Berita Artikel Kisaran Heboh, Ita Susilawati 19 Tahun di Santet Berubah Menjadi Seperti Nenek-nenek
Berita Artikel Kisaran Heboh, Ita Susilawati 19 Tahun di Santet Berubah Menjadi Seperti Nenek-nenek

KISARAN – Ita Susilawati, cewek berumur 19 tahun tapi punya wajah dan fisik tak beda dengan nenek berusia 70-an tahun, ternyata memiliki beragam keanehan. Itu diketahui kemarin siang saat POSMETRO MEDAN kembali mendatangi rumah orang tua Ita di Dusun IX Sidokeno, Desa Sukadamai, Kec. Pulo Bandring, Asahan, sekira 12 Km dari Kota Kisaran.
Dusun IX Sidokeno dikenal sebagai kampung yang sepi. Jalan menuju ke sana pun banyak dipenuhi lubang. Di antara rumah-rumah kampung di dusun itu, sekira pukul 10 kemarin siang, POSMETRO MEDAN tiba di sebuah rumah berdinding setengah batu dan papan. Itulah rumah pasangan Dur Rahman (50) dan Ny. Ramlia (45), ayah-ibu Ita.
Ini keluarga petani yang punya 3 anak. Ita Susilawati, yang lahir pada 1 Januari 1991, adalah anak nomor 3. Abangnya, Bambang Hermanto, lahir pada 15 Juni 1987, sementara adiknya, Faisal, lahir 24 Juni 1994.
Baru saja mencecahkan kaki di halaman rumah itu, mata POSMETRO MEDAN ‘tertumbuk’ dengan sesosok wanita uzur, yang tampak terduduk lemas di depan rumah terlihat kusam itu. Kedua tangan wanita berbaju merah itu terlihat kaku dan diganjal dengan dua buah bantal di sisi kiri-kanannya. Dialah Ita, cewek 19 tahun dengan fisik dan wajah sama seperti nenek-nenek.
Karena keanehan itu, sudah 2 tahun ini dia tak pernah bercengkrama dengan perempuan-perempuan tetangganya. Selama itu, Ita hanya terbaring di ranjang kamar pengabnya, atau duduk lemas di depan rumah. “Saya sudah pasrah dengan kondisi ini, sudah capek saya berobat (ke sana kemari),” katanya, mengawali wawancara kedua dengan POSMETRO MEDAN.
Dengan sepasang kelopak mata yang kian hari kian mengendur ke bawah, Ita menceritakan pengalaman aneh yang dirasanya saban malam Jumat atau Kamis malam. Asal malam ‘menyeramkan’ itu datang, Ita mengaku selalu merinding. Itu karena sekujur kulit mudanya yang telah keriput mendadak terasa nyeri, kaku bahkan panas seperti direbus. Terutama pada dua tangan dan kakinya.

Kalau sudah begitu, Ita selalu menjerit tak kuasa menahan sakit misterius itu. Biasanya, katanya, penyiksaan itu disertai dengan melintasnya bau kemenyan entah dari mana. Celakanya, bau mistis itu malah menambah penyiksaan pada tubuhnya. Menurut Ita, seiring bau kemenyan misterius itu terciumnya, bibirnya pun mendadak jadi bengkak dan nyeri bukan kepalang. Saking bengkaknya, kulit bibirnya menjadi turun ke bawah hingga sekira 1 Cm. Reaksi ini sama seperti sepasang kulit kelopak matanya yang kian mengendur ke bawah.
Anehnya, rasa nyeri hebat yang membuat bibirnya menjadi bengkak itu, selalu hilang asal hari menjelang pagi. Bibirnya yang bengkak pun kembali berbentuk normal. Reaksi aneh serupa, menurutnya, kembali terjadi dinihari (18/2) kemarin, beberapa jam sebelum kedatangan POSMETRO MEDAN.
Hingga kemarin, misteri penyakit aneh yang diderita Ita belum ada yang bisa mengobati. “Wah kalau untuk pengobatannya mungkin semua rumah sakit yang ada di Sumatera Utara ini sudah dibawa, tapi penyakitnya tak juga bisa disembuhkan,” ujar Ramlia, ibu Ita.
Seperti pengakuan Ita pada edisi kemarin, tim medis dari sejumlah rumah sakit ternama di Medan tempatnya pernah diopname, seperti RS Pirngadi dan RS Adam Malik, RS Elisabeth, mengaku tak menemukan biang penyakit yang membuat wajah cantik dan tubuh muda Ita menjadi keriput. Begitu juga saat dia pertama kali dibawa ke RS Kartini di Kisaran.
Kalau pun medis mendiagnosa, menurut Ny. Ramlia, jawabannya selalu umum dan hasil pengobatannya nihil. Seperti tim medis RS Pirngadi yang menyebut, Ita terkena alergi lingkungan. Atau medis RS Adam Malik yang mengklaim, Ita terkena penyakit kelainan pada matanya.
Guna mengobatinya ke sana ke mari itu, tak terhitung sudah jumlah duit yang dikeluarkan orang tuanya, Dur Rahman (50) dan Ny. Ramlia (45), hingga menjual harta seperti tanah, sepeda motor, bahkan kini malah terlilit banyak utang. Karena utang keliling pinggang itu pula, “Saya pikir tadi bapak-bapak ini datang mau nagih utang, makanya agak takut menghampiri,” kata Ramlia.
Sementara, tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Asahan, untuk sementara berkesimpulan, penyakit penuaan dini yang diderita Ita kemungkinan disebabkan karena degeneratif percepatan jaringan sel tubuh. Ini yang menyebabkan terjadinya penuaan dini. Namun analisa itu dinyatakan masih bersifat sementara.
“Kita akan segera upayakan pengobatannya ke Rumah Sakit Umum Pemerintah di Medan, karena sarana dan prasarana di rumah sakit RSU HAMS Kisaran masih sangat terbatas,” janji Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Asahan, Habinsaran Nasution.
Nasution mengaku sangat terkejut dengan pemberitaan sejumlah media massa terkait penyakit yang diderita Ita. Itu karena selama ini, katanya, kasus penyakit aneh yang diderita Ita tidak pernah dilaporkan pihak Puskesmas dan aparat pemerintah desa tempat tinggal wanita malang itu.
“Saya benar-benar terkejut membaca berita tentang penyakit aneh tersebut di koran pagi ini,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, guna menangani kasus ini, diperlukan pengkajian yang kompleks dari pakar kedokteran dari berbagai disiplin ilmu. “Kalau di rumah sakit kita, yah terus terang, kita tidak mampu, apalagi penyakit yang diderita Ita sebelumnya belum pernah terjadi di sini.”
Nasution mengaku mengaku telah memerintahkan tim medis dari Puskesmas Kecamatan Meranti -dekat rumah Ita, agar melihat kondisi wanita itu. Atas hasil peninjauan inilah, Nasution mengaku pihaknya segera mengambil sikap untuk menindaklanjuti penanganan Ita secara medis.
“Kami tidak berani menyimpulkannya saat ini. Ini masih analisa kita sementara, karena untuk menyimpulkan penyakit yang diderita Ita, itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” kata Kepala Puskesmas Meranti, Kabupaten Asahan, Jenny Tarigan.
Menurut dia, untuk membuktikan penyakit yang diderita Ita, perlu pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, sehingga diperoleh penjelasan lebih lanjut tentang penyebab penyakit anak kedua dari tiga bersaudara itu.
“Karena itu, Ita perlu dirujuk ke RSU pemerintah agar mendapatkan penanganan secara intensif dan serius. Dalam tahap awal kita akan segera merujuk Ita ke RSU H Abdul Manan Simatupang, untuk mendapatkan perawatan pendahuluan,” ucapnya.
Walau Ita berasal dari keluarga tidak mampu, namun tidak terdaftar sebagai Jamkesmas. Sebab itu, untuk sementara pihaknya akan merujukkannya ke RSU HAMS Kisaran dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa.
Sementara kedua orang tua Ita berharap ada uluran tangan dari Pemkab Asahan atau orang yang memberi derma agar anak perempuan satu-satunya dapat terus berobat melalui medis dan demikian juga melalui tabib.
Puluhan Dukun Sebut Ita Disantet Lewat Foto
Sementara, sambung Ramlia, “Kalau berobat ke tempat orang pintar selama ini mungkin sudah ada 60 orang, tapi nggak juga bisa sembuh.” Menurut semua paranormal yang didatangi, Ita diguna-gunai seseorang yang sakit hati akibat cintanya ditolak saat 2 tahun lalu -sebelum menikah dan ditinggal suami, wanita ini menjadi kembang atau gadis pujaan di desanya.
Pengakuan Ramlia, 60 an dukun yang didatangi keluarganya demi mengobati Ita, tinggal di berbagai daerah di Sumatera Utara, seperti Tanjung Balai, Medan, Labuhan Batu, Simalungun, dan Asahan. Namun, Ita tetap saja merana.
Alasan mereka tak bisa mengobati, menurut Ramlia, beragam. Ada dukun yang mengaku, ilmu santet yang menyerang Ita terlalu tinggi kehebatannya. Ada juga yang mengatakan, penyakit yang diderita Ita berkat ritual seorang dukun black magic yang memanggil jin yang punya kesaktian tingkat tinggi.
Putra, spiritual asa; Mutiara Asahan, mengaku berdasarkan hasil terawangannya, Ita disantet oleh seoran dukun sakti yang tinggal di wilayah Simalungun. Ilmu dukun itu, sebutnya, merupakan ilmu santet yang berusia ratusan tahun, dan sudah diklaim punah sekitar 80 tahun lalu. “Namun entah bagaimana ilmu santet ini bisa muncul kembali dan dimiliki seseorang,” kata Putra.
Jika melihat tipe santet yang dikirim, sambungnya, “Ilmu santet itu merupakan santet dari daerah Simalungun. Sedangkan sarana yang digunakan adalah foto korban. Di mana foto korban dibacai mantera dan dimasukan ke dalam tubuh binatang berkaki empat melalui ritual.”
Menurut Putra, sebenarnya santet seperti ini walau pun sudah berusia cukup tua, namun masih bisa dihilangkan. Kesehatan Ita juga bisa disembuhkan. Hanya saja saat ditanya apakah Putra bisa menyembuhkannya, ia mengaku tak berani. Karena menurutnya, masing-masing orang pintar memiliki pantangan dan aturan tersendiri.
Banyak Cowok Duel Rebut Hatinya
DI kampungnya, hingga tahun 2008 sebelum kimpoi, Ita yang cantik dan montok dikenal sebagai kembang desa. “Waktu masih gadis dia memang senang dandan dan pandai merawat badan,” ujar Ramlia, ibu Ita.
Saking jadi rebutan banyak cowok desa, menurut Ramlia, tak sedikit dari kumbang-kumbang yang mau merebut Ita si bunga desa, rela duel. Namun, dari sekian banyak lelakui yang mengejarnya, tak satu pun menjadi idaman hati Ita. Hingga suatu hari di tahun 2008 lalu, Ita berkenalan dengan Hendra Efendi (25), warga Gg. Manggis, Limau Sunde, Binjai.
Lelaki hobby merantau inilah yang akhirnya berhasil menyunting Ita sang kembang desa. Menurut Ramlia, perkenalan puteri semata wayangnya dengan Hendra berawal saat sebuah pasar malam dibuka di desanya. Hendra bekerja di pasar malam itu.
Di kampung itu, Hendra tinggal sementara di sebuah rumah sekira 10 meter dari rumah orang tua Ita. Dan, pucuk dicinta ulam tiba. Usai berkenalan, Ita pun jatuh hati kepada Hendra. Tapi baru 6 bulan pacaran, Hendra pergi dari kampung halaman Ita. Ia merantau lagi, entah ke mana.
Celakanya, saat di perantauan, Hendra tak pernah memberi kabar pada Ita, kekasihnya. Itu terjadi hingga setahun lamanya. Ita gundah gulana, hingga datanglah seorang lelaki baru yang mengisi hari-hari sepinya. Dialah Alan alias Lantung (23). Alan sebenarnya bukan lelaki baru bagi Ita. Pemuda itu masih warga sekampungnya.
Singkat cerita, Alan berhasil mencuri hati Ita yang diam-diam masih mencintai Hendra. Asmara Ita dan Alan malah direstui keluarga masing-masing. Tak berlama-lama pacaran, Alan pun melamar Ita. Ia datang bersama orang tuanya.
Ayah-ibu Ita, Dur Rahman dan Ramlia, setuju puteri mereka dipinang Alan. Pinangan diterima. Rencana pesta pernikahan pun ditentukan, yakni 6 bulan setelah pinangan itu.
Namun, sebelum pernikahan Ita-Alan terjadi, Hendra mendadak datang menemui Ita. Hendra malah datang sambil meminang Ita. “Mendengar maksud kedatangannya itu kita langsung terkejut,” kata Ramlia.
Begitu mendengar gadisnya telah dipinang lelaki lain, Hendra meminta Ita segera memulangkan atau membatalkan pinangan Alan. Karena lebih cinta pada Hendra, tak pikir panjang, Ita setuju. Pinangan Alan dibatalkannya. Betapa malunya ayah-ibu Ita.
Kontan saja orang tua Ita marah, dan meminta Hendra segera meninggalkan putri mereka. Tapi Ita malah mengikuti kemauan Hendra, bahkan pergi bersama lelaki pujannya itu. Selama seminggu mereka berada di Binjai, kota asal Hendra.
“Nggak tahulah mengapa saat itu saya bisa terpesona ketika dia (Hendra -red) datang. Padahal orang tua saya waktu itu melarang hubungan kami karena saya sudah tunangan (dengan Alan) dan takut malu sama tetangga,” jelas Ita, sambil menangis mengenang awal petaka itu.
Karena takut Ita tidak pulang, akhirnya ayah dan ibunya menyerah. Dengan rasa malu, mereka mengembalikan lamaran dari keluarga Alan. Tak lama usai pinangan Alan dipulangkan, Ita pun pulang ke kampung halamannya bersama Hendra. Saat itu juga, mereka dinikahkan, bahkan pestanya cukup meriah.
Ita, yang saat itu berumur 17 tahun, dinikahi dengan pinangan senilai Rp 3 juta plus sepasang cincin sebagai emas kimpoi. Saking malu melihat gadis yang telah ditunanginya kimpoi dengan lelaki lain, Alan merantau ke Kerinci, Riau, dan masih melajang hingga kini.
Meski begitu, keluarga Alan masih tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga Ita.
Tapi hanya 3 bulan bersuami, derita mulai menghinggapi Ita. Diawali mimpi dipatuk sepasang ular kobra hitam, besoknya tubuh Ita pun mendadak terasa panas luar biasa dan selanjutnya kulitnya makin mengkeriput seperti saat ini. Seiring mendapat penyakit aneh, Hendra, suaminya, pun pergi meninggalkan Ita, sampai sekarang.
‘Maaf, yang Dipanggil itu Ita Umur 19 Tahun, Bukan Nenek ini’
ADA cerita menggelitik sekaligus haru sejak wajah dan tubuh Ita tak beda dengan wanita uzur. Menurut Ramlia, ibu Ita, peristiwa terjadi saat Ita dibawa ke sebuah rumah sakit di Medan, belum lama ini.
Ceritanya, saat itu, Ita dan ibunya, Ramlia, antri menunggu antrian pengobatan. Lalu, begitu giliran Ita tiba, seorang petugas di rumah sakit itu pun memanggil nama lengkat cewek muda ini. “Ita Susilawati,” katanya dari balik ruang pemeriksaan, seperti diulang Ramlia pada POSMETRO MEDAN.
Karena sudah lama menunggu, Ramlia segera menuntun puterinya yang -karena kondisinya- malah lebih mirip jadi ibunya. Tapi begitu melihat yang dibawa ke hadapannya malah seorang nenek, petugas rumah sakit yang memanggil Ita tadi, malah tak menerima kehadiran Ramlia dan Ita.
“Maaf ya Bu, pasien yang kita panggil atas nama Ita berusia 19 tahun, bukan nenek ini. Jadi silahkan Ibu tunggu dulu dan bawa neneknya keluar untuk antri di depan (ruangan ini),” kata si petugas.
Namun setelah Ramlia menjelaskan yang dibawanya adalah Ita yang sejatinya berumur 19 tahun, petugas itu pun kontan terbengong-bengong dan menyilahkan cewek muda berwajah nenek-nenek itu masuk guna diperiksa dokter. Menurut Ramlia, banyak orang terkecoh sejak Ita berubah menjadi nenek-nenek.
“Maaf Nek, Bapak (Dur Rahman) ada di rumah,” demikian tanya orang-orang terkecoh itu pada Ita, asal mendatangi rumah keluarga Ita. Asal mendengar itu, hati Ita selalu teriris sedih. Karena itulah, dia tak mau ke luar rumah. Ita lebih sering menyendiri di kamarnya.
Demikian Artikel Tentang Kisaran Heboh, Ita Susilawati 19 Tahun di Santet Berubah Menjadi Seperti Nenek-nenek
Berita Artikel Kisaran Heboh, Ita Susilawati 19 Tahun di Santet Berubah Menjadi Seperti Nenek-nenek
Mustika Genderuwo Putih Keramat Mustika Genderuwo Putih Keramat merupakan mustika bertuah yang memiliki bentuk pamor unik dan terkesan elegan sekali Pamor mustika tersebut asli alami dan bukan karena isian maupun gambaran manusia, mustika ini pamornya bagaikan tebing yang unik dan langka. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk menjadikan pemilik mencapai kesuksesan puncak dan… selengkapnya
Rp 275.000Buku Bermain Sambil Belajar Berhitung Buku Bermain Sambil Belajar Berhitung merupakan buku yang sangat cocok untuk anak anak anda. Dengan buku ini seorang anak akan mudah untuk belajar berhitung. Buku belajar berhitung ini cocok untuk anak usia dibawah 5 tahun atau balita. Buku Bermain Sambil Belajar Berhitung Nama Produk : Buku Bermain Sambil Belajar Berhitung… selengkapnya
Rp 4.500Mustika Petir Segoro Winotan Mustika Petir Segoro Winotan merupakan mustika yang memiliki pamor unik dan pamor ini merupakan pamor alami. Selain mustika ini dapat dipakai sebagai ageman, mustika ini juga sangat pantas untuk melengkapi koleksi anda. Khasiat Manfaat Mustika Petir Segoro Winotan Insya Allah untuk pagar gaib, khodam pendamping, aktifkan cakra gaib, pembuka aura pelet pengasihan,… selengkapnya
Rp 315.000Mustika Mada Kawongan adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Mada Kawongan Insya Allah untuk dicintai/disayangi bawahan maupun atasan, mendatangan cinta kasih, membuat perjalanan cinta tak pernah sepi, kelancaran merayu para idaman hati. Produk Jenis ini bernama Batu Akik Panca Warna. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan 6.5-7 Mohs. Ukuran : 41x28x10… selengkapnya
Rp 225.000Batu Mustika Pelet Perangsang Panomo Pusaka Dunia Batu Mustika Pelet Perangsang Panomo Pusaka Dunia mampu menjadi sarana untuk membantu pemiliknya mewujudkan keinginanya. Mustika kami yang sudah masuk kedalam website resmi pusaka dunia terjamin keaslianya dan khasiatnya karena sudah melalui uji tes khasiat terlebih dahulu sebelum terpampang di website pusaka dunia. Mustika kami memiliki energi yang… selengkapnya
Rp 385.000Cincin Mustika Khodam Gajah Mada – Kekuatan, Kewibawaan & Kejayaan Sejati! Cincin Mustika Khodam Gajah Mada adalah pusaka bertuah yang diyakini memiliki energi spiritual luar biasa, terhubung dengan khodam Gajah Mada, sang mahapatih sakti dari Kerajaan Majapahit. Mustika ini dipercaya membawa kekuatan kepemimpinan, kewibawaan luar biasa, serta perlindungan gaib tingkat tinggi. Bagi mereka yang ingin… selengkapnya
Rp 1.000.000Keris Pusaka Carito Keprabon Mangkubumi Keris Pusaka Carito Keprabon Mangkubumi adalah salah satu keris pusaka yang sangat gagah sekali dan jarang untuk didapatkan. Pusaka Carito Keprabon ini memiliki bentuk pamor pedaringan kebak yang hampir memenuhi seluruh bilah, pamornya juga utuh. Pusaka ini sangat cocok sekali untuk dijadikan koleksi tambahan pusaka anda. Pamor Pedaringan Kebak ini… selengkapnya
Rp 13.500.000Ritual Buka Aura Wibawa Raja Ritual Buka Aura Wibawa Raja merupakan sebuah layanan Tim Sesepuh Pusaka Dunia yang bertujuan untuk membuka cakra inti manusia untuk memunculkan pancaran aura wibawa dan kharisma. Ilmu ini ialah ilmu kuno yang dahulunya hanya dilakukan untuk seorang Raja / Bangsawan saja untuk meningkatkan wibawa dan kharisma mereka. Manfaat Ritual Buka… selengkapnya
Rp 3.250.000Mahakarya Tosan Aji: Keris Carito Genengan Pamor Blarak Sineret Salam Budaya dari Pusaka Dunia. Kami mempersembahkan sebuah mahakarya seni tempa logam yang luar biasa, sebuah pusaka yang tidak hanya memancarkan keindahan fisik tetapi juga aura kepemimpinan yang kuat: Keris Carito Genengan Pamor Blarak Sineret. Keris ini adalah perpaduan antara dapur (bentuk) Carito Genengan yang melambangkan… selengkapnya
Rp 1.500.000Pusaka Keris Semar Ageng Bertuah Asli Keistimewaan Pusaka Keris Semar Pusaka Keris Semar Ageng adalah salah satu keris bertuah yang memiliki energi luar biasa dalam dunia spiritual. Mengandung khasiat perlindungan, kewibawaan, dan pelarisan usaha, keris ini sangat cocok bagi mereka yang ingin meningkatkan keberuntungan dan kekuatan batin. Dengan bentuk khas Semar yang melambangkan kebijaksanaan dan… selengkapnya
Rp 725.000Mengatasi Kesulitan Belajar Ilmu Allah SWT memang telah mengkaruniai berbagai potensi dalam diri setiap manusia. Seperti akal pikiran, hati nurani, anggota badan yang sempurna. Namun meski setiap orang telah dibekali dengan semua itu, tapi ternyata tidak setiap orang bisa memanfaatkan potensi dirinya denganbaik dan maksimal. Akal misalnya, sebagian terdapat orang-orang yang cerdas, mudah menangkap ilmu… selengkapnya
Syarat Memiliki Pusaka Syarat Memiliki Pusaka tidaklah sembarangan. Benda pusaka adalah suatu benda yang memiliki energi atau kekuatan positif maupun negatif yang bersinggah di dalamnya. Energi itu seringkali disebut khodam oleh masyarakat, karena energi itu akan menuruti apa yang kita perintahkan dan kehendaki. Semua orang dibolehkan memiliki benda pusaka asalkan mau atau bersedia merawatnya. Ada juga… selengkapnya
Berita Artikel Seorang Anak Membangkang Perintah Ayahnya Ketika Rasulullah S.A.W memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke gelanggang perang Badar, terjadi dialog menarik antara Saad bin Khaitsamah dengan ayahnya yakni Khaitsamah. Dalam masa-masa itu panggilan seperti itu tidak terlalu menghairankan. Kaum Muslimin sudah tidak merasa asing bila dipanggil untuk membela agama Allah dan… selengkapnya
Kenapa Harus Menikah…? Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kaum muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah. Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kaum muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah. 1. Melengkapi agamanya “Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam… selengkapnya
Masih Dinaungi Nur Soeharto Masih Dinaungi Nur Soeharto adalah salah satu artikel dari sekian banyak artikel yang kami buat, anda juga bisa menjumpai artikel yang serupa di majalah posmo edisi 722. Jend. Besar TNI Purn. Haji Muhammad Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani… selengkapnya
Larangan Saat Ke Pantai Larangan Saat Ke Pantai adalah hal penting yang wajib diketahui. Di pantai parangtritis yogyakarta ada sebuah larangan memakai baju hijau. Konon jika seseorang memakai baju hijau akan terseret ombak atau nyawanya akan melayang. Mitos ini sudah beberapa kali terjadi maka dari itu mitos ini banyak sekali dipercaya. Sebenarnya larangan saat ke pantai… selengkapnya
Cara Merawat Mustika Combong Cara Merawat Mustika Combong perlu diketahui oleh para pemilik pusaka ini. Batu mustika adalah jenis benda pusaka yang sangat mudah dan efektif untuk di isi energi dan paling efektif digunakan untuk persinggahan khodam perewangan. Seseorang yang memiliki mustika bertuah wajib mengetahui cara perawatanya. Mustika Combong adalah mustika yang terkenal untuk memikat seseorang… selengkapnya
Jangan Beberkan Rahasia Rumah Tangga Anda! Mukaddimah Kita sering menyaksikan ada sekelompok ibu-ibu yang berkumpul, lalu ‘nyerempet-nyerempet’ bercerita tentang hal-hal yang amat sensitif dan pribadi dari rahasia rumah tangganya, seperti menbeberkan masalah hubungan seksualnya dengan sang suami tanpa sedikitpun rasa malu apalagi canggung. Atau membeberkan ‘aib sang suami yang tidak boleh diketahui orang lain. Demikian… selengkapnya
Strategi Setan Menjerumuskan Manusia Sebelum kita mengetahui strategi setan menjerumuskan manusia, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui Visi dan Misi setan. Visi setan adalah memperbudak manusia dan Misi setan mengkondisikan manusia lupa kepada Alah SWT. Adapun strategi setan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sbb : 1. Waswasah Waswasah artinya membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan… selengkapnya
Tentang Makan Daging Babi, Cacing Masuk Di Otak. Para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi, dan ketika dipasarkan di negara… selengkapnya
