Keringanan Untuk Pergi Menuntut Ilmu Yang Diharuskan Syari’at
Keringanan Untuk Pergi Menuntut Ilmu Yang Diharuskan Syari’at
Amr bin Abdul Mun’im
Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk menuntut ilmu yang telah ditetapkan syari’at yang kita butuhkan supaya kita dapat beribadah kepada-Nya dengan benar sehingga benar-benar diridhai-Nya.
Dimana Dia berfirman.
“Artinya : Katakanlah, Adakah kesamaan antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu”. [Al-Zumar : 9]
Dalam surah yang lain, Allah juga berfirman.
“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kalian, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”. [Al-Mujadilah : 11]
Sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang menghendaki kebaikan dari Allah, maka Dia memberikan pemahaman dalam agama”. [Diriwayatkan oleh Muttafaqun ‘alaih, dari Mua’wiyah Radhiyallahu ‘anhu]
“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah”.
Ilmu inilah yang diminta oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam do’anya.
“Artinya : Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat”. [Hadits ini isnadnya Laa Ba’sa Bihi. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (3843), juga Al-Ajiri dalam pembahasan “Akhlaqu Al-Ulama” (108) melalui Usamah bin Yazid, dari Muhammad bin Al-Munkadirm dari Jabir. Mengenai masalah ini saya telah menjelaskan secara rinci dalam buku saya yang berjudul Akhlaqun Mahmudatun wa Akhlaqun Mazmuataun Fii Thalabi Al’Ilmi (Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela Dalam Menuntut Ilmu) hal. 97]
Sama seperti orang laki-laki, wanita juga diberi tugas untuk menuntut ilmu, yaitu belajar hal-hal yang berkenaan dengan agama, misalnya Thaharah, Shalat, Zakat Haji dan lain-lainnya yang dibutuhkannya dalam memahami masalah agama.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengetahui bahwa banyak dari para suami yang tidak mengetahui dan memahami agama.
Beberapa dalil yang menunjukkan hal itu banyak sekali dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha sendiri pernah berkata : “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, mereka tidak malu-malu untuk bertanya mempelajari dan memahami agamanya”. (Lihat Kitab Shahih Bukhari, kitabul ‘ilmi. Dan juga kitab Shahih Muslim kitabul haid). Sulaim bin Milhan, Ibunda Anas bin Malik pernah datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu pada kebenaran, maka aku pun tidak malu untuk bertanya : “Apakah wanita wajib mandi bila bermimpi ?”. Maka Rasulullah menjawab : “Ya, apabila dia melihat adanya air mani !” Maka Ummu Sulaim pun menutup wajahnya karena malu. Kemudian bertanya lagi : “Wahai Rasulullah, Apakah wanita juga mimpi seperti itu ?” Beliau menjawab : “tentu, kalau tidak, mengapa ada anak yang mirip dengan ibunya !” [Lihat kitab Shahih Bukhari, kitabul ‘ilmi. Dan juga kitab Shahih Muslim, kitabul haid]
Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Ummu Sulaim pernah datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang didampingi oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Ketika Ummu Sulaim bertanya kepada Nabi, Aisyah berkata : “Wahai Ummu Sulaim, Mengapa engkau beberkan rahasia wanita ?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepada Aisyah : “Biarkanlah, hendaklah engkau mandi wahai Ummu Sulaim apabila melihat air mani itu”.
Demikian itulah Ummu Sulaim pergi menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menanyakan hal-hal yang berkenaan dengan agama, yang tidak menemukan jawabannya pada orang lain.
Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak segan-segan menjawabnya serta tidak memarahi kedatangan tersebut.
Hal yang sama juga diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha : Fatimah bin Hubaisy pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Wahai Rasullulah, sesungguhnya aku dalam keadaan istihadhah dan tidak suci. Apakah aku harus meninggalkan shalat selamanya ?”.
Rasulullah menjawab. “Sesungguhnya yang demikian itu adalah darah yang keluar dari pembuluh darah, tinggalkan shalat selama hari-hari engkau menjalani haid, setelah itu bersihkanlah dirimu dan kerjakan shalat”. [Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Muslim (1/262), Imam Tirmidzi (125), Imam Nasa’i (1/181), Ibnu Majah (621) melalui Waki’ dari Hisyamn bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha]
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Asma’ binti Yazid bin al Sakan al-Anshariyyah (1), dia pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai mandi dari haid. Maka Rasulullah menjawab: “Hendaklah salah seorang di antara kalian menyediakan air yang bercampur dengan daun sidra, lalu bersucilah dengan sebaik-baiknya. Setelah itu tuangkanlah air dan gunakanlah secarik kain atau kapas yang telah diberi wangi-wangian, untuk selanjutnya bersihkanlah darah haid itu dengannya”. Maka Asma binti Yazid pun bertanya: “Bagaimana cara bersuci denganya ?” Rasulullah pun menjawab: “Subhanallah, bersucilah dengannya !”. Lalu Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertutur dengan sangat merahasiakannya: “Usaplah dengannya bekas-bekas darah haid !”.
Selain itu, Asma binti Yazid juga bertanya mengenai mandi janabat, maka beliau pun menjawab : “Ambil air dan bersucilah dengannya secara baik. Kemudian guyurkanlah air di atas kepalamu dan gosok-gosoklah kulit dan rambutmu hingga rata. Setelah itu tuangkanlah air ke seluruh tubuhmu”. [Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam kitabul haid persis dengan lafadz tersebut di atas]
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, menceritakan :
Ada beberapa wanita yang bertutur kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Kami dikalahkan oleh kaum laki-laki untuk belajar kepadamu, karenanya luangkanlah waktumu barang satu hari bagi kami. Beliau pun menjanjikan suatu hari untuk mengadakan pertemuan dengan mereka, lalu beliau memberikan nasehat dan mengajari mereka”. [Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaihi]
Seorang wanita mempunyai hak pergi belajar hal-hal yang berkenan dengan agama yang dibutuhkannya guna memperbaiki ibadah yang dijalankannya.
Pada sisi lain, seorang wanita tidak diperbolehkan pergi belajar ilmu-ilmu yang sifatnya fardhu kifayah, apabila suaminya memerintahkan untuk tinggal di rumah saja, karena ketaatan kepada suami merupakan suatu hal yang wajib sedangkan belajar ilmu-ilmu yang sifatnya fardhu kifayah adalah sunnah jika tidak dikhawatirkan timbulnya fitnah, dan tidak diragukan lagi bahwa suatu hal yang wajib harus didahulukan dari yang sunnah.
Tetapi apakah ada syarat-syarat yang harus dipegang teguh seorang wanita pada saat keluar rumah untuk tujuan tersebut ?.
Jawabannya, “Ya”. Ada beberapa syarat dan tata cara yang harus diperhatikan dan dijalankan seorang wanita ketika pergi menuntut ilmu. Mengenai syarat-syarat dan tata cara tersebut telah kami terangkan secara rinci dalam buku kami yang berjudul Al-Adab Al-Syra’iyyah Li-Anisa Fii Thalabu Al-‘Ilm. Oleh karena itu, kami anjurkan supaya wanita muslimah membaca buku tersebut karena terdapat keterangan dan penjelasan mengenai adab dan tata cara menuntut ilmu yang harus diketahuinya.
Keringanan Untuk Pergi Menuntut Ilmu Yang Diharuskan Syari’at
Mustika Kesuksesan Huruf D Mustika Kesuksesan Huruf D merupakan mustika bertuah yang memiliki pamor huruf D dengan corak warna putih yang sangat elegan, mustika ini sangat cocok sekali untuk ageman sarana spiritual bagi anda yang memiliki nama dengan awalan huruf D. Keterangan Mustika. Produk Jenis ini bernama Batu Gambar. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548…. selengkapnya
Rp 500.000Mustika Cahya Purnama adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Cahya Purnama Insya Allah untuk membangkitkan ajian raja pelet, raja pengasihan, membuka aura diri, membersihkan aura, membuka cakra pesona, keselamatan dari bahaya musuh, menjauhkan ancaman binatang buas, kesehatan dan penetral racun aura dalam tubuh, membuka energi cakra positif, ditakuti bangsa jin, tolak bala dari… selengkapnya
Rp 300.000Gelang Pusaka Giok Hijau Putih Mempesona Gelang Pusaka Giok Hijau Putih Mempesona adalah salah satu gelang pusaka bertuah yang memiliki warna hijau putih asli mempesona sekali. Corak warna giok ini asli sejak didapatkan sudah seperti ini adanya. Gelang giok ini dapat dimiliki oleh semua kalangan dan sangat cocok juga dipakai oleh pria maupun wanita. Khasiat… selengkapnya
Rp 500.000Mustika Yin Yang Natural Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk Keberuntungan Hidup, Bagi yang sering gagal usaha, sering kalah tender bisnis, urusan cinta sering sial, sering putus cinta, memancing ikan sulit dapat, bagi yang suka judi kartu/mesin/dadu/hewan dan sebagainya dan sering kalah, silahkan miliki Mustika Yin Yang ini karena banyak orang percaya membawa… selengkapnya
Rp 500.000Mustika Pesugihan Tuyul Emas Mustika Pesugihan Tuyul Emas merupakan mustika bertuah yang memiliki pamor unik dengan corak warna yang sangat elegan dan terkesan wingit. mustika ini salah satu batu mustika yang paling dicari oleh para pecinta mustika bertuah untuk dijadikan koleksi maupun sarana pegangan spiritual. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk mendatangkan khodam… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Tuyul Pocong Putih Mustika Tuyul Pocong Putih merupakan mustika bertuah yang unik bentuk motif pamornya membentuk gambar pocong/tuyul putih. Pamor mustika tersebut terbentuk secara alami dan bukan karena isian maupun gambaran manusia. Bentuk pamor mustika ini juga sangat indah sekali dan memang jarang didapatkan. Keterangan Mustika Tuyul Pocong Putih. Produk Jenis ini bernama Batu… selengkapnya
Rp 400.000Mustika Sakti Sirep Sukma Mustika Sakti Sirep Sukma merupakan mustika bertuah yang merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki warna yang sangat eksotik dan menawan, sehingga batu ini sangat cocok untuk dijadikan cincin atau liontin. Batu mustika ini memiliki tuah khasiat yang sangat ampuh, tidak heran jika pecinta pusaka bertuah banyak memburunya…. selengkapnya
Rp 385.000Mustika Pagar Gaib Pacar Istri Mustika Pagar Gaib Pacar Istri merupakan mustika bertuah yang memiliki energi spiritual kuat dan sangat membantu untuk sarana/ageman agar istri/pacar mudah tunduk pada diri anada dan memberikan pagar gaib anti selingkuh. Keterangan Mustika. Produk Jenis ini bernama Mustika Pagar Gaib Pacar Istri. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan… selengkapnya
Rp 300.000Jimat Bunga Mustika Nama Produk ini. Jimat Bunga Mustika ini mempunyai Khasiat Insya Allah untuk melancarkan urusan asmara, memikat hati lawan jenis, memudahkan meluluhkan perasaan siapapun. Berasal Dari Bahan : besi kursani / wesi kuning / besi kuning bertuah. Tangguh / Era Pembuatan / Estimasi : Kamardikan. Ukuran : 41x11x14 Milimeter. Stok produk barang ini… selengkapnya
Rp 150.000Mustika Pengasihan Yaman Madu Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk Memiliki ajain pengasihan, Pengasihan Janda, Pengasihan Gadis Perawan, Menaklukan banyak hati, Meningkatkan kewibawaan Anda. Menjadikan Anda lebih dihargai dan dihormati orang lain. Sudah Mendapatkan Bonus Minyak Pusaka untuk Perawatan Mustika Jika Berminat Dengan Produk Ini Sebutkan Pada Admin Kode Produk : A7716. Lihat… selengkapnya
Rp 290.000Keris Pusaka dan Mustika Bertuah Sakti Online hanya ada di PusakaDunia.Com Gallery Benda Antik Bertuah diantaranya Pusaka Dunia, Batu Mustika Bertuah, Batu Akik Bertuah, Batu Permata Dunia, Cincin Bertuah, Gelang Pusaka Bertuah, Tasbih Bertuah, Keris Bertuah Kuno, Keris Kamardikan, Tombak Pusaka Sakti, Sarung Warangka Keris, Minyak Pusaka Bertuah, Pin Bros Kerajaan, Uang Bertuah Kuno, Aneka… selengkapnya
Khasiat Surat AN-NASHR Surat ini merupakan surat yang ke-110 atau kalau dari belakang berarti surat ke lima. surat an-nashr terdiri dari tiga ayat jadi termasuk sedikit dan mudah. Khasiat dan keutamaan nya selain kalau dibaca memperoleh ganjaran juga ada yang lain antara lain : “Barang siapa yang rutin membaca surat an-nashr di dalam atau selesai… selengkapnya
Tentang Kisah Pemalas Dengan Abu Hanifah. Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, “Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum… selengkapnya
Hitungan Puasa Tirakatan Berdasarkan dari salah satu referensi tentang ilmu perhitungan hari diterangkan dalam salah satu Wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga tentang perhitungan hari memberi anjuran bahwa lelaku tirakat yang membutuhkan persyaratan selama 40 hari menjadi lelaku tirakat yang hanya cukup 3 hari. Artinya, lelaku tirakat 3 hari sama dengan lelaku tirakat selama 40 hari,dengan catatan… selengkapnya
Berita Artikel Asal Mula Adanya Padi Tersebut pada zaman itu di Taman Sorga Loka, Sunan Ibu kedatangan “Dewi Sri Pohaci Long Kancana” yang melaporkan bahwa di Buana Panca Tengah belum terdapat “Cihaya” berupa sesuatu kebutuhan hidup para umat, yang ada baru berupa “Nur Muhammad”. Mendengar hal tersebut, Sunan Ibu menitahkan agar Dewi Sri Pohaci Long… selengkapnya
Berita Artikel Ajaran Sesat Yang Membuat Umat Bunuh Diri Massal Pada Tahun 1978 Didirikan pada akhir tahun 1970-an, di bawah kepemimpinan Jim Jones, aliran pemujaan ini hidup menyendiri terpisah dari dunia di sebuah hutan di Amerika Selatan. Menyusul adanya sejumlah keluhan, pada tahun 1978, anggota kongres Amerika, Leo Ryan, mengunjungi wilayah Jonestown dalam misi pencari… selengkapnya
Sakit Mata dan Air Wudhu Suatu hari Junaid Al-Banghdadi sakit mata. Ia diberitahu oleh seorang tabib, jika ingin cepat sembuh jangan sampai matanya terkena air. Ketika tabib itu pergi, ia nekad berwudhu membasuh mukanya untuk shalat kemudian tidur. Anehnya, sakit matanya malah menjadi sembuh. Saat itu terdengar suara “Junaid menjadi sembuh matanya karena ia lebih… selengkapnya
Amalan Mendatangkan Khodam Al-Latif Adapun Amalannya sebagai berikut : 1. Berpuasa mutih 7 Hari 2. Harus berada ditempat yang sepi/ ditempat khalwah/kamar yang sepi 3. Setiap selesai Shalat Fardhu wiridkan ” Ya Latiff” 129 x dan membaca doa nya 1x 4. Pastikan setiap malam wiridkan ” Ya Latiff” 16641 disertai baca doanya 4x Pada hari… selengkapnya
Cara Pengisian Khodam Macan Pada Tubuh Cara Pengisian Khodam Macan Pada Tubuh merupakan salah satu jasa spiritual yang ada dalam situs pusakadunia.com, jika anda mencari Cara Pengisian Khodam Macan yang praktis tanpa puasa tanpa ada efek samping maupun tumbal, Tepat sekali jika anda memilih jasa spiritual di pusakadunia.com. Selain caranya yang mudah layanan jasa spiritual… selengkapnya
Khalifah Umar dan Keadilan Suatu ketika Umar bin Khattab sedang berkhotbah di masjid di kota Madinah tentang keadilan dalam pemerintahan Islam. Pada saat itu muncul seorang lelaki asing dalam masjid , sehingga Umar menghentikan khotbahnya sejenak, kemudian ia melanjutkan. “Sesungguhnya seorang pemimpin itu diangkat dari antara kalian bukan dari bangsa lain. Pemimpin itu harus berbuat… selengkapnya
