EN
ID
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • Status Order
  • Tlp: +6281222886456
  • SMS/WA: +6285293988885
  • Line : pusakadunia
  • BBM : PUSAKA
  • Telegram: pusakadunia
  • admin@pusakadunia.com

Bangun Keraton Alas Ketonggo

25 Januari 2018 - Kategori Blog

Bangun Keraton Alas Ketonggo

Bangun Keraton Alas Ketonggo merupakan salah satu artikel yang kami buat, anda juga bisa menemukan artikel yang serupa di majalah posmo edisi 738. Alas Ketonggo, adalah sebuah hutan yang sangat terkenal, khususnya bagi para pecinta dunia lain. Hutan di Alas Ketonggo yang berada di Ngawi, Jawa Tiimur ini merupakan kawasan hutan yang memiliki pemandangan indah dan rindangs serta sejuk. Alas Ketonggo memiliki luas sekitar 5000 meter persegi. Namun siapa sangka, di balik keindahan pemandangan hutan ini ternyata memiliki sejuta kisah misteri di dalamnya. Konon menurut warga sekitar yang kami jumpai Alas Ketonggo dipercayai sebagai pusat keraton makhluk halus yang dimana di dalam hutan tersebut memang terdapat 54 tempat pertapaan yang sering digunakan oleh paranormal untuk bertapa untuk mendapatkan atau mencari ilmu kesaktian.

 

Selain itu untuk bertapa maupun untuk ritual ada Kabar juga jika KGPH PA Tedjowulan akan mendirikan keraton di Alas Ketonggo datang dari orang dekatnya, KPAr. Hargo Kusumo Yatmantodiningrat, Ketua PAKEM Pusat. Dalam khazanah Jawa, Alas Ketonggo memunyai mitologi yang kuat. Khususnya terkait dengan keyakinan mesias bahwa Ratu Adil Herucokro (Prabu Asmara Kingkin/Raja Amisan) akan muncul dari Alas Ketonggo. Berikut penuturan KPAr. Hargo Kusumo. ALAS Ketonggo terletak di perbatasan antara Ngawi dan Surakarta. Namun, masih termasuk wilayah Ngawi. Kabarnya, di hutan ini akan dibangun sebuah keraton. Hingga sekarang belum diberi nama untuk keraton yang akan dibangun tersebut. Atas hal tersebut, rupanya KGPH PA Tedjowulan sudah mempersiapkannya. Dan diyakini bahwa Alas Ketonggo merupakan tempat munculnya Satria Piningit. Meski ada di Jawa Timur, tempat ini berdekatan dengan wilayah Surakarta. Diawali dengan adanya kesepakatan dua sinuwun untuk bersatu yaitu antara Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII Tedjowulan dengan Sinuwun Ngabehi yang juga sebagai Pakubuwono XIII sepakat untuk mengadakan rekonsiliasi. Dikarenakan yang lebih tua adalah Sinuwun Ngabehi, maka beliau menjadi PB XIII. Sedangkan Sinuwun Tedjowulan menjadi Panembahan Agung. Dengan demikian, keduanya mempunyai derajat yang sama. Namun, dengan berjalannya waktu rupanya rekonsiliasi tidak dapat berjalan dengan mulus seperti yang diharapkan. Atas hal tersebut, maka Panembahan Agung Tedjowulan mencari tempat. Dengan maksud akan dibangun sebuah keraton. Beliau menemukan tempat di Alas Ketonggo.

 

Dapatkan Update Terbaru
Daftar newsletter