Ilmu Keris Pusaka
Dalam budaya perkerisan ada sejumlah istilah yang terdengar asing bagi orang awam.. Pemahaman akan istilah-istilah ini akan sangat berguna dalam proses mendalami pengetahuan mengenai keris. Istilah dalam dunia keris, khususnya di Pulau Jawa, yang sering dipakai: angsar, dapur, pamor, perabot, tangguh, tanjeg, dan lain sebagainya.
Di bawah ini adalah uraian singkat yang disusun secara alfabetik mengenai istilah perkerisan. Istilah ini lazim digunakan di Pulau Jawa dan Madura, tetapi dimengerti dan kadang kala juga digunakan di daerah lainnya, seperti Sulawesi, Sumatra, dan bahkan di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Angsar
adalah daya kesaktian yang dipercaya oleh sebagian orang terdapat pada sebilah keris. Daya kesaktian atau daya gaib itu tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan oleh orang yang percaya. Angsar dapat berpengaruh baik atau posistif, bisa pula sebaliknya.
Pada dasarnya, semua keris ber-angsar baik. Tetapi kadang-kadang, angsar yang baik itu belum tentu cocok bagi setiap orang. Misalnya, keris yang angsar-nya baik untuk seorang prajurit, hampir pasti tidak cocok bila dimiliki oleh seorang pedagang. Keris yang angsar-nya baik untuk seorang pemimpin yang punya banyak anak buah, tidak sesuai bagi pegawai berpangkat rendah.
Guna mengetahui angsar keris, diperlukan ilmu tanjeg. Sedangkan untuk mengetahui cocok dan tidaknya seseorang dengan angsar sebuah keris, diperlukan ilmu tayuh.
Dapur
Adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk atau type bilah keris. Dengan menyebut nama dapur keris, orang yang telah paham akan langsung tahu, bentuk keris yang seperti apa yang dimaksud. Misalnya, seseorang mengatakan: “Keris itu ber-dapur Tilam Upih”, maka yang mendengar langsung tahu, bahwa keris yang dimaksud adalah keris lurus, bukan keris yang memakai luk. Lain lagi kalau disebut dapur-nya Sabuk Inten, maka itu pasti keris yang ber-luk sebelas.
[Luk keris. Angka-angka menunjukkan bilangan jumlah luknya.]
Keris 13 Luk
Dunia perkerisan di masyarakat suku bangsa Jawa mengenal lebih dari 145 macam dapur keris. Namun dari jumlah itu, yang dianggap sebagai dapur keris yang baku atau mengikuti pakem hanya sekitar 120 macam saja. Serat Centini, salah satu sumber tertulis, yang dapat dianggap sebagai pedoman dapur keris yang pakem memuat rincian jumlah dapur keris sbb:
Keris lurus ada 40 macam dapur. Keris luk tiga ada 11 macam. Keris luk lima ada 12 macam. Keris luk tujuh ada 8 macam. Keris luk sembilan ada 13 macam. Keris luk sebelas ada 10 macam. Keris luk tigabelas ada 11 macam. Keris luk limabelas ada 3 macam. Keris luk tujuhbelas ada 2 macam. Keris luk sembilan belas, sampai luk duapuluh sembilan masing-masing ada semacam.
Namun, menurut manuskrip Sejarah Empu, karya Pangeran Wijil, jumlah dapur yang dianggap pakem lebih banyak lagi. Catatan itu menunjukkan dapur keris lurus ada 44 macam, yang luk tiga ada 13 macam, luk sebelas ada 10 macam, luk tigabelas ada11 macam, luk limabelas ada 6 macam, luk tujuhbelas ada 2 macam, luk sembilanbelas sampai luk duapuluh sembilan ada dua macam, dan luk tigapuluh lima ada semacam. Jumlah dapur yang dikenal sampai dengan dekade tahun 1990-an, lebih banyak lagi.
Luk
Istilah ini digunakan untuk bilah keris yang tidak lurus, tetapi berkelok atau berlekuk. Luk pada keris selalu gasal, tidak pernah genap. Hitungannya mulai dari luk tiga, sampai luk tigabelas. Itu keris yang normal. Jika luknya lebih dari 13, dianggap sebagai keris yang tidak normal, dan disebut keris kalawijan atau palawijan.
Jumlah luk pada keris selalu gasal, tidak pernah genap. Selain itu, irama luk keris dibagi menjadi tiga golongan. Pertama, luk yang kemba atau samar. Kedua, luk yang sedeng atau sedang. Dan ketiga, luk yang rengkol — yakni yang irama luknya tegas.
Mas kawin
Dalam dunia perkerisan adalah pembayaran sejumlah uang atau barang lain, sebagai syarat transaksi atau pemindahan hak milik atas sebilah keris, pedang, atau tombak. Dengan kata yang sederhana, mas kawin atau mahar adalah harga.
Istilah mas kawin atau mahar ini timbul karena dalam masyarakat perkerisan terdapat kepercayaan bahwa isi sebilah keris harus cocok atau jodoh dengan pemiliknya. Jika isi keris itu jodoh, si pemilik akan mendapat keberuntungan, sedangkan kalau tidak maka kesialan yang akan diperoleh. Dunia perkerisan juga mengenal istilah melamar, bilamana seseorang berminat hendak membeli sebuah keris.
Mendak
adalah sebutan bagi cincin keris, yang berlaku di Pulau Jawa, Bali, dan Madura. Di daerah lain biasanya digunakan istilah cincin keris. Mendak hampir selalu dibuat dari bahan logam: emas, perak, kuningan, atau tembaga. Banyak di antaranya yang dipermewah dengan intan atau berlian. Pada zaman dulu ada juga mendak yang dibuat dari besi berpamor.
Selain sebagai hiasan kemewahan, mendak juga berfungsi sebagai pembatas antara bagian hulu keris atau ukiran dengan bagian warangka.
Pamor
Pamor dalam dunia perkerisan memiliki 3 (tiga) macam pengertian. Yang pertama menyangkut bahan pembuatannya; misalnya: pamor meteorit, pamor Luwu, pamor nikel, dan pamor sanak. Pengertian yang kedua menyangkut soal bentuk gambaran atau pola bentuknya. Misalnya: pamor Ngulit Semangka, Beras Wutah, Ri Wader, Adeg, dan sebagainya. Ketiga, menyangkut soal teknik pembuatannya, misalnya: pamor mlumah, pamor miring, dan pamor puntiran.
Pamor Kul Buntet / Batu Lapak
Selain itu, ditinjau dari niat sang empu, pola pamor yang terjadi masih dibagi lagi menjadi dua golongan. Kalau sang empu membuat pamor keris tanpa merekayasa polanya, maka pola pamor yang terjadi disebut pamor tiban. Orang akan menganggap bentuk pola pamor itu terjadi karena anugerah Tuhan. Sebaliknya, jika sang empu lebih dulu membuat rekayasa pla pamornya, disebut pamor rekan [rékan berasal dari kata réka = rekayasa]. Contoh pamor tiban, misalnya: Beras wutah, Ngulit Semangka, Pulo Tirta. Contoh pamor rekan, misalnya: Udan Mas, Ron Genduru, Blarak Sinered, dan Untu Walang.
Ada lagi yang disebut pamor titipan atau pamor ceblokan, yakni pamor yang disusulkan pembuatannya, setelah bilah keris selesai 90 persen. Pola pamor itu disusulkan pada akhir proses pembuatan keris. Contohnya, pamor Kul Buntet, Batu Lapak, dll.
Pendok
berfungsi sebagai pelindung atau pelapis gandar, yaitu bagian warangka keris yang terbuat dari kayu lunak. Namun fungsi pelindung itu kemudian beralih menjadi sarana penampil kemewahan. Pendok yang sederhana biasanya terbuat dari kuningan atau tembaga, tetapi yang mewah terbuat dari perak atau emas bertatah intan berlian.
Bentuk pendok ada beberapa macam, yakni pendok bunton, blewehan, slorok, dan topengan.
Perabot
Dalam dunia perkerisan, asesoris bilah keris disebut perabot keris. Perlengkapan atau asesoris itu meliputi warangka atau sarung keris, ukiran atau hulu keris, mendak atau cincin keris, selut atau pedongkok, dan pendok atau logam pelapis warangka.
Ricikan
Adalah bagian-bagian atau komponen bilah keris atau tombak. Masing-masing ricikan keris ada namanya. Dalam dunia perkerisan soal ricikan ini penting, karena sangat erat kaitannya dengan soal dapur dan tangguh keris. Sebilah keris ber-dapur Jalak Sangu Tumpeng tanda-tandanya adalah berbilah lurus, memakai gandik polos, pejetan, sogokan rangkap, tikel alis, dan tingil. Gandik polos, pejetan, sogokan rangkap, tikel alis, dan tingil, adalah komponen keris yang disebut ricikan.
Selut
Selut Surakarta njeruk keprok
seperti mendak, terbuat dari emas atau perak, bertatahkan permata. Tetapi fungsi selut terbatas hanya sebagai hiasan yang menampilkan kemewahan.
Tangguh Segaluh
Dilihat dari bentuk dan ukurannya, selut terbagi menjadi dua jenis, yaitu selut njeruk pecel yang ukurannya kecil, dan selut njeruk keprok yang lebih besar. Sebagai catatan; pada tahun 2001, selut nyeruk keprok yang bermata berlian harganya dapat mencapai lebih dari Rp. 20 juta!
Karena dianggap terlalu menampilkan kemewahan, tidak setiap orang mau mengenakan keris dengan hiasan selut.
Tangguh
Tangguh arti harfiahnya adalah perkiraan atau taksiran. Dalam dunia perkerisan maksudnya adalah perkiraan zaman pembuatan bilah keris, perkiraan tempat pembuatan, atau gaya pembuatannya. Karena hanya merupakan perkiraan, me-nangguh keris bisa saja salah atau keliru. Kalau sebilah keris disebut tangguh Blambangan, padahal sebenarnya tangguh Majapahit, orang akan memaklumi kekeliruan tersebut, karena bentuk keris dari kedua tangguh itu memang mirip. Tetapi jika sebuah keris buatan baru di-tangguh keris Jenggala, maka jelas ia bukan seorang ahli tangguh yang baik.
Walaupun sebuah perkiraan, tidak sembarang orang bisa menentukan tangguh keris. Untuk itu ia perlu belajar dari seorang ahli tangguh, dan mengamati secara cermat ribuan bilah keris. Ia juga harus memiliki photographic memory yang kuat.
Mas Ngabehi Wirasoekadga, abdidalem Keraton Kasunanan Surakarta, dalam bukunya Panangguhing Duwung (Sadubudi, Solo, 1955) membagi tangguh keris menjadi 20 tangguh. Ia tidak menyebut tentang tangguh Yogyakarta, melainkan tangguh Ngenta-enta, yang terletak di dekat Yogya. Keduapuluh tangguh itu adalah:
1. Pajajaran
2. Tuban
3. Madura
4. Blambangan
5. Majapahit
6. Sedayu
7. Jenu
8. Tiris-dayu
9. Setra-banyu
10. Madiun
11. Demak
12. Kudus
13. Cirebon
14. Pajang
15. Pajang
16. Mataram
17. Ngenta-enta,Yogyakarta
18. Kartasura
19. Surakarta
Keris Buda dan tangguh kabudan, walaupun di kenal masyarakat secara luas, tidak dimasukan dalam buku buku yang memuat soal tangguh. Mungkin, karena dapur keris yang di anggap masuk dalam tangguh Kabudan dan hanya sedikit, hanya dua macam bentuk, yakni jalak buda dan betok buda.
Sementara itu Bambang Harsrinuksmo dalam Ensiklopedi Keris (Gramedia, Jakarta 2004) membagi periodisasi keris menjadi 22 tangguh, yaitu:
1. Tangguh Segaluh
2. Tangguh Pajajaran
3. Tangguh Kahuripan
4. Tangguh Jenggala
5. Tangguh Singasari
6. Tangguh Majapahit
7. Tangguh Madura
8. Tangguh Blambangan
9. Tangguh Sedayu
10. Tangguh Tuban
11. Tangguh Sendang
12. Tangguh Pengging
13. Tangguh Demak
14. Tangguh Panjang
15. Tangguh Madiun
16. Tangguh Koripan
17. Tangguh Mataram Senopaten
18. Mataram Sultan Agung
19. Mataram Amangkuratan
20. Tangguh Cirebon
21. Tangguh Surakarta
22. Tangguh Yogyakarta
Ada lagi sebuah periode keris yang amat mudah di-tangguh, yakni tangguh Buda. Keris Buda mudah dikenali karena bilahnya selalu pendek, lebar, tebal, dan berat. Yang sulit membedakannya adalah antara yang aseli dan yang palsu.
Tanjeg
adalah perkiraan manfaat atau tuah keris, tombak, atau tosan aji lainnya. Sebagian pecinta keris percaya bahwa keris memiliki ‘isi’ yang disebut angsar. Kegunaan atau manfaat angsar keris ini banyak macamnya. Ada yang menambah rasa percaya diri, ada yang membuat lebih luwes dalam pergaulan, ada yang membuat nasihatnya di dengar orang. Untuk mengetahui segala manfaat angsar itu, diperlukan ilmu tanjeg. Dalam dunia perkerisan, ilmu tanjeg termasuk esoteri keris.
Tayuh
Merupakan perkiraan tentang cocok atau tidaknya, angsar sebilah keris dengan (calon) pemiliknya. Sebelum memutuskan, apakah keris itu akan dibeli (dibayar mas kawinnya), si peminat biasanya terlebih dulu akan me-tayuh atas keris itu. Tujuannya untuk mengetahui, apakah keris itu cocok atau berjodoh dengan dirinya.
Ukiran/Hulu
Kata ukiran dalam dunia perkerisan adalah gagang atau hilt. Berbeda artinya dari kata ‘ukiran’ dalam bahasa Indonesia yang padanannya ialah carved atau engraved. Gagang keris di Bali disebut danganan, di Madura disebut landheyan, di Surakarta disebut jejeran, di Yogyakarta disebut deder. Sedangkan daerah lain di Indonesia dan Malaysia, Singapura, serta Brunei Darussalam disebut hulu
keris.
Javakeris memakai istilah ukiran dan hulu keris mengingat semua daerah itu juga mengenal dan memahami arti kata ukiran dalam perkerisan. Bentuk ukiran atau hulu keris di setiap daerah berbeda satu sama lain.
Warangka
Atau sarung keris kebanyakan terbuat dari kayu yang berserat dan bertekstur indah. Namun di beberapa daerah ada juga warangka keris yang dibuat dari gading, tanduk kerbau, dan bahkan dari fosil binatang purba. warangka keris selalu dibuat indah dan sering kali juga mewah. Itulah sebabnya, warangka juga dapat digunakan untuk memperlihatkan status sosial ekonomi pemiliknya.
Bentuk warangka keris berbeda antara satu daerah dengan lainnya. Bahkan pada satu daerah seringkali terdapat beberapa macam bentuk warangka. Perbedaan bentuk warangka ini membuat orang mudah membedakan, sekaligus mengenali keris-keris yang berasal dari Bali, Palembang, Riau, Madura, Jawa, Bugis, Bima, atau Malaysia.
Warangka Surakarta
Biasanya terbuat dari kayu cendana wangi atau cendana Sumbawa (sandalwood – Santalum Album L.) Pilihan kedua adalah kayu trembalo, setelah itu kayu timaha pelet.
Warangka ladrang terbagi menjadi empat wanda utama, yaitu Ladrang Kasatriyan, Ladrang Kadipaten, Ladrang Capu, dan Ladrang Kacir. Dua wanda yang terakhir sudah jarang dibuat, sehingga kini menjadi langka.
Warangka ladrang adalah jenis warangka yang dikenakan untuk menghadiri suatu upacara, pesta, dan si pemakai tidak sedang melaksanakan suatu tugas. Bila dibandingkan pada pakaian militer, warangka ladrang tergolong Pakaian Dinas Upacara (PDU).
Warangka
Selain ladrang, di Surakarta juga ada warangka gayaman, yang dikenakan pada saat orang sedang melakukan suatu tugas. Misalnya, sedang menjadi panitia pernikahan, sedang menabuh gamelan, atau sedang mendalang. Prajurit keraton yang sedang bertugas selalu mengenakan keris dengan warangka gayaman.
Warangka gayaman Surakarta juga ada beberapa jenis, di antaranya: Gayaman Gandon, Gayaman Pelokan, Gayaman Ladrang, Gayaman Bancigan, Gayaman Wayang.
Jenis warangka yang ketiga adalah warangka Sandang Walikat. Bentuknya sederhana dan tidak gampang rusak. Warangka jenis inilah yang digunakan manakala seseorang membawa (bukan mengenakan) sebilah keris dalam perjalanan.
Warangka Yogyakarta
Warangka Yogyakarta
Bentuk warangka di Yogyakarta mirip dengan Surakarta, hanya ukurannya agak lebih kecil, gayanya lebih singset. Yang bentuknya serupa dengan warangka ladrang, di Yogyakarta disebut branggah. Kayu pembuat warangka branggah di Yogyakarta adalah kayu trembalo dan timaha. Sebenarnya penggunaan warangka branggah di Yogyakarta sama dengan warangka ladrang di Surakarta, tetapi beberapa dekade ini norma itu sudah tidak terlalu ketat di masyarakat.
Jenis bentuk warangka Yogyakarta lainnya adalah gayaman. Dulu ada lebih kurang delapan jenis warangka gayaman, tetapi kini hanya dua jenis wanda warangka yang populer, yakni gayaman ngabehan dan gayaman banaran. Warangka gayaman dikenakan pada saat seseorang tidak sedang mengikuti suatu upacara.
Jenis bentuk warangka yang ketiga adalah sandang walikat, yang boleh dibilang sama bentuknya dengan sandang walikat gaya Surakarta.
Demikian artikel mengenai Ilmu Keris Pusaka dari PusakaDunia.Com.
Tags: Ilmu Pusaka Dunia
Ilmu Keris Pusaka
Mustika Santet Gendheng Luruk Pusaka Dunia Mustika Santet Gendheng Luruk Pusaka Dunia mampu menjadi sarana untuk membantu pemiliknya mewujudkan keinginanya. Mustika kami yang sudah masuk kedalam website resmi pusaka dunia terjamin keaslianya dan khasiatnya karena sudah melalui uji tes khasiat terlebih dahulu sebelum terpampang di website pusaka dunia. Mustika kami memiliki energi yang alami karena… selengkapnya
Rp 385.000Mustika Pelet Combong Cilik Yang Ampuh PUSAKA DUNIA – Mustika pelet combong cilik yang ampuh adalah sebuah batu combong kecil yang memiliki energi spiritual tinggi dan kemampuan untuk memikat hati seseorang. Mustika ini diyakini dapat memberikan efek pelet yang kuat dan dapat membuat orang yang menggunakan mempunyai daya tarik yang besar terhadap orang lain. Keterangan… selengkapnya
Rp 415.000Mustika Aura Kekuatan Gaib Mustika Aura Kekuatan Gaib merupakan mustika indah yang memiliki warna dan corak batu yang elok. Mustika ini memiliki corak putih dan terlihat berlapis. Mustika bertuah ini sangat bagus digunakan siapa saja dan aman tanpa kandungan energi negatif. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Aura Kekuatan Gaib Insya Allah untuk memiliki kekuatan supranatural tingkat… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Pengirim Mimpi Sex Mustika Pengirim Mimpi Sex merupakan mustika bertuah yang merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki warna yang sangat eksotik dan menawan, sehingga batu ini sangat cocok untuk dijadikan cincin atau liontin. Batu mustika ini memiliki tuah khasiat yang sangat ampuh, tidak heran jika pecinta pusaka bertuah banyak memburunya…. selengkapnya
Rp 450.000Keris pusaka Kraton Ngayogyakarta adalah senjata tradisional yang memiliki makna dan nilai-nilai historis yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Keris ini juga dikenal sebagai keris pusaka kraton yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Apa itu Keris Pusaka Kraton Ngayogyakarta? Keris pusaka Kraton Ngayogyakarta menika minangka lambang adalah sejenis senjata tajam yang biasanya digunakan sebagai… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMustika Gua Keramat Laut Kidul Koleksi Sesepuh Mustika Gua Keramat Laut Kidul Koleksi Sesepuh adalah salah satu koleksi Sesepuh yang memiliki bentuk unik asli dari alam. Batu mustika ini memiliki energi alam yang akan membuat pemiliknya merasakan ketenangan batin. Batu mustika ini jika diletakkan di dalam rumah akan membuat rumah menjadi nyaman dan terasa sejuk. … selengkapnya
Rp 1.500.000Jimat Koin Tokoh Pewayangan Jimat Koin Tokoh Pewayangan merupakan azimat pelarisan yang berbentuk koin dengan ukiran sosok tokoh dalam pewayangan jawa. Jimat koin sangat cocok untuk dimiliki untuk koleksi maupun untuk pusaka pelarisan, pengasihan dan keberuntungan hidup yang ampuh. Jimat Koin Tokoh Pewayangan ini mempunyai Khasiat Insya Allah untuk sarana keberuntungan hidup, pengasihan, pemikat hati… selengkapnya
Rp 185.000Mustika Kewibawaan Japa Mandi Pusaka Dunia Mustika Kewibawaan Japa Mandi Pusaka Dunia merupakan batu akik yang memiliki energi alam murni. Mustika ini bukan hanya sekedar aksesoris belaka karena batu mustika ini di dapat dari penarikan alam ghaib dengan ritual khusus dan sarana khusus. Batu Mustika ini memiliki khasiat yang sangat akurat karena sebelum kami maharkan… selengkapnya
Rp 325.000Dapur Keris Pusaka merupakan salah satu jenis keris yang memiliki nilai historis dan kebudayaan yang tinggi di Indonesia. Keris sendiri adalah senjata tradisional yang telah digunakan sejak zaman dahulu kala, baik sebagai simbol kekuasaan maupun sebagai perlindungan. Sejarah Dapur Keris Pusaka Dapur Keris Pusaka merupakan salah satu jenis dapur keris yang memiliki desain dan bentuk… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMustika Serabut Kelapa Mustika Serabut Kelapa merupakan mustika yang memiliki corak unik. Corak mustika ini berbentuk seperti serabut kelapa atau serat kayu pohon kelapa. Energi mustika bisa digunakan oleh siapa saja dan tidak ada efek negatif apapun dalam penggunaanya. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Serabut Kelapa Insya Allah untuk aura pelet pengasihan, memiliki khodam pendamping, tolak… selengkapnya
Rp 285.000Khasiat Nyata Kandungan Juz Amma Khasiat Nyata Kandungan Juz Amma adalah suatu hal yang luar biasa. Bagi umat muslim pastinya sudah tidak asing lagi jika mendengar kata Juz Amma karena hampir setiap hari selalu membacanya. Juz Amma memiliki rahasia besar di dalamnya, selain menunjukan pelajaran hidup Ayat suci juga memberi bekal untuk hidup. Mengingat cerita nabi… selengkapnya
Cara Ampuh Memiliki Kelancaran Usaha dengan Layanan Pusaka Dunia Layanan Pusaka Dunia adalah sebuah platform yang menyediakan berbagai layanan dan sumber daya untuk membantu pengusaha dalam mengembangkan dan menjalankan usaha mereka. Dengan menggunakan Layanan Pusaka Dunia, pengusaha dapat memiliki kelancaran usaha yang lebih baik dan meningkatkan keberhasilan bisnis mereka. Berikut adalah beberapa poin kunci yang… selengkapnya
SEJARAH OLD CHANGI HOSPITAL Dibangun pada tahun 1930 dan berlokasi di Netheravon Road di Changi, Singapura, Old Changi Hospital (OCH) memiliki sejarah yang panjang dan beragam hingga menjadikannya seperti sekarang. Dengan bangunan bergaya klasik, OCH bisa dilihat mirip dengan bangunan Kolonial Inggris pada awal tahun 1920an. Anehnya OCH pertama kali dibangun bukan untuk sebuah rumah… selengkapnya
Hantu Kuyang, Hantu Paling Menyeramkan di Kalimantan Hantu Kuyang merupakan salah satu hantu paling menyeramkan di Kalimantan. Dipercaya bahwa hantu ini adalah roh jahat yang muncul dalam bentuk perempuan cantik pada siang hari, namun berubah menjadi sosok menyeramkan dengan rambut panjang dan tangan panjang yang bisa menjulur hingga ke lantai pada malam hari. Kuyang konon… selengkapnya
Tentang Pengasihan Kantil Jalatundo. Pengasihan Kantil Jalatundo ini memiliki kegunaan agar siapa saja yang memandang wajah Anda khususnya kaum hawa menjadi cinta dan sayang. Karena setiap kaum hawa pasti menyukai kembang atau bunga, sedangkan ilmu ini mengambil karomahnya Sekar Wijayakusuma. Oleh karenanya pengasihan ini bisa dimiliki oleh pria maupun oleh wanita. Manteranya : Bismillaahirrohmaanirrohiim Ingsun… selengkapnya
Pengobatan Dengan Telor Cuka KEGUNAAN atau MANFAAT 1. Dapat menyembuhkan koroner (pengerasa pembuluh darah) pada orang-orang yang telah lanjut usia atau lebih dari 40 th keatas. 2. Dapat mencegah berbagai penyakit seperti pendarahan otak, serangan jantung dsb. 3. Dapat menyembuhkan dengan sempurna pembengkakan liver, bagi yang terserang liver berat, kencing manis, yang paling lama dapat… selengkapnya
Renungan Buat Sang Suami Suami adalah kepala rumah tangga, dialah nahkoda bahtera yang sedang mengarungi lautan kehidupan keluarga, dialah yang mengatur dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi dalam rumah tanggal, khususnya hubungan suami istri. Tugas berat ini bisa berjalan dengan baik, kalau seandainya adanya keharmonisannya dengan sang istri yang tercinta. Bukan suami saja yang… selengkapnya
Kekhawatiran Nabi Sebagai pengikut Rasulullah Saw, kita amat berbahagia karena Rasulullah Saw telah menunjukkan begitu cinta kepada umatnya. Karena beliau cinta, beliau tidak ingin kalau terjadi hal-hal buruk menimpa umat ini, karenanya beliau mengingatkan dengan mengemukakan hal-hal yang sangat dikhawatirkannya. Hadits yang akan kita bahas dalam tulisan singkat ini merupakan diantara hadits yang harus kita… selengkapnya
Cara Merawat Kulit di Musim Penghujan Menjaga penampilan sempurna berawal dari merawat kulit Anda. Di musim penghujan atau saat udara dingin, kulit butuh perawatan esktra. Berikut beberapa tips merawat kulit sehat dari Robin Evans, ahli kecantikan di New York, AS, dan spesialis facial organik serta pakar kesehatan alami. 1. Ubah gaya hidup Sebagian besar dari… selengkapnya
Datuk Sanggul dan Kitab Barencong Menurut riwayat, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pernah bertemu dengan Datu Sanggul sewaktu masih menuntut ilmu di Mekkah. Dalam beberapa kali pertemuan tersebut, keduanya kemudian sharing dan diskusi masalah ilmu ketuhanan. Hasil dari diskusi mereka tersebut kemudian ditulis dalam sebuah kitab yang oleh orang Banjar dinamakan kitab Barencong. Siapakah Datu Sanggul?… selengkapnya

