EN
ID
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • Status Order
  • Tlp: +6281222886456
  • SMS/WA: +6285293988885
  • Line : pusakadunia
  • BBM : PUSAKA
  • Telegram: pusakadunia
  • admin@pusakadunia.com

Kelender 2018 Walisongo Kategori: Buku Ilmu Pengetahuan | 73 Kali Dilihat

Kelender 2018 Walisongo Reviewed by @pus4k4 on . This Is Article About Kelender 2018 Walisongo

Kelender 2018 Walisongo Kelender 2018 Walisongo merupakan kalender tahun 2018 dengan gambar Walisongo yang terdiri dari Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim. Sunan Drajat atau Raden Qasim, Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq, Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul… Selengkapnya »

Rating: 5.0
    Harga:Rp 2.000Kode Produk: P7594
    Stok Tersedia
    19-11-2017
    Berat : 0.05 Kg
    Order via SMS

    +6285293988885

    Format Order SMS : KODE PRODUK # NAMA ANDA # ALAMAT
    Pemesanan Juga dapat melalui :
    Detail Produk "Kelender 2018 Walisongo"

    Kelender 2018 Walisongo

    Kelender 2018 Walisongo merupakan kalender tahun 2018 dengan gambar Walisongo yang terdiri dari Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim. Sunan Drajat atau Raden Qasim, Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq, Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin. Sunan Kalijaga atau Raden Sahid, Sunan Muria atau Raden Umar Said, Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

    . Kelender 2018 ini merupakan kalender yang sesuai dengan standart nasional, yakni terdapat hari libur nasional dan hari libur keagamaan. Hari Libur Nasional di dalam kalender ini sesuai dengan Keputusan Menteri Bersama dalam penanggalan. Di dalam kalender ini juga terdapat sistem Kalender Islam dan Kalender Jawa yang lengkap dengan nama bulan, tanggal, pasaran, windu, wuku, dan pranoto mongso.

    Kelender 2018 Walisongo

    Nama Produk : Kelender 2018 Walisongo
    Ukuran : 35.2 x 26.2 centimeter
    Jumlah Halaman : 6
    Berat : 50 gram

    Stok Produk Kelender 2018 Walisongo Sangat Terbatas dan Cepat Terjual.
    Jika Berminat Dengan Produk Ini Sebutkan Pada Admin Kode Produk : P7594.

    Kelender 2018 Walisongo sangat terjangkau bukan karena murahan, melainkan kami jual eceran dengan harga grosir yang terjangkau, silahkan membandingkan dengan penjual lain, Insyaallah dari segi kualitas, pelayanan, harga mahar kami yang terbaik.

    Call Center
    Pusaka Dunia / Dunia Pusaka
    PIN BBM : PUSAKA
    Telephone : +6281 222 886 456
    Sms : +6285 2939 88885
    WhatsApp : +6285 2939 88885
    Line : pusakadunia
    WeChat : pusakadunia
    Instagram : pusakadunia

    Gambar Foto Kelender 2018 Walisongo.

    Gambar Foto Produk hanya di resize dan tanpa editan sama sekali. Kami tampilkan jarak dekat sehingga anda bisa melihat tanpa ada yang di sembunyikan kekurangan dan kelebihannya. Karena bagi kami kejujuran dan kepuasan anda yang utama dan bukan mengutamakan keuntungan semata.

    Hak Cipta Gambar Foto.

    Gambar Foto Produk Kelender 2018 Walisongo merupakan foto asli dari Pusaka Dunia sehingga jika ada penjual online dengan foto yang sama tanpa ijin, dipastikan penjual tersebut telah melakukan pencurian gambar foto hak cipta Pusaka Dunia. Harap Waspada Penipuan Online, Baca Ciri Ciri Toko Online Terpercaya

    Himbauan Pembeli Kelender 2018 Walisongo.

    Mengingat kami mengutamakan kejujuran dan ingin menjalin silaturami serta kepuasan anda yang utama, sebaiknya teliti dan baca semua keterangan yang kami berikan, setelah memantapkan hati barulah anda meminang Kelender 2018 Walisongo.

    Walisongo

    Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.

    Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain

    Sunan Gresik

    Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapurosukolilo, kota Gresik, Jawa Timur.

    Sunan Ampel

    Sunan Ampel adalah salah seorang wali di antara Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Ia lahir 1401 di Champa. Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa ini. Encyclopedia Van Nederlandesh Indie mengatakan bahwa Champa adalah satu negeri kecil yang terletak di Kamboja. Pendapat lain, Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa.

    Sunan Bonang

    Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang. Nama Sunan Bonang diduga adalah Bong Ang sesuai nama marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel.

    Sunan Drajat

    Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan.

    Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam ia menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi

    Sunan Kudus

    Sunan Kudus adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang tergabung dalam walisongo, yang lahir pada 9 September 1400M/ 808 Hijriah. Nama lengkapnya adalah nama Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan. Ia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung.

    Runtuhnya kerajaan Hindu-Jawa dan timbulnya negara-negara Islam di Nusantara. Bapaknya yaitu Sunan Ngudung adalah putra Sultan di Palestina yang bernama Sayyid Fadhal Ali Murtazha (Raja Pandita/Raden Santri) yang berhijrah fi sabilillah hingga ke Jawa dan sampailah di Kekhilafahan Islam Demak dan diangkat menjadi Panglima Perang.

    Sunan Giri

    Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ‘Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Ia lahir di Blambangan tahun 1442, dan dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

    Sunan Kalijaga

    Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

    Sunan Muria

    Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngandung. Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat dia dimakamkan.

    Sunan Gunung Jati

    Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah atau Sayyid Al-Kamil adalah salah seorang dari Walisongo, ia dilahirkan Tahun 1448 Masehi dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim (seorang penguasa mesir) dan Nyai Rara Santang, Putri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran (yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Mudaim).


    Tag: , ,

    Dapatkan Update Terbaru
    Daftar newsletter