EN
ID
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • Status Order
  • Tlp: +6281222886456
  • SMS/WA: +6285293988885
  • Line : pusakadunia
  • BBM : PUSAKA
  • Telegram: pusakadunia
  • admin@pusakadunia.com

Dugaan Kartini Mati Diracun

20 Januari 2018 - Kategori Blog

Dugaan Kartini Mati Diracun

Dugaan Kartini Mati Diracun 

21 April diperingati sebagai Hari Kartini karena merupakan hari lahir dari RA Kartini. Namun adakah yang ingat kapan dia meninggal? Kartini meninggal dunia pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan putranya, Raden Mas Soesalit. Kematian Raden Ajeng Kartini sempat memicu perdebatan di kalangan sejarawan. Sebelumnya Kartini sehat-sehat saja, namun tiba-tiba memburuk di 30 menit terakhir. Ada yang yang menuding kematiannya karena diracun. Berikut penelusuran soal kematian Kartini.

Dugaan Kartini Mati Diracun

Dugaan Kartini Mati Diracun

Kematian Kartini ini ternyata masih menyimpan misteri bahwa ada dugaan Kartini meninggal karena ada permainan jahat dari Belanda. Dalam buku tersebut, Sitiosemandari menggambarkan adanya situasi yang tidak wajar pada saat hari kematian Kartini.

13 September 1904, Kartini melahirkan seorang putra yang diberi nama Raden Mas Soesalit. Proses persalinan itu berjalan lancar, ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Empat hari kemudian, tepatnya 17 September 1904, datanglah seorang dokter Belanda bernama dr. Van Ravesteyn. Dokter tersebut datang untuk memeriksa keadaan Kartini dan anaknya. Hasil pemeriksaan mengatakan keduanya sehat dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bahkan mereka sempat minum anggur bersama untuk keselamatan ibu dan bayi. Namun,tidak lama setelah Ravesteyn meninggalkan Kartini, Kartini mendadak mengeluh sakit di bagian perutnya. Ravesteyn, yang sedang berkunjung ke rumah lain, cepat-cepat datang kembali. Perubahan kondisi itu terjadi begitu mendadak dan tidak wajar. Setengah jam kemudian, dokter tidak bisa menolong nyawa pemikir wanita Indonesia yang pertama ini. Kartini akhirnya meninggal dunia dalam usia 25 tahun. Desas-desus pun berkembang setelah peristiwa tersebut. Banyak pihak yang mengatakan Kartini telah diracun. Permainan jahat dari Belanda ingin agar Kartini bungkam dari pemikiran-pemikiran majunya yang ternyata berwawasan kebangsaan. Tapi, meski banyak desas-desus negatif tentang kematian Kartini, Sutiyoso Condronegoro, keponakan dari Kartini, mengatakan bahwa keluarga menerima dengan ikhlas meninggalnya Kartini.

Dapatkan Update Terbaru
Daftar newsletter