Usaid bin Hudhair
Usaid bin Hudhair
Kedatangan seorang pemuda Mekah, Mush’ab bin Umair, ke Yatsrib (Madinah) pada awal kemunculan dakwah Islamiyah tercatat dalam sejarah Islam. Mush’ab bin Umair tinggal di rumah As’ad bin Zurarah, seorang bangsawan suku Khazraj. Selain menjadi tempat tinggalnya, rumah tersebut dijadikan pula sebagai tempat menebarkan dakwah islamiyah dan menyampaikan berita gembira mengenai Muhammad Rasulullah saw. Penduduk Yastrib (Madinah) mendatangi majelis dakwah pemuda Mush’ab dalam jumlah besar. Mereka terpikat dengan gaya bicaranya yang menawan, keterangan-keterangannya yang jelas dan masuk akal, kehalusan budi pekertinya dan sinar iman yang selalu memancar dari wajahnya. Tetapi, di atas segalanya itu, yang lebih menarik hati mereka adalah ayat-ayat Alquran yang dibacakan Mush’ab bin Umair di sela-sela pembicaraannya, yang dibacakannya ayat demi ayat. Dengan suaranya yang empuk dan merdu, serta alunannya yang manis menawan, lunaklah hati yang kasar dan bercucuran air mata menyesal orang-orang jahat. Akhirnya, tidak ada yang meninggalkan majelis itu, melainkan setelah masuk Islam dan bergabung dengan kelompok orang-orang mukmin. Pada suatu hari As’ad bin Zurarah pergi dengan tamunya, Mush’ab bin Umair, menemui kelompok Bani Abd Asyhal untuk mengajarkan Islam kepada mereka. Keduanya masuk ke sebuah kebun Bani Abd Asyhal, lalu duduk di pinggir sebuah telaga yang indah di bawah pohon-pohon kurma. Mush’ab dikelilingi orang-orang yang sudah Islam dan orang-orang yang ingin mendengarkannya berbicara. Mush’ab berbicara untuk dakwah dan tabsyir (memberi kabar gembira). Orang-orang mendengarkan dengan tenang dan diam. Mereka bagaikan terpesona karena pembicaraannya yang mengagumkan. Usaid bin Hudhair dan Sa’ad bin Mua’dz adalah dua pemimpin Aus. Mereka mendapatkan berita bahwa seorang dai Mekah tinggal dekat kampung mereka. Yang mendukung dai tersebut adalah As’ad bin Zurarah, keluarga dekat Sa’ad bin Mua’dz, yaitu anak bibinya sendiri. Sa’ad bin Muadz berkata, “Hai Usaid! Sebaiknya engkau datangi pemuda Mekah itu. Dia telah mempengaruhi rakyat kita yang bodoh-bodoh dan menghina Tuhan kita. Cegahlah dia, beri peringatan supaya jangan menginjak negeri kita lagi sejak hari ini.” Kemudian Sa’ad melanjutkan pembicaraannya, “Seandainya dia bukan tamu anak bibiku, As’ad bin Zurarah, sungguh aku lakukan sendiri.” Usaid mengambil tombaknya, lalu pergi ke kebun di mana Mush’ab bin Umair berdakwah. Ketika As’ad bin Zurarah melihat kedatangan Usaid, dia berkata kepada Mush’ab, “Kebetulan hai Mush’ab! Itu pemimpin kaumnya datang. Seorang yang sangat cemerlang otaknya dan brilian akalnya. Itulah Usaid bin Hudhair. Jika dia masuk Islam, akan banyak orang mengikutinya. Memohonlah kepada Allah dan bijaksanalah menghadapinya!” Usaid bin Hudhair berdiri di tengah-tengah jamaah. Dia memandang kepada Mush’ab dan sahabatnya, As’ad bin Zurarah, seraya berkata, “Apa maksud tuan-tuan datang ke sini? Tuan-tuan hendak mempengaruhi rakyat kami yang bodoh-bodoh. Pergilah tuan sekarang juga, jika tuan-tuan masih ingin hidup.” Mush’ab menoleh kepada Usaid dengan wajah berseri-seri memantulkan cahaya iman. Dia berbicara dengan gayanya yang simpatik dan menawan, “Wahai Pemimpin! Maukah Anda mendengarkan yang lebih baik dari itu? Tanya Usaid, “Apa itu?” Kata Mush’ab, “Silahkan duduk bersama-sama kami, mendengarkan apa yang kami bicarakan. Jika Anda suka apa yang kami bicarakan, silakan ambil, dan jika Anda tidak suka, kami akan meninggalkan Anda dan tidak kembali lagi ke kampung Anda.” Usaid berkata, “Anda memang pintar!” Lalu ditancapkannya lembing ke tanah, kemudian dia duduk. Mush’ab mengarahkan pembicaraan kepadanya tentang hakikat Islam, sambil membaca ayat-ayat Alquran di sela-sela pembicaraanya. Rasa gembira terpancar di muka Usaid. Lalu dia berkata, “Alangkah bagusnya apa yang kamu katakan. Dan alangkah indahnya apa yang kamu baca. Apa yang dapat saya lakukan jika kami hendak masuk Islam?” Mush’ab berkata, “Mandi (bersihkan badan), bersihkan pakaian, ucapkan dua kalimat syahadat, sesudah itu salat dua rakaat.” Usaid langsung berdiri dan pergi ke telaga menyucikan badan, kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat, dan sesudah itu dia salat dua rakaat. Mulai hari itu bergabunglah ke dalam pasukan berkuda Islam, seorang Arab penunggang kuda yang terkenal mengagumkan, pemimpin suku Aus yang diperhitungkan. Usaid digelari kaumnya “Al-Kamil” (yang sempurna) karena otaknya yang cemerlang dan kebangsawanannya yang murni. Dia mengusai pedang dan qalam (pena). Sebagai penunggang kuda yang cekatan dia memiliki ketepatan memanah. Selain itu dia sebagai pembaca dan penulis dalam masyarakat. Dengan Islamnya Usaid, menyebabkan Sa’ad bin Muadz masuk Islam pula. Dan, dengan Islamnya kedua tokoh ini, seluruh masyarakat Aus masuk Islam. Maka, jadilah Madinah sesudah itu menjadi tempat hijrah Rasulullah saw., dan tempat berdirinya pusat pemerintahan Islam yang besar. Usaid bin Hudhair sangat mencintai Alquran sejak pertama kali ia mendengar Mush’ab bin Umair membacanya, bagaikan cinta seseorang terhadap kekasihnya. Dia menghadapi Alquran seperti orang kehausan di Panas terik menghadapi jalan yang membawanya ke telaga sejuk, sehingga Alquran menjadi kesibukan baginya setiap waktu. Jika tidak pergi berperang, tentu dia i’tikaf di masjid membaca Alquran. Suaranya empuk, jelas, dan merdu, menyebabkan bacaan Alqurannya indah dan menawan. Lebih-lebih bila dia membaca di tengah malam, saat orang sedang tidur dan ketika hati sedang jernih. Para sahabat yang mulia senantiasa menunggu-nunggu waktu Usaid membaca Alquran. Bila dia membacanya, mereka berebut mendengarkan bacaannya. Berbahagia berkesempatan mendengarkan bacaan Alquran darinya dengan lidahnya yang fasih, seperti yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya Muhammad saw. Bahkan, penduduk langit merasa sejuk dan sedap mendengarkan bacaannya seperti halnya penduduk bumi. Pada suatu tengah malam, Usaid bin Hudhair duduk di beranda belakang rumahnya. Anaknya, Yahya, tidur di sampingnya. Kuda yang selalu siap sedia untuk berjihad fi sabilillah ditambat tidak jauh dari tempat duduknya. Suasana malam tenang, lembut, hening. Permukaan langit lembut dan jernih. Bintang-bintang melayangkan pandangannya ke permukaan bumi yang sedang tidur dengan perasaan kasihan dan penuh simpati. Terpengaruh oleh suasana malam yang hening dan kudus itu, Usaid tergerak untuk menyebarkan harum-haruman ke udara lembab dan bersih berupa harum-haruman Alquran yang suci. Maka, dibacalah Alquran dengan suaranya yang empuk dan merdu membangkitkan kasih. (Di sini Usaid membaca surah Al-Baqarah ayat 1 — 4). Mendengar bacaan tesebut, kudanya lari berputar-putar hampir memutuskan tali pengikatnya. Ketika Usaid diam, kuda itu diam dan tenang pula. Usaid melanjutkan membaca: “Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang menang.” (Al-Baqarah: 5). Kudanya lari dan berputar-putar pula lebih hebat lagi. Usaid diam, diam pula kuda tersebut. Hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Bila dia membaca, kudanya lari dan berontak; bila dia diam, tenang pula kuda itu. Usaid khawatir anaknya akan terinjak oleh kuda, lalu dibangunkanya. Ketika dia melihat ke langit, terlihat olehnya awan seperti payung yang mengagumkan, dan belum pernah dia melihat sebelumnya. Payung itu sangat indah dan berkilat-kilat, tergantung seperti lampu-lampu memenuhi ufuk dengan sinarnya yang terang. Awan itu bergerak naik hingga hilang dari pemandangan. Setelah hari pagi, Usaid pergi menemui Rasulullah saw. Diceritakanlah kepada beliau peristiwa yang dialaminya semalam. Rasulullah saw. berkata, “Itu malaikat yang ingin mendengarkan engkau membaca Alquran, hai Usaid. Seandainya engkau teruskan bacaanmu, pastilah orang banyak akan melihatnya pula. Pemandangan itu tidak akan tertutup dari mereka.” Sebagaimana Usaid bin Hudhair mencintai Alquran, seperti itu pula cintanya kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. pernah berkata tentang pribadi Usaid, “Dia sangat bersih dari yang bersih, sangat halus dari yang halus, penuh iman ketika membaca Alquran atau ketika mendengarkanya.” Ketika Rasulullah saw. berpidato atau berbicara, dia selalu menatap wajah beliau. Dia sangat rindu untuk menyentuh tubuh Rasulullah saw., merangkul, dan mencium pipi beliau. Maka pada suatu ketika dia mendapat kesempatan melepaskan kerinduannya. Pada suatu hari, Usaid menepikan orang banyak dengan ujung tombaknya. Karena itu, Rasulullah saw. mencubit perut Usaid yang telanjang dengan tangan beliau, untuk memperingatkan Usaid agar jangan bertindak kasar. Lalu Usaid berkata kepada beliau, “Mengapa Anda menyakitiku wahai Rasullah?” Balaslah, hai Usaid. Usaid berkata, Anda pakai baju. Sedangkan aku Anda cubit tanpa memakai baju.” Rasulullah saw. menyingkapkan bajunya, sehingga kelihatan perut beliau. Lalu dipeluk oleh Usaid dan diciuminya antara perut dan ketiak beliau. Sesudah itu Usaid berkata, “Ya Rasulullah! Kini terlaksanalah keinginanku yang terpendam sejak aku mengenal Anda.” Rasulullah saw. membalas cinta kasih Usaid kepadanya dengan cinta kasih pula. Rasulullah memelihara cintanya kepada Usaid, sebagai rombongan yang pertama-tama masuk Islam, dan yang membela beliau dalam perang Uhud, sehingga pada hari itu Usaid mendapatkan tujuh luka besar. Rasulullah saw. pun tahu derajat dan kedudukan Usaid di kalangan rakyatnya. Karena itu, apabila Rasulullah memohonkan syafaat bagi seseorang, beliau tidak lupa memohonkannya pula bagi Usaid. Usaid pernah bercerita, “Suatu ketika aku datang kepada Rasulullah saw., lalu kuceritakan kepada beliau seorang warga kaum Anshar yang miskin dan membutuhkan santunan. Apalagi, warga itu seorang wanita.” Rasulullah menjawab, “Ya Usaid! Engkau datang kepada kami sesudah apa yang ada pada kami telah habis kami nafkahkan. Tunggulah, apabila engkau dengar rezeki datang kepada kami, ingatkanlah kami akan warga itu.” Tidak lama sesudah itu, harta rampasan dari Khaibar datang kepada Rasulullah. Beliau membagi-bagikannya kepada kaum muslimin. Kaum Anshar dibaginya pula, bahkan dilebihkannya. Warga tersebut dibaginya pula dan dilebihkannya. Aku berkata kepada beliau, “Semoga Allah membalas kebaikan Anda terhadap mereka dengan kebaikan berlipat ganda, ya Nabiyyallah!” Rasulullah saw. menjawab, “Semoga kalian kaum Anshar dibalas Allah pula dengan balasan yang lebih baik. Setahuku, sesungguhnya kalian adalah sekelompok awan suci. Kalian akan menemui orang-orang yang mementingkan diri sendiri sepeninggalku. Karena itu, bersabarlah kalian sampai kalian menemuiku nanti di telaga surga.” Usaid berkata, “Ketika pucuk pemerintahan pindah ke tangan Khalifah Umar bin Khaththab, beliau membagi-bagikan harta kekayaan kepada kaum muslimin. Beliau mengirimkan pakaian, tetapi pakaian itu sempit bagiku, ketika aku berada di masjid, aku melihat seorang pemuda Quraisy berpakaian serupa dengan pakaian yang dikirimkan Khalifah kepadaku. Pakaian itu sangat longgar dan panjang baginya hingga menyapu tanah. Maka kuingatkan kepada orang yang di sampingku sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya, sepeninggalku nanti kalian akan menemui orang-orang yang mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain.” Kemudian aku berkata kepada orang itu, “Ucapan Rasulullah tersebut sekarang telah terbukti.” Orang yang di sampingku itu pergi menemui Khalifah Umar dan menyampaikan ucapanku kepada beliau. Khalifah Umar buru-buru mendatangiku ketika aku sedang salat. Dia berkata, “Teruskan salat Anda, hai Usaid!” Setelah selesai salat, dia menghampiriku seraya bertanya, “Apa sebetulnya yang telah Anda ucapkan?” Maka kuceritakan kepada beliau apa yang kulihat dan apa yang kuucapkan. Khalifah Umar berkata, “Semoga Allah memaafkan Anda! Pakaian itu sesungguhnya aku kirimkan kepada si Fulan dari golongan Anshar yang ikut bersumpah di Aqabah dan ikut pula berperang di Badar dan di Uhud. Kemudian, pakaian itu dijualnya kepada pemuda Quraisy tersebut, lalu dipakainya. Apakah karena itu Anda mengira hadis Rasulullah saw. sudah terjadi pada masa pemerintahanku ini? Usaid menjawab, “Demi Allah, Ya Amiral Mukminin! Aku tidak menyangka yang demikian terjadi pada masa Anda!” Tidak lama sesudah itu Usaid bin Hudhair dipangil Allah ke sisi-Nya. Dia meninggal pada masa Khalifah Umar. Justru dia meninggalkan hutang empat ribu dirham. Ahli warisnya bermaksud menjual tanah untuk membayar hutang tersebut. Ketika Khalifah Umar mengetahui hal itu, beliau berkata, “Jangan dibiarkan anak-anak saudaraku Usaid ditinggalkannya hidup miskin.” Khalifah Umar meminta kesediaan orang yang berpiutang agar dia sudi dibayar dengan hasil panen selama empat tahun, dengan cicilan seribu dirham.
Usaid bin Hudhair
Mustika Bola Naga Hijau Mustika Bola Naga Hijau merupakan batu mustika bertuah yang memiliki bentuk unik. Mustika dengan bentuk bulat seperti bola ini memiliki aura kerejekian di dalamnya. Sangat bagus diletakkan di tempat usaha. Mustika ini memiliki khodam naga hijau yang bermakna kerejekian dan kemulyaan. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Bola Naga Hijau Insya Allah untuk… selengkapnya
Rp 400.000Gelang Batu Giok Asli Dari China Terbukti Berkhasiat Gelang Batu Giok Asli Dari China Terbukti Berkhasiat merupakan batu giok asli china yang sudah berbentuk gelang dan sangat indah serta elegan sekali. Gelang batu giok ini sudah mendapatkan kotak tempat menyimpan gelang giok yang asli dari china juga. Gelang giok seperti ini juga banyak yang menjual… selengkapnya
Rp 485.000Mustika Jatayu. merupakan batu mustika bertuah yang sangat unik dan langka sekali, corak warna putih abu-abu semakin menambah kesan elegan mustika tersebut. Walaupun corak pamornya tak beraturan, namun mustika tersebut tetap terkesan elegansekali. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Jatayu Insya Allah untuk proteksi gaib diri sendiri, rumah, toko, kantor, tempat usaha, pesugihan alami tanpa tumbal, meningkatkan… selengkapnya
Rp 325.000Mustika Keberuntungan Geneng Emas Pusaka Dunia Mustika Keberuntungan Geneng Emas Pusaka Dunia merupakan batu alami penarikan ghaib. Batu mustika ini tidak dapat diragukan lagi kekuatanya karena kami pastikan energinya akan permanen dan tidak akan pernah hilang jika digunakan secara terus menerus. Kapan lagi anda dapat bersahabat dengan keberuntungan hanya dengan satu batu mustika, segera miliki… selengkapnya
Rp 275.000Mustika Jaya Sukadka adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Jaya Sukadka Insya Allah untuk Kesuksesan Karir dan Jabatan, Kemudahan Meraih Posisi Jabatan, Kemudahan Mencari Relasi Bisnis, Pelarisan Tingkat Tinggi, Pemikat Umum Tingkat Tinggi, Pengasihan Tingkat Tinggi, Keharmonisan Suami Istri dan Keharmonisan Pacaran Kekasih. Produk Jenis ini bernama Batu Akik Motif Unik. Produk jenis… selengkapnya
Rp 200.000Azimat Kujang Naga Emas Besi Kuning Azimat Kujang Naga Emas Besi Kuning adalah azimat kujang berwarna kuning emas yang indah serta elegan sekali. Azimat pusaka tersebut memang terkesan indah karena terbuat dari besi kursani yang sudah sangat terkenal sekali. Azimat Kujang Naga Emas Besi Kuning ini mempunyai Khasiat Insya Allah untuk mengalahkan pesaing bisnis, membuat… selengkapnya
Rp 200.000Mustika Sumur Api Spesial Pusaka Dunia Mustika Sumur Api Spesial Pusaka Dunia adalah mustika yang memiliki corak alami karena proses pembentukan alam. Mustika ini memiliki power spiritual tingkat tinggi karena mustika ini adalah salah satu koleksi sesepuh pusaka dunia. Mustika ini sangat cocok untuk dijadikan liontin atau cincin. Dengan Memiliki Mustika Sumur Api Spesial Pusaka… selengkapnya
Rp 900.000Mustika Si Buto Ijo adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Si Buto Ijo Insya Allah untuk menderaskan rejeki, usaha selalu rame, mendatangkan banyak pelanggan, mempermudah mencari relasi, mudah membujuk customer, dan kelancaran rejeki berbagai bidang. Produk Jenis ini bernama Batu Akik Ijo Royo-royo. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan 6.5-7 Mohs…. selengkapnya
Rp 225.000Kotak Pusaka Kecil Yang Elegan Kotak Pusaka Kecil Yang Elegan merupakan kotak pusaka yang terbuat dari bahan kayu lapis dan kalep batik elegan serta terkesan kuno. Tempat pusaka ini sudah diritual khusus memang untuk tempat penyimpanan pusaka azimat dan batu mustika. Tidak hanya itu saja, kotak pusaka tersebut juga bisa digunakan untuk menyimpan berbagai macam… selengkapnya
Rp 50.000Mustika Pelancar Rejeki Tingkat Tinggi Mustika Pelancar Rejeki Tingkat Tinggi merupakan mustika dengan bentuk pamor unik dan langka. Pamor mustika tersebut terbentuk secara alami. Energi spiritual mustika juga terbentuk secara alami dan bukan isian manusia. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk memudahkan pemilik dalam meraih kekayaan berlimpah, bergelimangan harta, kelancaran rejeki melimpah dari… selengkapnya
Rp 300.000Wasiat Rasulullah SAW Kepada Aisyah Saiyidatuna ‘Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah S.A.W bersabda “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini… “ Intisari wasiat Rasulullah S.A.W tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar… selengkapnya
Ita Luthfia (d/h Margarita Librariana) : Hidayah di Ujung Pencarian Nama Luthfia dipilihkan untuk saya karena berarti lembut dan penuh kasih. Allah begitu “indah” membimbingku hingga menemukan Islam. Nama itu juga menjadi pengingat ketika saya lalai.” (Ita tentang pemilihan nama “Luthfia”) Pencerahan itu muncul di usianya yang ke-23 tahun, saat Ita Luthfia berburu dengan waktu… selengkapnya
Batu Kelahiran Modern merupakan daftar batu kelahiran yang diakui oleh American National Association of Jewelers, Jewelers of America. Batu-batu permata ini secara resmi diakui pada tahun 1912. Di Amerika, daftar inilah yang diakui. Batu Kelahiran Tradisional merupakan daftar permata yang lebih tua umurnya (sudah ada sejak abad 15), sesuai tradisi yang berlaku dari masing-masing masyarakat,… selengkapnya
Info Amalan Untuk Berkawan dengan 7 Jin Muslim. ANUKHIN ANUKHIN YAA ILAAHI BISIRRIHI ‘ADHIIMUN LAHUL AMLAKU HAQQON TASAARO’AT Amalannya : Bacalah amalan di atas selama 41 malam dan sebanyak 1020 kali. Insya Allah akan datang 7 jin muslim yang akan berjanji mau membantu semua kepentingan anda dalam segala bidang. Akan tetapi mereka mesti minta,agar anda… selengkapnya
Tentang Al-Walahan : Setan Spesialis Wudhu. Bisa kita bayangkan, bagaimana canggihnya seorang pencuri kendaraan bermotor jika setiap hari yang dipelajari dan dikerjakan adalah mencuri motor. Ada juga pencuri spesialis elektronik, dia paling ahli soal bagaimana menggondol barang elektronik di rumah orang yang sedang lengah. Ternyata, iblis juga memiliki bala tentara yang dibekali ketrampilan khusus dan ditugasi… selengkapnya
Cara Cepat Mendapatkan Pesugihan Tanpa Tumbal Cara Cepat Mendapatkan Pesugihan Tanpa Tumbal – Orang mana yang tidak ingin memiliki harta yang berlimpah? Memiliki harta kekayaan yang berlimpah adalah impian banyak orang yang ada di dunia ini, Namun bagaimana caranya untuk memiliki harta kekayaan yang berlimpah, dalam dunia spiritual ada yang namanya Ritual Pesugihan Tanpa Tumbal yang… selengkapnya
Ciri Ciri Batu Mustika Bertuah Palsu Jika ingin mengetahui ciri ciri mustika bertuah palsu anda berada ditempat yang tepat karena di sinilah anda akan tahu cara membedakan Batu Mustika Asli dan juga Batu Mustika Palsu, caranya sangat mudah membedakan batu mustika asli dengan batu mustika palsu dan tidak perlu ke orang pintar atau paranormal untuk… selengkapnya
Berita Artikel Klenteng Ancol Cerita rakyat Betawi Dahulu kala, ada sebuah kapal berlayar dari Negeri China menuju ke pelabuhan Sunda Kelapa, kapal itu milik Sampo Toalang. Di dalam kapal itu ada seorang juru masak yang bernama Ming. Suatu hari, pada saat dalam perjalanan, tiba-tiba kapal itu diterjang ombak yang sangat besar. Semua orang panik dibuatnya…. selengkapnya
Berita Artikel I Teruna Tua Di sebuah desa ada seorang bujangan yang sudah lanjut usia alias bujang lapuk yang bernama I Teruna Tua. Orang ini kira-kira berumur lebih dari lima puluh tahun. Sampai umur setua itu ia masih melajang, karena ia hanya mau mengambil isteri apabila ada perempuan yang hari larinya sama dengan dirinya. Setelah… selengkapnya
Tentang Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib. Beliau adalah Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib, orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan anak, memiliki kedudukan yang tinggi dan posisi yang luhur di sisi Rasulullah. Beliau juga putri khalifah Rasyidin yang keempat. Kakeknya adalah penghulu anak Adam. Ibu beliau adalah ratu wanita ahli… selengkapnya
