dalam Islam, banyak ditulis oleh buku-buku sejarah.
Ketika berita mengenai munculnya Nabi saw dengan dakwah yang didakwahkannya terdengar oleh Zaid al-Khail, maka disiapkannya kendaraannya. Kemudian, diajaklah para pemimpin terkemuka dari kaumnya berkunjung ke Yatsrib (Madinah) menemui Nabi Muhammad saw. Satu delegasi besar yang terdiri dari para pemimpin kaum Thayi pergi bersama-sama dengannya menemui Nabi yang mulia, antara lain terdapat Zur bin Sadus, Malik bin Jubair, ‘Amir bin Juwain, dan lain-lain. Setibanya di Madinah, mereka terus menuju ke masjid Nabawi yang mulia dan memberhentikan untanya di depan pintu masjid. Ketika mereka masuk ke masjid, kebetulan Rasulullah saw sedang berkhotbah di atas mimbar. Mereka tergugah mendengar ucapan-ucapan Rasulullah saw dan kagum melihat kaum muslimin diam mendengarkannya dengan penuh perhatian.
Ketika Rasulullah saw melihat mereka, beliau mengucapkan pidatonya kepada kaum muslimin:
“Aku lebih baik bagi tuan-tuan sekalian daripada berhala ‘Uzza dan sekalian berhala yang tuan-tuan sembah. Aku lebih baik bagi tuan-tuan daripada unta hitam dan daripada segala yang tuan-tuan sembah selain Allah.”
Ucapan-ucapan Rasulullah saw dalam pidatonya itu sangat berkesan dalam hati Zaid al-Khail. Orang-orang serombongannya terbagi dua. Sebagian menerima panggilan yang hak, dan sebagian lagi menolak dengan sombong. Sebagian mendambahkan surga dan sebagian lagi pasrah ke neraka.
Melihat Rasulullah saw yang berpidato mempesona pendengarnya, dikelilingi orang-orang mukmin yang mncucurkan air mata kesedihan, timbul rasa benci dalam hati Zur bin Sadus yang penuh ketakutan. Dia berkata kepada kawan-kawannya, “Demi Allah! Orang ini pasti akan menguasai seluruh bangsa Arab. Demi Allah! Saya tidak akan membiarkan kuduk saya dikuasainya selama-lamanya.”
Kemudian, dia pergi ke negara Syam. Di sana dia mencukur rambutnya seperti pendeta, kemudian dia masuk agama Nasrani.
Zaid al-Khail lain lagi. Ketika Rasulullah saw selesai berpidato, ia berdiri di antara jamaah kaum muslimin. Zaid seorang laki-laki ganteng, cakap, dan berperawakan tinggi. Kalau menunggang kuda, kakinya tergontai hampir sampai ke tanah. Dia berdiri dengan tubuhnya yang tegap dan berbicara dengan suaranya yang lantang. Dia berkata, “Ya Muhammad! Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya engkau Rasulullah.”
Rasulullah menoleh kepadanya seraya bertanya, “Siapa Anda?” Zaid menjawab, “Saya Zaid al-Khail bin Muhalhil.” Rasulullah saw berkata, “Tentunya Anda Zaid al-Khair, bukan al-Khail. Segala puji bagi Allah yang membawa Anda ke sini dari kampung Anda, dan melunakkan hati Anda menerima Islam.”
Sejak itu Zaid al-Khail terkenal dengan nama Zaid al-Khair. Kemudian, Rasulullah saw membawanya ke rumah beliau, diikuti Umar bin Khaththab dan beberapa sahabat lain. Sesampainya di rumah Rasulullah saw, beliau melepaskan alas duduknya kepada Zaid. Tetapi, Zaid al-Khair segan menerimanya dan mengembalikannya kepada beliau. Rasulullah saw melemparkannya sampai tiga kali, tetapi Zaid al-Khair tetap menolak, karena merasa rikuh duduk di alas duduk Rasulullah saw yang mulia. Setelah Zaid duduk dengan tenang di dalam majlis, Rasulullah saw berkata, “Belum pernah saya mengenal seseorang yang ciri-cirinya berlainan daripada yang disebutkan orang kepadaku. Hai Zaid! Dalam diri Anda terdapat dua sifat yang disukai Allah dan Rasul-Nya. Apa itu ya Rasulullah? tanya Zaid. Jawab Rasulullah saw, “Kesabaran dan penyantun.” Kata Zaid, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku memiliki sifat-sifat yang disukai Allah dan rasul-Nya.” Kemudian. Dia berkata lebih lanjut, “Berilah saya tiga ratus penunggang kuda yang cekatan. Saya berjanji kepada Anda akan menyerang negeri Romawi (Ruum) dan mengambil negeri itu dari tangan mereka.” Rasulullah saw mengagumi cita-cita Zaid itu. Kata beliau, “Alangkah besarnya cita-cita Anda, hai Zaid. Belum ada orang yang seperti Anda.” Ketika Zaid dan orang-orang yang sepaham dengannya hendak kembali ke Nejed, Rasulullah saw berkata, “Alangkah baiknya dia. Banyak keuntungan yang mungkin terjadi seandainya dia selamat dari wabah yang berjangkit di Madinah.” Justru Madinah al-Munawwaroh sedang dilanda wabah demam panas. Pada suatu malam Zaid al-Khair diserang penyakit tersebut. Zaid al-Khair berkata kepada para pengikutnya, “Singkirkan saya ke kampung Qais! Sesungguhnya antara kita dengan mereka tidak ada permusuhan jahiliyah. Tetapi, demi Allah! Saya tidak ingin membunuh kaum muslimin sehingga mereka mati kena wabah penyakit ini.” Zaid al-Khair meneruskan perjalanan ke kampungnya di Nejed. Tetapi sayang, demamnya semakin menjadi-jadi.
Dia ingin menemui kaumnya di Nejed dan mengharapkan agar mereka masuk Islam di tangannya. Dia telah bercita-cita yang baik. Tetapi, suatu cobaan mendahuluinya sebelum cita-citanya terlaksana. Tidak lama kemudian dia menghembuskan nafasnya yang terakhir di perjalanan. Sedikit sekali waktu terluang baginya sesudah dia masuk Islam, sehingga tidak ada peluang untuk berbuat dosa. Dia meninggal tidak lama sesudah dia menyatakan Islamnya di hadapan Rasulullah saw. Semoga Allah meridhai Zaid al-Khair.
Zaid al-Khair
Cincin Full Mustika Kristopas Hijau. Khasiat, Tuah, Manfaat Insya Allah untuk membawa pemilik dalam puncak kesuksesan sesuai harapan, terhindar kegagalan segala bidang, sukses dalam urusan cinta, karir dan usaha, mengangkat derajat pemilik ke yang lebih tinggi, terhormat dan dihormati masyarakat, disegani musuh dan mudah menaklukan hati banyak orang seperti wibawa para raja serta mampu menjernihkan… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Babi Mustika Babi merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki corak seperti seekor babi, dangan memposisikan batunya secara horizontal. Batu mustika ini sangat ampuh dan akan membawa pengaruh baik kepada pemiliknya. Banyak para kolektor dan pecinta benda bertuah menjadikanya cincin ataupun liontin. Dengan MemilikiMustika Babi Insya Allah dapat membantu untuk sarana… selengkapnya
Rp 275.000Mustika Gaib Uler Lulut Mustika Gaib Uler Lulut merupakan mustika bertuah yang memiliki pamor membentuk uler lulut yang indah serta elegan sekali. Pamor mustika tersebut terbentuk secara alami dan bukan karena isian maupun gamabaran manusia. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Gaib Uler Lulut Insya Allah untuk mudah dipercaya mitra, meningkatkan kepercayaan, memudahkan menjalin bisnis, Meningkatkan karir… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Pelet Merah Darah Perawan Mustika Pelet Merah Darah Perawan merupakan batu mustika bertuah yang memiliki energi pelet alami. Mustika yang akan membuka aura pelet pemikat bagi pemilik batu mustika ini. Mustika dengan warna merah kristal alami yang indah. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Pelet Merah Darah Perawan Insya Allah untuk membuka aura pelet pengasihan, meluluhkan… selengkapnya
Rp 400.000Cincin Mustika Selendang Sulaiman Penarik Uang Pusaka Bertuah Gaib Raja Kekayaan Tanpa Henti dari Alam Malaikat Rezeki Cincin Mustika Selendang Sulaiman Penarik Uang adalah pusaka sakti yang ditarik dari dimensi ghaib melalui tirakat berat malam Jumat Wage. Terhubung langsung dengan energi spiritual Nabi Sulaiman – sosok penguasa dunia dan langit yang dikenal dengan kekayaan melimpah,… selengkapnya
Rp 1.450.000Liontin Giok Pusaka Ukir Daun Liontin Giok Pusaka Ukir Daun merupakan seni ukir batu giok dengan bentuk ukir daun krawangan yang indah serta elegan sekali. Mustika giok ini memiliki energi alami yang sangat baik untuk kesehatan dan sudah terkandung sejak giok ini didapatkan. Mustika ini merupakan salah satu mustika bertuah yang banyak sekali diburu dan… selengkapnya
Rp 350.000Batu Mustika Pelet Pemikat Hati Batu Mustika Pelet Pemikat Hati merupakan batu mustika sebagai sarana buka aura wibawa pemimpin. Proses terbentuknya batu mustika ini murni berasal dari alam yang terjadi secara alami. Mustika ini dimaharkan sebesar 325.000, jika berminat silahkan hubungi nomor +62852 9398 8885. Dengan memiliki mustika bertuah ini Insya Allah akan membuat kehidupan… selengkapnya
Rp 320.000Batu Mustika Merah Delima Yang Asli Merah Merona Batu Mustika Merah Delima Yang Asli Merah Merona merupakan salah satu mustika merah delima yang memiliki warna merah sangat indah sekali. Mustika Merah Delima sudah sejak lama melegenda dan mendunia berkat keindahan dan khasiatnya. Mustika tersebut dijamin keasliannya walaupun belum disertifikatkan. Mustika ini juga sangat cocok untuk… selengkapnya
Rp 450.000Mustika Alam Gaib Khodam Ganas Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk mengandung energi spiritua tingkat tinggi guna memudahkan pemilik meraih kekayaan, tahta, jabatan, pangkat, membuka keberuntungan, menjauhkan dari kesialan/kegagalan, kewibawaan maha raja, pengasihan banyak pasangan dan memudahkan mendapat pendamping hidup lebih dari satu, keharomisan hubungan banyak pasangan, keselamatan dan tolak bala. Sudah Mendapatkan… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Ombak Pantai Selatan Mustika Ombak Pantai Selatan merupakan mustika yang memiliki energi alami yang luar biasa. Getaran mustika ini dapat dirasakan siapa saja dan sangat aman digunakan oleh siapa saja. Energi mustika merupakan energi alami, bukan isian / asmaan. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk aura pelet pengasihan, menarik kekuatan khodam laut… selengkapnya
Rp 315.000Batu Mustika Ki Ageng Selo dan Cara Mendapatkannya Batu mustika Ki Ageng Selo adalah batu yang dipercaya memiliki energi spiritual tinggi dan bisa memberikan berbagai macam manfaat bagi pemiliknya. Batu mustika ini merupakan batu yang memiliki banyak keistimewaan dan kesaktian. Untuk mendapatkan batu mustika Ki Ageng Selo, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:… selengkapnya
Amalan Mendatangkan Khodam Al-Latif Adapun Amalannya sebagai berikut : 1. Berpuasa mutih 7 Hari 2. Harus berada ditempat yang sepi/ ditempat khalwah/kamar yang sepi 3. Setiap selesai Shalat Fardhu wiridkan ” Ya Latiff” 129 x dan membaca doa nya 1x 4. Pastikan setiap malam wiridkan ” Ya Latiff” 16641 disertai baca doanya 4x Pada hari… selengkapnya
Jasa Paranoramal Makasar Jasa Paranoramal Makasar akan sangat efektif bagi masyarakat yang ada di Makasar. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita, sering beragam jenis masalah mulai dari yang kecil sampai yang berat. Ujian dalam kehidupan memang tidak pernah bisa dipungkiri dan dihindari, dan sudah semnestinya kita menyelesaikanya. Semua orang perlu benar-benar memperhitungkan langkah ketika ingin menyelesaikan… selengkapnya
Cara Menemukan Guru Spiritual yang Terpercaya Apa itu Guru Spiritual? Guru Spiritual adalah seseorang yang memiliki pemahaman mendalam tentang spiritualitas dan dapat membimbing orang lain dalam pencarian dan pengembangan jiwanya. Mereka memiliki pengetahuan tentang berbagai tradisi spiritual dan praktik, serta mampu memberikan ajaran dan nasihat yang relevan. Guru Spiritual juga memiliki kemampuan untuk membantu individu… selengkapnya
Islam Boom di Jepang, Cahaya Baru di Negara Matahari Terbit ”Saya menemukan kepuasan luar biasa dan kedamaian setiap kali saya datang dan beribadah di masjid,” ujar Michiko, sebut saja begitu, seorang Muslimah Jepang. Sebelumnya ia adalah penganut Buddha namun menjalankan ritual Kristen dalam kesehariannya. Alquran adalah penariknya untuk berislam. Setelah melalui proses pencarian panjang, ia… selengkapnya
Praktek Dukun Asahan Praktek Dukun Asahan sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Praktek Dukun Asahan Masyarakat Asahantidak perlu… selengkapnya
Berita Artikel Motivasi Hitler Membantai Kaum Yahudi “Bisa saja saya memusnahkan semua YAHUDI di DUNIA, tapi saya sisakan sedikit saja yg hidup. agar kamu tau mengapa alasan saya membunuh mereka” Ucapan Hitler Seringkali, tabiat, perilaku dan pendirian seseorang adalah hasil dari pengalaman masa lalunya. Semasa kecil Hitler adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya… selengkapnya
80 Macam Bentuk Asbak Rokok Asbak Rokok Dari Bambu Asbak Rokok Dari Tempurung Kelapa Asbak Rokok Dari Kaleng Asbak Rokok Dari Tanah Liat Asbak Rokok Dari Sabun Asbak Rokok Antik, 80 Macam Bentuk Asbak Rokok ADA DISINI Asbak Rokok Dari Kayu Asbak Rokok Mobil Asbak Rokok Dari Barang Bekas Asbak Rokok Dari Kaleng Minuman Asbak… selengkapnya
Tentang Pengasihan Semar Putih. Pengasihan Semar Putih ini banyak sekali versinya, dan setiap versi memiliki kegunaan dan juga kelebihannya masing-masing. Versi pertama memiliki kegunaan agar kalau Anda apel kerumah gadis yang dituju maka ia akan senang sekali dan jatuh cinta. Malahan kalau Anda akan pamitan pulang, ia tidak akan membolehkannya dan menangis kalau tetap memaksa…. selengkapnya
Matahari Ditahan Terbenam Untuk Nabi Yusya’ Bin Nun Nabi Musa ‘alaihis salam memiliki seorang murid yang menemaninya mencari Ilmu. Dia adalah Yusya’ Bin Nun, dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan hikmah kenabian dan mukjizat yang nyata kepadanya. Setelah Nabi Musa ‘alaihis salam wafat, Nabi Yusya’ bin Nun ‘alaihis salam membawa Bani Israil ke luar dari… selengkapnya
