Ja’far bin Abi Thalib
Ja’far bin Abi Thalib
Ia seorang yang gagah, tampan, berwibawa. Warna kulitnya yang cerah bercahaya, kelemah-lembutannya yang sopan santun, kebaikannya yang rendah hati dan kasih sayang, serta kebersihan hidup dan kesucian jiwanya, semua itu memperlihatkan kepada kita betapa miripnya jasmani dan perangainya dengan Rasulullah saw. Pada dirinya juga bertemau pokok kebaikan dan keutamaan.
Ia diberi gelar oleh Rasulullah saw sebagai “bapak si miskin.”
Ia datang kepada Rasulullah saw memasuki agama Islam dengan mengambil kedudukan tinggi di antara mereka yang sama-sama pertama kali beriman. Isterinya, Amma binti ‘Umais, juga ikut menganut Islam pada hari yang sama. Keduanya, dengan keberanian dan ketabahannya, tampil ke muka untuk hijrah ke Habsy (Ethiopia) hingga tinggal di sana selama bebarap tahun. Di sana mereka dikaruniai tiga orang anak: Muhammad, Abdullah, dan ‘Auf.
Dengan hati yang tenang, akal pikiran yang cerdas, jiwa yang mempu membaca situasi dan kondisi, serta lidah yang fasih, Ja’far bin Abi Thalib menjadi juru bicara yang lancar dan sopan selama di Ethiopia.
Kaum Quraisy yang musyrik tidak senang dengan hijrahnya beberapa kaum muslimin ke Ethiopia. Mereka sangat takut dan cemas jika kaum muslimin menyebar dan bertambah kuat. Oleh karena itu, para pemimpin Quraisy mengirimkan dua orang utusan terpilih untuk menghadap kaisar (Negus) di Habsy lengkap dengan membawa hadiah-hadiah yang sangat berharga. Kedua utusan itu, Abdullah bin Abi rabi’ah dan Amar bin Ash (keduanya waktu itu belum masuk Islam), menyampaikan harapan Quraisy agar Negus mengusir kaum muslimin yang hijrah ke Habsy.
Negus yang waktu itu bertahta di singgasana Ethiopia, adalah seorang tokoh yang mempunyai iman yang kuat. Dalam lubuk hatinya, ia menganut agama Nasrani secara murni dan padu, jauh dari penyelewengan dan lepas dari fanatik buta dan menutup diri. Nama baiknya telah tersebar ke mana-mana dan perjalanan hidupnya yang adil telah melampaui batas negerinya. Oleh karena itulah Rasulullah memilih negerinya menjadi tempat hijrah bagi sahabat-sahabatnya, dan karena ini pulalah kaum kafir Quraisy merasa khawatir kalau-kalau maksud dan tipu muslihat mereka menjadi gagal dan tidak berhasil.
Pemimpin-pemimpin Quraisy menasehati kedua utusannya agar mereka mendekati dan memberikan hadiah-hadiah kepada patrik dan uskup terlebih dahulu, sebelum menghadap kepada kaisar. Hal itu bertujuan agar para pendeta merasa puas dan berpihak kepada mereka.
Sampailah kedua utusan itu ke tempat tujuan mereka, Ethiopia. Mereka menghadap pemimpin-pemimpin agama dengan membawa hadiah-hadiah yang besar, kemudian mengirim hadiah-hadiah kepada Negus. Demikianlah, keduanya terus-menerus membangkitkan dendam kebencian di antara para pendeta. Dengan sokongan moril para pendeta itu, keduanya berharap kepada Negus agar mengusir kaum muslimin kelaur dari negerinya.
Suatu ketika, dataglah hari-hari di saat keduanya akan menghadap kaisar yang telah ditetapkan. Kaum muslimin pun diundang untuk menghadapi dendam kesumat Quraisy yang masih hendak melakukan muslihat keji dan menimpakan siksaan kepada mereka.
Dengan air muka yang jernih berwibawa, dan kerendahan hati yang penuh pesona, Baginda Negus pun duduk di atas kursi kebesarannya yang tinggi, dikelilingi oleh para pembesar gereja dan lingkungan terdekat istana. Di hadapannya, di atas suatu ruangan luas, duduk pula kaum Muhajirin Islam yang diliputi suasana penuh ketenangan dan ketenteraman.
Kedua utusan kaum Quraisy berdiri mengulangi tuduhan mereka yang pernah mereka lontarkan terhadap kaum muslimin di hadapan kaisar pada suatu pertemuan khusus yang disediakan oleh kaisar sebelum pertemuan besar yang menegangkan ini.
“Baginda Raja yang mulia…! telah menyasar orang-orang bodoh dan tolol ke negeri paduka. Mereka tinggalkan agama nenek moyang mereka, tetapi tidak pula hendak memasuki agama paduka; bahkan mereka membawa agama baru yang mereka ada-adakan, yang tak pernah kami kenal, dan tidak pula oleh paduka. Sungguh kami telah diutus oleh orang-orang mulia dan terpandang di antara bangsa dan bapak-bapak mereka, paman-paman mereka, keluarga-keluarga mereka, agar paduka sudi mengembalikan orang-orang ini kepada kaumnya kembali.”
Negus memalingkan mukanya ke arah kaum muslimin sambil melontarkan pertanyaan, “Agama apakah itu yang menyebabkan kalian meninggalkan bangsa kalian, tetapi tidak memandang perlu kepada agama kami?”
Ja’far bin Abi Thalib pun bangkit berdiri untuk menunaikan tugas yang telah dibebankan oleh kawan-kawannya sesama Muhajirin, yakni tugas yang telah mereka tetapkan dalam suatu rapat yang diadakan sebelum pertemuan ini. Dilepaskannya pandangan ramah penuh kecintaan kepada baginda Raja yang telah berbuat baik menerima mereka, lalu berkata, “Wahai paduka yang mulia! Dahulu kami memang orang-orang jahil dan bodoh: kami menyembah berhala, memakan bangkai, melakukan pekerjaan keji, memutuskan tali silaturahmi, menyakiti tetangga dan orang yang berhampiran. Waktu itu yang kuat memakan yang lemah, hingga datanglah masanya Allah mengirim Rasul-Nya kepada kami dari kalangan kami. Kami kenal asal-usul, kejujuran, ketulusan, dan kemuliaan jiwanya. Ia mengajak kami untuk mengesakan Allah dan mengabdikan diri pada-Nya, dan agar membaung jauh-jauh apa yang pernah kami sembah bersama bapak-bapak kami dulu, berupa batu-batu dan berhala. Beliau menyuruh kami bicara benar, menunaikan amanah, menghubungkan silaturrahmi, berbuat baik kepada tetangga dan menahan diri dari menumpahkan darah serta semua yang dilarang Allah.”
“Dilarangnya kami berbuat keji dan zina, mengeluarkan ucapan bohong, memakan harta anak yatim, dan menuduh berbuat jahat terhadap wanita-wanita yang baik-baik. Lalu kami benarkan dia dan kami beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak kami persekutukan sedikit pun juga; dan kami haramkan apa yang diharamkan-Nya kepada kami; dan kami halalkan apa yang dihalalkan-Nya untuk kami, karenanya kaum kami sama memusuhi kami, dan menggoda kami dari agama kami agar kami kembali menyembah berhala lagi, dan kepada perbautan-perbuatan jahat yang pernah kami lakukan dulu. Maka sewaktu mereka memaksa dan menganiaya kami, dan mengencet hidup kami, dan mengahalangi kami dari agama kami, kami kelaur hijrah ke negeri paduka, dengan harapan agar mendapatkan perlindungan paduka dan terhindar dari perbuatan-perbautan aniaya mereka….”
Ja’far bin Abi Thalib mengucapkan kata-kata mempesona ini laksana cahaya fajar. Kata-kata itu membagkitkan perasaan dan keharuan pada jiwa Negus, lalu sambil menolak pada Ja’far bin Abi Thalib, baginda bertanya, “Apakah Anda ada membawa sesuatu (wahyu) yang diturunkan atas Rasulmu itu?”
Jawab Ja’far bin Abi Thalib, “Ada” Tukas Negus lagi, “Cobalah bacakan padaku.”
Lalu Ja’far bin Abi Thalib membacakan bagian dari surat Maryam dengan irama yang penuh merdu, penuh kekhusuan, dan memikat hati. Mendengar itu, Negus lalu menangis dan para pendeta serta pembesar-pembesar agama lainnya pun tak tahan untuk meneteskan air matanya. Sewaktu air mata lebat dari baginda sudah terhenti, ia pun berpaling kepada kedua utusan Quraisy itu seraya berkata, “Sesungguhnya apa yang dibaca tadi dan yang dibawa oleh Isa as sama memancar dari satu pelita. Kamu keduanya dipersilahkan pergi! Demi Allah, kami tak akan menyerahkan mereka kepada kamu!”
Akhirnya, pertemuan itu pun bubar. Allah telah menolong hamba-hamba-Nya dan menguatkan mereka, sementara kedua utusan Quraisy mendapat kekalahan yang hina. Akan tetapi, Amr bin Ash, seorang yang lihai dan ulung yang penuh dengan tipu muslihat licik, tidak hendak menyerah begitu saja, apalagi berputus asa. Begitu ia kembali bersama temannya ke tempat tinggalnya, tak habis-habisnya ia berpikir dan memutar otak, dan akhirnya berkata kepada temannya, “Demi Allah, besok aku akan kembali menemui Negus, akan kusampaikan kepada baginda keterangan-keterangan yang akan memukul kaum muslimin dan membasmi urat akar mereka.”
Teman-temannya menjawab, “Jangan lakukan itu, bukankah kita masih ada hubungan keluarga dengan mereka, sekalipun mereka berselisih paham dengan kita.” Jawab Amr, “Demi Allah, akan kuberitakan kepada Negus bahwa mereka mendakwakan Isa anak Maryam itu manusia biasa seperti manusia yang lainnya.”
Inilah rupanya tipu muslihat baru yang telah diatur oleh utusan Quraisy terhadap kaum Muslimin, untuk memojokkan mereka ke sudut yang sempit, dan untuk menjauhkan mereka ke lembah yang curam. Seandainya orang Islam terang-terangan mengatakan, bahwa Isa itu salah seorang hamba Allah seperti manusia lainnya, pasti hal ini akan membangkitkan kemarahan dan permusuhan raja. Sebaliknya, jika mereka meniadakan pada Isa ujud manusia biasa, niscaya keluarlah mereka dari aqidah agama mereka.
Besok paginya kedua utusan itu segera menghadap Raja, dan berkata kepadanya, “Wahai Sri Paduka! orang-orang Islam itu telah mengucapkan suatu ucapan keji yang merendahkan kedudukan Isa.” Para pendeta dan kaum agama menjadi geger dan gempar. Gambaran dari kalimat itu cukup menggoncangkan Negus dan para pengikutnya. Mereka memanggil orang-orang Islam sekali lagi untuk menanyai bagaimana sebenarnya pandangan agama Islam tentang Isa al Masih.
Sebelum datang, orang-orang Islam duduk berunding untuk menentukan sikap terbaiknya dalam menghadapi situasi semacam ini. Akhirnya memperoleh kata sepakat, untuk menyatakan yang haq saja, sebagaimana yang mereka dengar dari Nabi Muhammad saw. Mereka tak hendak menyimpang serambut pun dari padanya, dan biarlah apa yang akan terjadi.
Pertemuan baru pun diadakan. Negus mulai melakukan percakapan dengan bertanya kepada Ja’far bin Abi Thalib, “Bagaimana pandangan kalian terhadap Isa?”
Ja’far bin Abi Thalib bangkit sekali lagi laksana menara laut yang memancarkan sinar terang, ujarnya, “Kami akan mengatakan tentang Isa as sesuai dengan keterangan yang dibawa Nabi kami, Muhammad saw, bahwa Ia adalah seorang hamba Allah dan Rasul-Nya serta kalimah-Nya yang ditiupkan-Nya kepada Maryam dari pada-Nya.”
Negus bertepuk tangan tanda setuju, seraya mengumumkan, memang demikianlah yang dikatakan al Masih tentang dirinya. Tetapi pada barisan pembesar agama yang lain terjadi hiruk-pikuk, seolah-oleh melihat ketidaksetujuan mereka.
Negus yang terpelajar lagi beriman, terus melanjutkan bicaranya seraya berkata kepada orang-orang Islam, “Silakan sekalian Anda hidup bebas di negeriku! Siapa berani mencela dan menyakiti Anda, orang itu akan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya itu.”
Kemudian Negus berpaling kepada orang-orang besarnya yang terdekat, lalu sambil mengisyaratkan dengan telunjuknya ke arah kedua utusan kaum Quraisy, berkatalah ia, “Kembalikan hadiah-hadiah itu kepada kedua orang ini! Aku tak membutuhkannya! Demi Allah, Allah tak pernah mengambil uang sogokan dari padaku, di kala ia mengaruniakan takhta ini kepadaku, karena itu aku pun tak akan menerimanya dalam hal ini.”
Kedua kalinya kedua utusan Quraisy itu pun pergi keluar meninggalkan tempat pertemuan dengan perasan hina dan terpukul. Mereka segera memalingkan arah perjalanannya pulang menuju Mekah. Orang-orang Islam pun keluar di bawah pimpinan Ja’far bin Abi Thalib untuk memulai kehidupan baru di tanah Ethiopia, yakni penghidupan yang aman tenteram, sebagaimana mereka katakan, “Dinegeri yang baik dengan tetangga yang baik,” hingga akhirnya datang saatnya Allah mengizinkan mereka kembali kepada Rasul mereka, kepada sahabat dan handai taulan serta kampung halaman mereka.
Di kala Rasulullah bersama Kaum Muslimin sedang bersukaria dengan kemenangan atas jatuhnya Khaibar, tiba-tiba mucullah Ja’far bin Abi Thalib bersama sisa Muhajirin lainnya dari Ethiopia.
Tak terkatakan besarnya hati Nabi dan betapa bertambah bahagia dan gembiranya ia karena kedatangan mereka. Dipeluknya Ja’far bin Abi Thalib dengan mesra sambil berkata, “Aku tak tahu, entah mana yang lebih menggembirakanku: Apakah dibebaskannya Khaibar atau kembalinya Ja’far bin Abi Thalib.”
Dengan berkendaraan, Rasulullah pergi bersama sahabat-sahabatnya ke Mekah untuk melaksanakan umrah qadla. Sekembalinya ke Madinah, jiwa Ja’far bin Abi Thalib bergelora dan dipenuhi keharuan setelah mendengar berita dan cerita sekitar sahabat-sahabatnya kaum muslimin, baik yang gugur sebagai syuhada, maupun yang masih hidup selaku pahlawan-pahlawan yang berjasa dari perang Badar, perang Uhud, Khandak, dan peperangan-peperangan lainnya. Kedua matanya basah berlinang mengenang mukminin yang telah menepati janjinya dengan mengorbankan nyawa karena Allah. “Kapankah aku akan berbuat demikian?” pikirnya. Hatinya terasa terbang merindukan surga, ia pun menunggu-nunggu kesempatan dan peluang yang berharga itu: berjuang sebagai shahid di jalan Allah.
Suatu ketika, pasukan-pasukan Islam yang telah kita bicarakan dahulu, sedang bersiap-siap hendak diberangkatkan menuju medan perang Muktah. Bendera dan panji-panji perang berkibar dengan megahnya, disertai dengan gemerincingnya bunyi senjata. Ja’far memandang peperangan ini sebagai peluang yang sangat baik dan satu-satunya kesempatan seumur hidup untuk merebut salah satu di antara dua kemungkinan: membuktikan kejayaan besar bagi Agama Allah dalam hidupnya, atau ia akan beruntung menemui syahid di jalan Allah. Ia kemudian memohon kepada Rasulullah untuk turut serta mengambil bagian dalam peperangan ini.
Ja’far mengetahui benar, bahwa peperangan ini tidaklah enteng dan main-main, bahkan bukan peperangan yang kecil, malah sebenarnya inilah suatu peperangan yang luar biasa, baik tentang jauh dan sulitnya medan yang akan ditempuh, maupun tentang besarnya musuh yang akan dihadapi, yang belum pernah dialami umat Islam selama ini. Suatu peperangan melawan bala tentera kerajaan Romawi yang besar dan kuat, yang memiliki kemampuan perlengkapan dan pengalaman serta didukung oleh alat persenjataan yang tak dapat ditandingi oleh orang-orang Arab maupun kaum muslimin. Walaupun demikian, perasaan hati dan semangatnya untuk berjihad di jalan Allah tidak bisa mengurungkan tekadnya untuk ikut berperang bersama pasukan kaum muslimin lainnya. Akhirnya Ja’far diangkat Rasulullah menjadi panglima pasukan. Pasukan kaum muslimin mulai bergerak menuju Syria.
Pada suatu hari yang dahsyat, kedua pasukan itu pun berhadapan muka, dan tak lama kemudian pecahlah pertempuran hebat. Romawi mengerahkan pasukannya sebanyak 200.000 orang prajurit. Meskipun melihat betapa banyaknya pasukan musuh, Ja’far dan kaum muslimin lainnya tidak gentar dan tidak ciut nyalinya untuk menghadapi pasukan kafirin itu.
Pada saat panji-panji pasukan hampir jatuh dari tangan kanan Zaid bin Haritsah, dengan cepatnya panji-panji itu disambar oleh Ja’far dengan tangan kanannya. Dengan panji-panji di tangan, ia terus menyerbu ke tengah-tengah barisan musuh. Prajurit Romawi semakin banyak mengelilinginya. Ja’far melompat terjun dari kudanya dan berjalan kaki, lalu mengayunkan pedangnya ke segala jurusan yang mengenai leher musuhnya laksana malaikat maut pencabut nyawa. Sekilas terlihat olehnya seorang serdadu musuh melompat hendak menunggangi kudanya. Karena ia tak sudi hewannya itu dikenderai oleh manusia najis, Ja’far pun menebas kudanya dengan pedangnya sampai tewas. Setapak demi setapak ia terus berjalan di antara barisan serdadu Romawi yang berlapis-lapis laksana deru angin mengeroyok hendak membinasakannya, sementara suara meninggi dengan ucpannya yang gemuruh, “Wahai surga yang kudambakan mendiaminya, harum semerbak baunya, sejuk segar air minumnya. Tentara Romawi telah menghampiri liang kuburnya, terhalang jauh dari sanak keluarganya, kewajibankulah menghantamnya kala menjumpainya.”
Balatentara Romawi mengepung Ja’far bin Abi Thalib hendak membunuhnya laksana orang-orang gila yang sedang kemasukan setan. Kepungan mereka semakin ketat hingga tak ada harapan untuk lepas lagi. Mereka tebas tangan kanannya dengan pedang hingga putus, tetapi sebelum panji itu jatuh ketanah, segera disambarnya dengan tangan kirinya. Lalu mereka tebas pula tangan kirinya, tetapi Ja’far bin Abi Thalib mengepit panji itu dengan kedua pangkal lengannya kedada. Pada saat yang amat gawat ini, ia bertekad akan memikul tanggung jawab, untuk tidak membairkan panji Rasulullah jatuh menyentuh tanah, yakni selagi hayat masih dikandung badan.
Entah kalau ia telah mati, barulah boleh panji itu jatuh ke tanah. Pada saat jasadnya yang suci telah kaku, panji pasukan masih tertancap di antara kedua pangkal lengan dan dadanya. Bunyi kibaran bendera itu, seolah-oleh memanggil Abdullah bin Rawahah. Pahlawan ini membelah barisan musuh bagaikan anak panah lepas dari busurnya ke arah panji itu, lalu merenggutnya dengan kuat.
Gugurlah Ja’far bin Abi Thalib sebagai syuhada. Hari-harinya yang terdahsyat, teragung, dan terindah telah mengantarkannya menuju keharibaan Ilahi. Sungguh, hari itu adalah hari yang istimewa dan mempesona baginya.
Demikianlah Ja’far bin Abi Thalib mempertaruhkan nyawa dalam menempuh suatu kematian agung yang tiada tara. Begitulah akhirnya ia menghadap Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, menyampaikan pengorbanan besar yang tidak terkira, berselimutkan darah kepahlawannya.
Allah, Zat yang Maha mengetahui menyampaikan berita tentang akhir kesudahan peperangan kepada Rasul-Nya, begitu pula akhir hidup Ja’far bin Abi Thalib. Tidak tahan untuk meluapkan perasaan haru atas kematian sahabatnya, Rasulullah pun menangis. Rasulullah kemudian pergi ke rumah saudara sepeupunya ini, beliau berdoa untuk anak cucunya. Mereka dipeluk dan diciuminya, sementara air matanya yang mulia bercucuran tak tertahankan.
Berkata Abdullah bin Umar, “Aku sama-sama terjun di perang Muktah dengan Ja’far bin Abi Thalib. Waktu kami mencarinya, kami dapati ia beroleh luka-luka bekas tusukan dan lemparan lebih dari 90 tempat!”
Bayangkan, Ja’far luka dengan 90 tempat bekas tusukan pedang dan lemparan tombak! Jika Anda ingin tahu tentang dirinya, dengarkanlah sabda Rasulullah saw sebagai berikut.
“Aku telah melihatnya di surga, kedua bahunya yang penuh bekas-bekas cucuran darah penuh dihiasi dengan tanda-tanda kehormatan.”
Ja’far bin Abi Thalib
Batu Mustika Sisik Naga Keramat Batu Mustika Sisik Naga Keramat adalah salah satu batu mustika bertuah dengan motif pamor sisik naga yang indah dan terkesan elegan sekali. Pamor dan warna mustika ini terbentuk melalui proses alam secara alami dan bukan hasil isian maupun gambaran manusia. Mustika tersebut juga memiliki energi alami yang sangat bermanfaat secara… selengkapnya
Rp 275.000Batu Mustika Poligami Peluluh Pasangan – Rahasia Harmoni Cinta dan Restu! Apakah Anda mendambakan hubungan poligami yang harmonis tanpa konflik? Atau ingin meluluhkan hati pasangan agar lebih menerima dan mendukung keputusan Anda? Batu Mustika Poligami Peluluh Pasangan adalah solusi spiritual ampuh untuk membawa kedamaian, cinta, dan pengertian dalam kehidupan rumah tangga Anda! Keajaiban Batu Mustika… selengkapnya
Rp 500.000Jimat Kurti Praja Penarikan Alam Jimat Kurti Praja Penarikan Alam ini merupakan jimat bertuah yang berbentuk kura-kura. Pusaka ini adalah hasil penarikan dari alam dan memiliki energi yang sagat alami. Pusaka ini dapat menjadi pusaka andalan karena power da khasiatnya cukup kuat. Pusaka ini akan membawa dampak positif untuk peminangnya. Jimat Kurti Praja Penarikan Alam… selengkapnya
Rp 485.000Bros Mobil Kerajaan Yogyakarta, bisa dipasang didepan atau dibelakang mobil, dibelakang Bros ini ada 2 baut panjang untung memasang di mobil, selain di mobil bisa juga dipasang di rumah / kantor / meja sebagai hiasan dinding dengan dibautkan di papan kayu bersama hiasan lainnya. UNTUK WARNA BIGRON MENYESUAIKAN PERSEDIAAN.
*Harga Hubungi CSMustika Darah Merah Hati Ayam Mustika Darah Merah Hati Ayam merupakan batu mustika bertuah yang memiliki warna merah yang indah serta elegan sekali. Pamor dan perpaduan warna mustika tersebut asli alami dan bukan gambaran manusia. Mustika ini memiliki keindahan yang luarbiasa dan terpancar secara alami. Mustika ini juga sangat cocok dijadikan cincin maupun liontin. Khasiat… selengkapnya
Rp 250.000Batu Mustika Judi Bola Jitu: Kunci Sukses Menang Taruhan dengan Tepat dan Akurat Apakah Anda sering kalah dalam taruhan bola dan mencari cara ampuh untuk meningkatkan keberuntungan Anda? Inilah solusi tepat bagi Anda! Batu Mustika Judi Bola Jitu hadir sebagai jimat yang dirancang khusus untuk para penjudi bola yang ingin meraih kemenangan dengan mudah dan… selengkapnya
Rp 555.000Batu Mustika Susuk Pelaris Dagagan PUSAKA DUNIA – Mustika Susuk Pelaris Dagagan Insya Allah bisa menjadi salah satu jalan keluar dari kondisi usaha yang sulit, bentuknya yang sangat indah dan unik menjadikan batu mustika ini layak untuk menjadi salah satu koleksi anda. Bukan hanya memiliki corak yang unik dan indah namun batu mustika ini juga… selengkapnya
Rp 395.000Dahsyatnya Khasiat Batu Akik & Batu Permata Dahsyatnya Khasiat Batu Akik & Batu Permata adalah buku yang berisikan seputar cara membedakan akik asli dan palsu serta beragam jenis akik dan permata disertai penjelasan tentang Aura Batu Akik. Daftar Isi 3 Batu Akik Yang dipercaya mempunyai kekuatan Magic Tapak jalak Junjung Drajat Batu Pancawarna 4.Batu Paling… selengkapnya
Rp 30.000Mustika Bertuah Penghilang Aura Buruk adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Bertuah Penghilang Aura Buruk Insya Allah untuk menetralisir aura negatif, membuang energi negatif, kelancaran jodoh asamara, kelancaran jodoh relasi, memudahkan orang lain menjadi penurut. Produk Jenis ini bernama Batu Akik Pamor Es. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan 6.5-7 Mohs…. selengkapnya
Rp 225.000Mustika Senggoro Macan Keramat Mustika Senggoro Macan Keramat merupakan mustika yang memiliki corak unik di batu mustikanya. Coraknya yang sangat indah, mustika ini juga memiliki energi stabil sehingga sangat bagus untuk dijadikan ageman atau piandel. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Senggoro Macan Keramat Insya Allah untuk membangkitkan segela kelebihan pada diri pemilik, Keselamatan lahir batin terhindar… selengkapnya
Rp 350.000Berita Artikel Bila roh meninggalkan tubuh Sekujur tubuh terbaring, muka pucat, sejuk, beku dan kaku tidak bermaya.Tapi nun di satu sudut, rohnya masih berada di sisi jasad memperhatikan saja tubuhnya di perlakukan orang. Sewaktu semua perhiasan dan pakaian yang di banggakan dulu di bukakan maka terdengarlah roh menjerit-jerit, merintih dan merayu. Semua makhluk mendengar jeritan… selengkapnya
Berita Artikel Jibril AS,Kerbau,Kelelawar dan Cacing Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibri AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya iaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau. Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di… selengkapnya
Barang Antik Bertuah Asli Barang Antik Bertuah Asli merupakan sebuah benda / barang antik peninggalan zaman dahulu yang memiliki energi, barang antik memang sangat familiar di kalangan para pencinta barang antik bertuah. Terlebih lagi bagi Anda yang suka mengoleksi barang barang bertuah pasti anda mengenal barang antik asli. Meski pun secara fisik tak nampak bagus… selengkapnya
Kisah Keris Pusaka Sengkelat Kisah Keris Pusaka Sengkelat sangat populer sekali di dunia tosan aji. Keris sengkelat adalah keris gagah yang memiliki jumlah lekukan 13 pada luknya. Keris sengkelat ini berasal dari seorang empu yang hanyalah rakyat biasa, namun kesaktian dari keris ini tidak bisa disepelekan lagi karena bisa mengimbangi kesaktian keris para raja. Keris sengkelat… selengkapnya
Nasab Mbah Kholil Berebut Bangkalan Nasab Mbah Kholil Berebut Bangkalan meruppakan salah satu dari sekian banyak artikel yang kami buat, anda juga bisa melihat artikel di majalah Posmo edisi 708. Hampir seluruh orang Madura dan orang-orang jawa khususnya kaum santri, pasti mengenal nama Syaikh Kholil Bangkalan. Dalam paket-paket ziarah makam para wali, Syaikh Kholil termasuk… selengkapnya
Batu Combong Pelet Dahsyat Batu mustika combong adalah salah satu pusaka yang banyak diminati dan dicari oleh masyarakat. Mustika yang satu ini berbentuk batu yang bolong ditengahnya karena proses alam. Energi di dalamnya sangat kuat dan masih alami dari alam, sehingga banyak sekali yang memburunya. Selain batu mustika ini memiliki bentuk yang menawan, ada khasiat… selengkapnya
Praktek Dukun Bireuen Praktek Dukun Bireuen sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Praktek Dukun Bireuen Masyarakat Bireuentidak perlu… selengkapnya
Khasiat Batu Permata Andradite Garnet Andradite Garnet Variasi Warna : Kuning, Hijau, Coklat, Hitam Kadar Transparasi : Transparan to Translusan Luster : Adamantine – Resinous Index Bias : 1.887 Kadar Keras : 6.5 – 7.0 Skala Mohs. Berat Jenis : 3.70 – 4.10 gr/cm3 Formula Kimia : Ca3Fe23+(SiO4)3 (Calcium Iron Silicate) Sistem Kristal : Isometrik,… selengkapnya
Berita Artikel Warisan Sejarah Kerajaan Majapahit Warisan Sejarah Kerajaan Majapahit Majapahit telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abad-abad berikutnya. Kesultanan-kesultanan Islam Demak Pajang dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan ke Majapahit. Demak menyatakan legitimasi keturunan melalui Kertabhumi; pendiri Raden Patah menurut babad-babad keraton Demak dinyatakan sebagai… selengkapnya
Fadhilah BASMALLAH Bismillaahirrohmaanirrohim Cara Mengamalkan: Puasa Riyadloh selama 7 hari, selama berpuasa di wiridkan setiap tengah malam 12.000 kali selesai dalam satu majlis (dudukan). Kalau sudah selesai mengamalkannya kemudian wirid Basmallah tersebut di baca terus menerus setiap selesai sholat fardlu 11 kali. Insya Alloh bagi saudara yang telah berhasil mengamalkan wirid ini, di dalam mengarungi… selengkapnya
