+6281222886456
+6285 2939 88885
+6285 2939 88885
PUSAKA
admin@pusakadunia.com
Pusaka Dunia
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja

Inilah Hari Pusaka Dunia

Inilah Hari Pusaka Dunia. Pusaka Dunia adalah aset kekayaan dan kemakmuran bersama sebuah peradaban. Perlindungan dan pelestarian aset yang bernilai ini membutuhkan rangkaian upaya dari segenap masyarakat dunia. Hari yang khusus ini memberikan kesempatan untuk peningkatan kepedulian publik tentang keragaman pusaka serta mendorong terus tindakan aksi yang dibutuhkan untuk melindungi dan melestarikannya, sebagaimana halnya membuka mata kita untuk menyelamatkan kerentanannya.

Pada 18 April 1982 saat simposium ICOMOS di Tunisia, muncul usulan untuk menyelenggarakan “Hari Monumen dan Situs Dunia”, agar dirayakan secara simultan di setiap belahan dunia. Usulan ini disetujui oleh Executive Committee yang memberikan panduan praktis kepada National Committee tentang bagaimana penyelenggaraannya.

Gagasan ini juga disetujui oleh konferensi UNESCO melalui resolusi sesi ke 22 pada November 1983 yaitu merekomendasikan agar setiap negara anggota UNESCO menjajagi kemungkinan untuk mendeklarasikan 18 April setiap tahun sebagai “Hari Monumen dan Situs Dunia” atau secara langsung disebut Hari Pusaka Dunia.

ICOMOS, organisasi dunia tentang Monumen dan Situs memberikan sejumlah usulan tentang bagaimana memperingati Hari Pusaka Dunia yaitu:

  • Mengadakan kunjungan jelajah monumen dan situs, praktik restorasi, dalam kemungkinan bisa bebas biaya tiket masuk.
  • Mempublikasikan artikel baik di media cetak maupun media elektronik.
  • Memasang spanduk di tempat-tempat strategis untuk menarik perhatian publik.
  • Mengundang ahli lokal dan dunia serta para pemerhati untuk konferensi dan berbagi pengalaman.
  • Menyelenggarakan diskusi di pusat budaya dan ruang publik lainnya.
  • Menyelenggarakan pameran (foto, lukisan, dll).
  • Menerbitkan buku, kartu pos khusus, perangko, poster.
  • Menganugerahkan penghargaan kepada organisasi atau individu yang berkontribusi pada pelestarian, kampanye budaya serta karya penerbitan terbaik.
  • Meresmikan monument yang baru direstorasi.
  • Mengadakan aktivitas khusus untuk peningkatan kepedulian bagi anak sekolah dan generasi muda.
  • Melakukan kampanye kerjasama antar organisasi, mengidentifikasi area kerjasama, pertukaran ahli, pertemuan dan seminar, atau menyunting karya penerbitan bersama.

Agar Warisan Leluhur Nenek Moyang tidaklah pudar jangan dilupakan TANGGAL 18 APRIL HARI PUSAKA DUNIA.

 

Did you know that 18 April is World Heritage Day?

World Heritage is the shared wealth of humankind. Protecting and preserving this valuable asset demands the collective efforts of the international community. This special day offers an opportunity to raise the public’s awareness about the diversity of cultural heritage and the efforts that are required to protect and conserve it, as well as draw attention to its vulnerability.

On 18 April 1982 on the occasion of a symposium organised by ICOMOS in Tunisia, the holding of the “International Day for Monuments and Sites” to be celebrated simultaneously throughout the world was suggested. This project was approved by the Executive Committee who provided practical suggestions to the National Committees on how to organise this day.

The idea was also approved by the UNESCO General Conference who passed a resolution at its 22nd session in November 1983 recommending that Member States examine the possibility of declaring 18 April each year “International Monuments and Sites Day”. This has been traditionally called the World Heritage Day.

ICOMOS, the International Council for Monuments and Sites makes a number of suggestions on how to celebrate the World Heritage Day:

  • Visits to monuments and sites, and restoration works, possibly with free admission.
  • Articles in newspapers and magazines, as well as television and radio broadcasts.
  • Hanging banners in town squares or principal traffic arteries calling attention to the day and the preservation of cultural heritage.
  • Inviting local and foreign experts and personalities for conferences and interviews.
  • Organising discussions in cultural-centres, city halls, and other public spaces.
  • Exhibitions (photos, paintings, etc).
  • Publication of books, post-cards, stamps, posters.
  • Awarding prizes to organisations or persons who have made an outstanding contribution to the conservation and promotion of cultural heritage or produced an excellent publication on the subject..
  • Inaugurate a recently restored monument.
  • Special awareness raising activities amongst school children and youth.
  • Promotion of “twinning” opportunities between organizations, defining areas for co-operation; exchange of speakers; organisation of meetings and seminars, or the editing of joint publications.