Fathimah az-Zahraa
Fathimah az-Zahraa
Beliau adalah sayyidah wanita seluruh alam pada zamannya, putri keempat dari Rasululllah saw dan ibunya Ummahaatul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Allah menghendaki kelahiran Fathimah kurang dari lima tahun sebelum Nabi diutus, dekat peristiwa yang agung, yaitu saat orang-orang Quraisy rela menyerahkan hukum kepada Muhammad tentang perselisihan yang hebat di antara mereka untuk meletakkan Hajar Aswad setelah diadakan pembaharuan Ka’bah.
Rasulullah saw mendapat kabar gembira dengan kelahiran putrinya dan nampaklah barakah dan keberuntungan dengan kelahiran putrinya tersebut. Beliau memberikan julukan kepada Fathimah dengan “az-Zahraa” (bunga). Beliau dikunyahkan pula dengan Ummu Abiha (ibu dari ayahnya). Beliau adalah yang paling mirip dengan ayahnya Muhammad saw.
Fathimah tumbuh dan berkembang dalam rumah tangga nabawi dengan sifat yang baik, lemah lembut, dan terpuji. Dengan sifat-sifat inilah beliau tumbuh di atas kehormatan yang sempurna, jiwa yang berwibawa, cinta akan kebaikan, dan akhlak yang baik dengan mengambil teladan dari ayahnya Rasulullah saw dalam seluruh tindak-tanduknya.
Manakala usia Fathimah mendekati lima tahun, mulailah suatu perubahan besar dalam kehidupan ayahnya dengan turunnya wahyu kepada beliau, sehingga Fathimah turut merasakan awal mula ujian dakwah. Beliau menyaksikan dan berdiri di samping kedua orang tuanya serta membantu keduanya dalam menghadapi setiap bahaya. Beliau juga menyaksikan serentetan tipu daya orang-orang kafir terhadap ayahnya yang agung, sehingga beliau berangan-angan seandainya saja dia mampu, maka akan ditebus dengan nyawanya untuk menjaga beliau dari gangguan orang-orang musyrik. Hanya saja ketika itu beliau masih kecil.
Di antara penderitaan yang paling berat pada permulaan dakwah adalah pemboikotan yang kejam yang dilakukan oleh kaum musyrikin terhadap kaum muslimin bersama Bani Hasyim pada suku Abu Thalib. Sehingga, pemboikotan dan kelaparan tersebut berpengaruh kepada kesehatan beliau. Oleh karena itu, sisa umurnya yang panjang beliau alami dengan fisik yang lemah.
Belum lagi az-Zahraa’ kecil keluar dari ujian pemboikotan, tiba-tiba (ibunya) Khadijah wafat yang menyebabkan jiwa beliau penuh dengan kesedihan, penderitaan, dan kesusahan. Setelah wafatnya ibunda, beliau merasakan ada tanggung jawab dan pengorbanan yang besar di hadapannya untuk membantu ayahnya yang sedang meniti jalan yang keras di jalan dakwah kepada Allah. Terlebih-lebih setelah wafatnya pamanda beliau, Abu Thalib, dan istri beliau yang setia yakni Khadijah, sehingga berlipat gandalah kesungguhan Fathimah dalam memikul beban dengan penuh kesabaran dan keteguhan mengharap pahala Allah. Beliau mendampingi sang ayah dan maju sebagai pengganti tugas-tugas ibunya. Dengan sebab itulah Fathimah diberi gelar “Ibu dari ayahnya”.
Ketika Rasulullah saw mengijinkan bagi para sahabat untuk hijrah ke Madinah, beliau menjaga rumah yang agung. Tinggal di dalamnya Ali bin Abu Thalib yang mempertaruhkan jiwanya untuk Rasulullah saw. Beliau tidur di tempat tidur Rasulullah untuk mengelabuhi orang-orang Quraisy (agar mereka menyangka, Nabi belum keluar). Selanjutanya, Ali ra menangguhkan hijrah beliau selama tiga hari di Mekah untuk mengembalikan titipan orang-orang Quraisy yang dititipkan kepada Rasullah saw yang telah berhijrah.
Setelah hijrahnya Ali, hanya Fathimah dan saudara wanitanya, Ummu Kultsum, yang masih tinggal di Mekah, sampai Rasulullah saw mengirimkan sahabat untuk menjemput keduanya pada tahun ketiga sebelum hijrah. Ketika itu, umur Fathimah telah mencapai 18 tahun. Beliau melihat di Madinah para Muhajirin dapat hidup tenang dan telah hilang rasa kesepian tinggal di negeri asing. Rasulullah saw mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar, sedangkan beliau ra mengambil Ali ra sebagai saudara.
Setelah menikahnya Rasulullah saw dengan sayyidah ‘Aisyah ra, maka orang-orang utama di kalangan sahabat mencoba melamar az-Zahraa’, setelah mereka pada awalnya menahan diri karena keberadaan dan tugas Fathimah di sisi Rasullah saw. Di antara sahabat yang melamar az-Zahraa’ adalah Abu Bakar dan Umar, akan tetapi Nabi menolak dengan cara yang halus. Kemudian Ali bin Abu Thalib mendatangi Nabi untuk meminang Fathimah. Ali bercerita:
“Aku ingin mendatangi Rasulullah saw untuk meminang putri beliau yaitu Fathimah. Aku berkata, ‘Demi Allah aku tidak memiliki apa-apa, namun aku ingat kebaikan beliau saw, maka aku beranikan diri untuk meminangnya. Nabi saw bersabda kepadaku, ‘Apakah kamu memiliki sesuatu?’ Aku berkata, ‘Tidak, ya Rasullah.’ Kemudian beliau bertanya, ‘Lalu, di manakah baju besi al-Khuthaimah yang pernah aku berikan kepadamu pada hari lalu?’ ‘Masih aku bawa, ya Rasullah,’ jawabku. Selanjutnya Nabi saw bersabda, ‘Berikanlah baju tersebut kepada Fathimah sebagai mahar’.”
Diriwayatkan dari Tsauban ra berkata, “Rasulullah saw masuk ke rumah Fathimah, sedangkan aku ketika itu bersama beliau. Lalu Fathimah mengambil kalung emas dari lehernya seraya berkata, ‘Ini adalah kalung yang dihadiahkan Abu Hasan kepadaku’, maka beliau bersabda, “Wahai Fathimah, apakah engkau senang jika orang-orang berkata, ‘Inilah Fathimah binti Muhammad, sedangkan di tangannya terdapat kalung dari Neraka?’, kemudian beliau memarahi Fathimah dengan keras dan menghardiknya, lalu beliau keluar tanpa duduk terlebih dahulu. Maka Fathimah mengambil sikap untuk menjual kalungnya, kemudian hasilnya beliau belikan seorang budak wanita, setelah itu beliau merdekakan. Tatkala hal ini sampai kepada Rasulullash saw, beliau bersabda, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan Fathimah dari api Neraka’ .”
Oleh karena itu, kedudukan yang diraih oleh Fathimah ra di sisi ayahnya Rasulullah saw tersebut tidaklah menghalangi Rasulullah saw memarahinya, mencelanya, bahkan mengancamnya, dan bahwa sekali-kali Rasulullah saw tidak dapat menolong Fathimah dari kehendak Allah. Bahkan, beliau juga memberikan ancaman, seandainya dia mencuri, maka akan ditegakkanlah hukum atasnya, yakni hukum potong tangan. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis tentang seorang wanita Bani al-Makhzumiyah yang mencuri kemudian kaumnya memintakan ampunan agar wanita itu bebas hukuman melalui Usamah bin Zaid bin Haritsah kekasih Rasulullah saw, maka Rasul pun bersabda,
“Demi Allah, seandainya Fathimah binti Muhammad itu mencuri, niscaya aku mesti potong tangannya.”
Meskipun kasih sayangnya terhadap Fathimah begitu mendalam, Nabi saw lebih mendahulukan pemberiannya kepada orang-orang fakir-miskin daripada kepada Fathimah, sekalipun dalam keadaan susah. Ali ra berkata kepada Fathimah ra, “Alangkah lelahnya engkau wahai Fathimah, sehingga engkau menyedihkan hatiku. Sungguh Allah telah memberikan tawanan kepada Rasulullah, maka mintalah kepada beliau satu tawanan saja yang akan membantumu dalam bekerja!” Fathimah menjawab, “Akan aku lakukan insya Allah.”
Kemudian, Fathimah mendatangi Nabi saw. Tatkala melihat kedatangannya, beliau menyambutnya dan bertanya, “Ada keperluan apa engkau datang ke sini wahai anakku?” Fathimah menjawab, “Kedatanganku ke sini untuk mengucapkan salam buat ayah.” Tiba-tiba beliau malu untuk mengutarakan permintaannya, maka beliau pulang dan kembali lagi bersama Ali, lalu Ali menceritakan keadaan Fathimah kepada Nabi saw. Namun, Rasulullah saw bersabda,
“Demi Allah, aku tidak akan memberikan kepada kalian berdua, sedangkan aku membiarkan ahlu sufah dalam keadaan lapar, aku tidak mendapatkan apa-apa untuk aku infakkan kepada mereka, tapi aku akan menjual para tawanan tersebut dan hasilnya aku akan infakkan kepada mereka.”
Maka, kembalilah mereka berdua ke rumahnya, kemudian Rasulullah saw mendatangi keduanya. Beliau masuk rumah mereka dan mendapatkan keduanya sedang berselimut yang apabila ditutupkan kepalanya, maka terbukalah kakinya dan apabila ditutupkan kakinya, maka terbukalah kepalanya. Keduanya hendak bangkit untuk menyambut Nabi saw, namun beliau bersabda, “Tetaplah di tempat kalian berdua! Maukah aku beri tahukan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta kepadaku itu?” Mereka berdua menjawab, “Mau, ya Rasulullah!” Kemudian beliau bersabda,
“Kuajarkan kepada kalian kata-kata yang diajarkan Jibril kepadaku, ucapkanlah setiap selesai salat fardhu Subhanallah 10 kali, Alhamdulillah 10 kali dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, maka bacalah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali. Hal itu adalah lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu.”
Maka Ali ra berkata, “Demi Allah, aku tidak meninggalkan kata-kata ini sejak beliau mengajarkannya kepadaku.” Salah seorang sahabat bertanya, “Tidak kau tinggalkan juga tatkala malam di Perang Shiffin?” Beliau menjawab, “Walaupun di malam perang shiffin.”
Sungguh Fathimah ra telah melalui kejadian-kejadian besar yang ruwet dan sangat keras, hal itu beliau alami sejak usia muda tatkala wafatnya ibu beliau, disusul kemudian saudara perempuannya yang bernama Ruqayyah, kemudian pada tahun 8 Hijriyah wafatlah kakaknya yakni Zainab dan pada tahun 9 Hijriyah menyusul kemudian wafatnya Ummi Kultsum.
Beliau juga menanggung hidup dalam kekurangan dan banyak mengalami kesulitan dan kesusahan. Akan tetapi, seorang wanita yang dibina oleh Rasullah saw tidak akan bersedih hati terlebih lagi berputus asa. Bahkan beliau adalah profil dari wanita yang sabar, konsisten dan muhajirah.
Tatkala Rasulullah saw melakukan haji yang terkhir(Hajjatul Wada’) dan telah meletakkan dasar-dasar Islam dan Allah telah menyempurnakan Dienul Islam, Rasulullah saw menderita sakit. Manakala Fathimah mendengar berita tersebut, beliau dengan segera menemui ayahnya untuk menghibur dan menenangkan hatinya, sementara Rasulullah saw ketika itu bersama dengan Ummul Mukminin Aisyah ra. Pada saat nabi saw melihat kedatangan putrinya, dengan riang gembira beliau bersabda, “Selamat datang wahai putriku”, kemudian beliau menciumnya dan mendudukkannya di sebelah kanannya atau di kirinya, kemudian Nabi saw membisikkan sesuatu kepadanya sehingga membuat Fathimah menangis dengan tangisan yang memilukan. Namun, ketika Nabi saw melihat kesedihannya, beliau membisikkan kepadanya untuk yang kedua kali, sehingga menyebabkan Fathimah tertawa. Aisyah berkata, Rasulullah saw mengistimewakan engkau dari seluruh wanita anggota keluarganya dalam hal yang rahasia, tapi kamu malah menangis?” Tatkala Rasulullah saw sedang berdiri, Aisyah bertanya, “Apa yang Rasulullah katakan kepadamu” Fathimah menjawab, “Aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah saw.”
Aisyah berkata: “Ketika Rasulullah saw wafat, aku berkata kepada Fathimah, aku bertekad agar engkau menceritakan kepadaku tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu.” Fathimah berkata, “Adapun sekarang, baiklah aku ceritakan. Pada saat beliau membisikiku yang pertama, belia mengatakan bahwa biasanya Jibril memeriksa bacaan Alqurannya sekali dalam setahun, akan tetapi sekarang Jibril memeriksa bacaannya dua kali dalam setahun dan beliau merasa ajalnya sudah dekat Maka takutlah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya aku adalah sebaik-baik penghulu bagimu. Maka aku menangis dengan tangisan yang engkau lihat. Tatkala beliau melihat aku sedih, beliau membisiki aku untuk yang kedua kalinya, beliau bersabda:
“Wahai Fathimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita di Sorga? Dan engkau adalah anggota keluargaku yang paling cepat menyusulku.” Mendengar kabar tersebut, maka aku pun tertawa.
Semakin bertambahlah rasa sakit yang diderita Rasul saw dan bertambah sedihlah Fathimah. Beliau berdiri di samping ayahnya untuk menjaga dan membantu beliau serta berusaha untuk bersabar. Akan tetapi, manakala Fathimah melihat ayahnya nampak berat dan mulai kesakitan, Fathimah menangis tersedu-sedu dan berkata dengan suara lirih menandakan kesedihan, “Sakit wahai ayah…?” Maka beliau bersabda: “Tidak ada sakit lagi bagi ayahmu setelah hari ini.”
Tatkala beliau wafat, Fathimah berkata: “Wahai ayah, engkau telah memenuhi panggilan Rabbmu…Wahai ayah, Jannah Firdaus adalah tempat tinggalmu… Wahai ayah, kepada Jibril kami beritahukan wafatmu.”
Ketika Nabi saw dikubur, Fathimah berkata: “Wahai Anas, bagaimana anda tega menimbun ayah dengan tanah?” Maka, menangislah az-Zahraa’ ibu dari ayahnya dan menangislah kaum muslimin seluruhnya atas kematian Nabi dan Rasul Muhammad saw dan mereka ingat firman Allah: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul.”(Ali Imran: 144). Dan firman Allah: “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu wafat, apakah mereka akan kekal?” (Al-Anbiyaa’: 34)
Tidak berapa lama kemudian setelah wafatnya Rasulullah saw, kira-kira enam bulan, az-Zahraa’ sakit. Namun, dirinya bergembira dengan kabar gembira yang telah dikabarkan ayahnya bahwa dirinya adalah anggota keluarga yang pertama yang akan bertemu dengan Nabi saw, dan berpindahlah Fathimah keharibaan Allah SWT pada malam selasa, tanggal 3 Ramadhan 11 Hijriyah tatkala beliau berumur 27 tahun.
Semoga Allah merahmati az-Zahraa’ Raihanah (bunga yang harum) putri dari penghulu anak Adam, istri dari penghulu para prajurit penunggang kuda dan ibu dari Hasan dan Husein, bapaknya para syuhada’ dan ibu dari Zainab pahlawan Karbala’.
Fathimah az-Zahraa
Mustika Naga Tapa Keramat Mustika Naga Tapa Keramat merupakan mustika bertuah yang memiliki bentuk pamor wujud sosok naga tapa yang unik dan memang jarang sekali untuk didapatkan. Pamor dan warna mustika ini terbentuk melalui proses alam secara alami dan bukan karena isian maupun gambaran manusia. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk kelancaran kerejekian,… selengkapnya
Rp 275.000Buku Sekar Sumawur Buku Sekar Sumawur merupakan buku yang berisikan contoh contoh pidato, tanggap wacana, atur pambagyaharja, panyandra temanten dalam bahasa jawa. Buku ini disusun oleh S. Rekso Panuntun dan diterbitkan oleh Cendrawasih Surakarta. Daftar Isi Buku Sekar Sumawur Tanggap wacana Persiapan pidato Rantaman pokok-pokok tanggap wacana Atur pangayubagya yumawa dhumateng tamu ing pahargyan sepekenan… selengkapnya
Rp 8.250Mustika Angka 8 Aura Emas Mustika Angka 8 Aura Emas merupakan mustika bertuah yang sudah terkenal dengan manfaatnya untuk keberuntungan dalam hidup yang tanpa putus, mustika ini salah satu mustika yang paling digemari oleh para pecinta mustika bertuah untuk dijadikan ageman maupun untuk melengkapi koleksi. Keterangan Mustika. Produk Jenis ini bernama Batu Gambar. Produk jenis… selengkapnya
Rp 500.000Mustika Uler Lulut Merah adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Uler Lulut Merah Insya Allah untuk mudah dipercaya mitra, meningkatkan kepercayaan, memudahkan menjalin bisnis, Meningkatkan karir dan jabatan, meluluhkan pimpinan dan kawan, membantu memudahkan datangannya rezeki bagi pemliknya. Selain itu sang pemilik akan lebih luwes dalam pergaulan, sehingga banyak kawannya. Dalam bidang pekerjaan ia… selengkapnya
Rp 325.000Mustika Pelet Wanita Tundung Bawuk Mustika Pelet Wanita Tundung Bawuk merupakan batu mustika bertuah yang memiliki bentuk pamor tundung bawuk dan mustika ini sudah sangat terkenal energi spiritualnya memang spesial untuk pelet. Mustika ini bentuk pamor dan perpaduan warnanya sangat serasi sekali serta terkesan indah dan elegan. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk… selengkapnya
Rp 285.000Ilmu Pagar Gaib Anti Tuyul Ilmu Pagar Gaib Anti Tuyul merupakan sebuah layanan Tim Sesepuh Pusaka Dunia yang bertujuan untuk memberikan anda pemagaran gaib yang dapat melindungi tempat anda dari jin / khodam jahat dan berbagai jin pencuri seperti tuyul, babi ngepet, dll. Dengan pancaran energi pemagaran ini, rumah anda akan aman dari gangguan gaib… selengkapnya
Rp 2.500.000Batu Mustika Pemutus Cinta Pusaka Dunia Batu Mustika Pemutus Cinta Pusaka Dunia adalah mustika bertuah yang didapat dari proses penarikan alam oleh tim pusaka dunia. Mustika ini memiliki energi yang sudah disempurnakan dan tidak membahayakan pemiliknya. Batu Mustika ini memiliki corak dan warna alami karena proses pembentukan dari alam, sehingga tidak diragukan lagi keaslianya. Selain… selengkapnya
Rp 385.000Manfaat Mustika Badar Lumut merupakan batu mutika yang memiliki corak pamor lumut hijau yang letaknya di dalam batu mustika tersebut. Mustika ini juga sangat indah sekali motif dari pamor lumutnya, sangat cocok untuk menambah kolesi batu mustika bertuah anda. Manfaat Mustika Badar Lumut adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Badar Lumut Insya Allah untuk… selengkapnya
Rp 250.000Cincin Mustika Pelet Birahi Ekstrim Sesepuh – PANCING GAIRAH & NAFSU TANPA BATAS Mustika Pembangkit Birahi Wanita adalah pusaka supranatural dengan energi pengasihan dan pelet birahi tingkat tinggi. Mustika ini memiliki daya mistis yang mampu membangkitkan hasrat dan gairah wanita secara alami, menjadikannya lebih mudah tergoda, semakin bergairah, dan tak bisa menolak pesona Anda! Energi… selengkapnya
Rp 1.750.000Batu Mustika Khodam Ular Sanca Ganas Batu Mustika Khodam Ular Sanca Ganas merupakan mustika bertuah yang memiliki khodam sosok gaib ular, mustika ini di peroleh dari penarikan gaib di sebuah tempat keramat raja ular gaib. Keterangan Mustika. Produk Jenis ini bernama Batu Mustika Khodam Ular Sanca Ganas. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan… selengkapnya
Rp 350.000Asma’ Hatif ( Menarik khabar / Suara tanpa wujud ) 1. SYAROHIYAN BARHUTA yang artinya dalam bahasa arab adalah AL-Khobiru Al-Mubinu Allamul Ghuyub, Asma Syarohiyan Barhuta di baca tiap malam 1129x selama 7 hari di mulai hari mingu tanpa riyadhoh/kholwat,tapi disertai puasa biasa, Setelah sempurna 7 hari maka akan duduk di hadapan anda seorang khodim… selengkapnya
Cara Membuat Seseorang Terpesona Cara Membuat Seseorang Terpesona sangat dibutuhkan oleh banyak orang terutama yang bekerja sebagai model, spg, dan masih banyak lagi. Terkadang seseorang yang sering bekerja di depan umum dan harus memiliki daya tarik kuat sangat membutuhkan ini. Alasanya jika semakin banyak orang terpesona maka penghasilan akan semakin banyak. Pusaka Dunia telah memaharkan pusaka… selengkapnya
Hamzah telah kenal akan kebesaran dan kesempurnaan keponakannya, tahu sebaik-baiknya akan kepribadian dan watak serta akhiaqnya. la tidak hanya mengenalnya sebagai seorang paman terhadap keponakannya semata, tetapi juga sebagai saudara terhadap saudaranya, dan shahabat terhadap teman sejawatnya. Sebabnya ialah karena Rasulullah dan Hamzah dari satu generasi, dan usia yang berdekatan. Mereka dibesarkan bersama, bermain bersama… selengkapnya
Tentang Kayu Klumpit ( Klumprit ). Pohonnya tinggi besar. banyak terdapat dihutan jati, namun kini hampir punah digunakan untuk bahan bangunan yang tidak menuntuk keawetan. Salah satu pohon Klumpit yang masih alami terdapat di Goa Ngrancang Kencono, 7 km barat daya kecamatan Playen termasuk kawasan desa Manggoran Kidul. Kayu ini dipercaya bertuah memudahkan permohonan yang bersifat… selengkapnya
Batu Garnet (batu biduri delima) mengandung campuran keizelzuur, sedangkan komposisi batu biduri delima sama sulitnya dengan batu tourmaline. Batu garnet mempunyai nilai keras 6-7.5 berdasarkan daftar keras Mohs. Pada umumnya batu garnet sangat mengkilau warnanya dan tembus cahaya. Hampir semua batu garnet mempunyai warna yang dalam dan bermacam-macam warnanya kecuali biru. Di Indonesia batu garnet… selengkapnya
Kesaktian Rajah Kalacakra. Rajah Kalachakra merupakan senjata ghoib yang bisa untuk membinasakan musuh yang sakti. Rajah inipun juga bisa untuk pagaran tubuh, pagaran rumah dan lain-lainnya. Biasanya rajah ini berupa sinar berputar dan terletak didada pemiliknya. Bagi yang sudah bisa melihat alam ghoib, akan bisa melihat ujud rajah ini. Selain Kesaktian Rajah Kalacakra inilah 47… selengkapnya
Berita Artikel Asal usul Bunga Teratai Diceritakan kembali oleh : Devi Mega Dahulu kala ditepi gunung Semeru ada raja yang arif dan bijaksana serta perhatian kepada rakyatnya.Raja itu memimpin kerajaan disana.Raja itu bernama Raja Ranubanu.Raja Ranubanu memiliki putri yang amat cantik yang bernama Dewi Arum.Sang putri memiliki kebiasaan mandi serta senang sekali bermain air. Pada… selengkapnya
Alamat Dukun Bandung Alamat Dukun Bandung sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Alamat Pusaka Dunia Bandung Masyarakat Bandung… selengkapnya
Ilmu Pusaka Keris. Apa Itu Keris? Sebelum membahas masalah keris dan budayanya, sebaiknya ditentukan dahulu batasan-batasan mengenai apa yang disebut keris. Hal ini perlu karena dalam masyarakat sering dijumpai pengertian yang keliru dan kerancuan mengenai apa yang disebut keris.Saya berpendapat, sebuah benda dapat digolongkan sebagai keris bilamana benda itu memenuhi kriteria berikut: 1. Keris harus… selengkapnya
Pemandangan Aneh Di Tempat Memandikan Mayat!! Pada hari selasa tanggal 20 Rabi’ul Awal 1422 H, aku berangkat ke tempat kerjaku jam tujuh pagi dan seperti biasa kembali sekitar setengah jam sebelum shalat Ashar, lalu menyantap makan siang dengan cepat. Tiba-tiba telepon berdering dan ternyata penanggung jawab tempat memandikan mayat yang dekat dari rumahku memintaku membantunya… selengkapnya
