Artikel Hikayat Tanjung Lesung
Berita Artikel Hikayat Tanjung Lesung
Kisah Misteri Tanjung Lesung
Pada zaman dahulu kala ada seorang pengembara dari Laut Selatan bernama Raden Budog. Suatu hari, setelah lelah bermain di tepi pantai, Raden Budog beristirahat di bawah pohon ketapang laut. Angin semilir sejuk membuat Raden Budog terlena. Perlahan matanya terpejam. Dalam tidumya Raden Budog bermimpi mengembara ke utara dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik. Hati Raden Budog terpesona oleh kecantikannya. Tanpa disadarinya, kakinya melangkah mendekati gadis itu yang tersenyum manis kepadanya. Dilihatnya tangan gadis itu diulurkan kepadanya. Raden Budog pun mengulurkan tangannya hendak menyambut uluran tangan gadis itu. Tapi betapa terkejutnya dia… seranting kering pohon ketapang mengenal dahinya. Raden Budog terperanjat dan terbangun dari tidurnya. Dengan perasaan kesal diraihnya ranting itu dan dibantingnya keras-keras. “Ranting keparat!” gerutunya. “Kalau ranting itu tidak jatuh maka aku bisa menikmati mimpi indahku.”
Berhari-hari bayangan mimpi itu tidak pernah bisa hilang dari ingatan Raden Budog. Lalu diputuskannya bahwa dia akan pergi mengembara. Raden Budog pun segera menyiapkan perbekalan untuk pengembaraannya. “Cek…cek…cek…, kita akan mengembara, sayang,” kata Raden Budog mengelus-elus anjing kesayangannya yang melonjak-lonjak dan menggonggong gembira seolah mengerti ajakan tuannya.
Raden Budog lalu menghampiri kuda kesayangannya. “Kita akan mengembara jauh, sayang. Bersiap-siaplah.” Raden Budog membelai-belai kudanya yang meringkik gembira. Kemudian Raden Budog menyiapkan golok dan batu asah yang selalu dibawanya ke mana saja dia mengembara.
Setelah semuanya dirasa siap, Raden Budog segera menunggang kuda kesayangannya, berjalan ke arah utara. Di pinggangnya terselip golok panjang yang membuatnya tampak gagah dan perkasa. Sedangkan tas anyaman dari kulit terep berisi persediaan makanan, terselempang di bahunya. Sementara itu anjing kesayangannya berjalan di depan, mengendus-endus mencari jalan bagi tuannya. Anjing itu kadang menggonggong menghalau bahaya yang mengancam tuannya.
Lima hari perjalanan telah ditempuhnya. Walaupun begitu Raden Budog belum juga mau turun dari kudanya. Dia juga tidak menyadari badannya sudah lemah karena perutnya kosong, begitu pula kudanya. Pikirannya cuma terbayang-bayang pada mimpinya di tepi pantai itu. “Kapan dan di mana aku bisa bertemu gadis itu?” gumamnya dalam hati.
Raden Budog terus memacu kudanya menapaki jalan-jalan terjal dan mendaki hingga tiba di Gunung Walang yang sekarang ini menjadi kampung Cimahpar. Tiba-tiba kudanya roboh. Raden Budog terperanjat, mencoba menguasai keseimbangannya. Namun Budog terperanjat, mencoba menguasai keseimbangannya. Namun karena sudah sama-sama lemah, Raden Budog dari kudanIva berguling-guling di lereng gunung. Anjing kesayangannya menggonggong cemas meningkahi ringkik kuda. Raden Budog segera bangun, sekujur badannya terasa lemah dan nyeri.
Sejenak Raden Budog istirahat di Gunung Walang. Dia membuka bekalnya dari makan dengan lahap. Sementara itu kudanya mencari rumput segar sedangkan anjingnya berlarian kian kemari memburu mangsanya, seekor burung gemak yang berjalan di semak-semak.
“Ayo kita berangkat lagi!” Raden Budog berteriak memanggil kuda dan anjingnya. Namun dilihatnya pelana kuda itu ternyata telah robek. Dengan terpaksa Raden Budog menanggalkan pelana itu dan memutuskan untuk meneruskan perjalanannya dengan berjalan kaki karena dia tidak biasa menunggang kuda tanpa pelana. Mereka terus rnelangkah hingga tibalah di suatu tempat yang tinggi. Tali Alas namanya yang sekarang disebut Pilar. Dari tempat inilah Raden Budog dapat melihat laut yang biru membentang dengan pantainya yang indah.
Raden Budog kemudian melanjutkan perjalanan ke pantai Cawar. Begitu sampai di pantai yang indah itu Raden Budog segera berlari dan terjun ke laut, berenang-renang gembira. Perjalanan yang begitu melelahkan Iitu seolah lenyap oleh segarnya air pantai Cawar. Di muara sungai Raden Budog membilas tubuhnya. lalu dicarinva kuda dan anjing kesayangannya untuk meneruskan pengembaraan.
“Ayo kita berangkat lagi!” seru Raden Budog ketika dilihatnya kuda dan anjing kesayangannya itu sedang duduk di tepi pantai.
Tidak seperti biasanya, kuda dan anjing kesayangannya itu diam saja seolah tak perduli ajakan tuannya. Raden Budog merasa heran. “Cepat berdiri! Ayo kita berangkat”‘ Seru Raden Budog lagi.
Tapi kedua binatang itu tetap duduk saja, tak bergerak sedikit pun. Anjing dan kuda itu tampak sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang, sehingga sekadar untuk berdiri pun tak sanggup lagi.
“Aku harus segera menemukan gadis pujaanku. Kalau kalian tidak mau menuruti perintahku dan tetap diam seperti karang, akan kutinggalkan kalian di sini!” teriak Raden Budog sambil meneruskan perjalanan, meninggalkan anjing dan kuda kesayangannya. Namun kedua binatang itu tetap tidak bergeming dan menjelma menjadi karang. Sampai sekarang di pantai Cawar terdapat karang yang menyerupai kuda dan anjing sehingga disebut Karang Kuda dan Karang Anjing.
Maka Raden Budog melanjutkan pengembaraannya seorang diri. Dalam benaknya telah ada kesayangan lain yang ingin segera ditemukannya. Gadis pujaan yang muncul dalam mimpinya itu benar-benar memenuhi benaknya, sehingga goloknya pun tertinggal di Batu Cawar. Kini Raden Budog hanya membawa tas dari kulit terep beserta batu asah di dalamnya. Sesampainya di Legon Waru, Raden Budog kembali merasakan kelelahan. Sendi-sendi tubuhnya terasa lunglai. Tapi Raden Budog tidak ingin beristirahat barang sebentar. Dia terus mencoba melangkah dengan sisa tenaganya.
“Benda ini rasanya sudah tak berguna, hanya memberati pundakku saja. Lebih baik kutinggalkan saja di sini,” gumam Raden Budog. Diambilnya batu asah itu dari dalam tasnya dan diletakkannya di tepi jalan. “Biarlah batu ini menjadi kenangan,” gumamnya lagi. Demikiamah, sampai saat ini di Legon Waru terdapat sebuah karang yang dikenal dengan Karang Pengasahan.
Berhari-hari Raden Budog terus mengembara menyusuri pesisir pantai. Wajah gadis yang menghiasi mimpinya memenuhi pikirannya sepanjang perjalanan, menyalakan semangat dalam dadanya. Rasa bosan, lelah dan letih tak dihiraukannya. Juga pakaiannya yang mulai lusuh dan badannya yang berdebu. Suatu ketika hujan turun dengan derasnya, Raden Budog berlindung di bawah pohon. Dari balik pasir, tiba-tiba berhamburan penyu-penyu besar dan kecil menuju laut. Penyu-penyu itu seakan gembira menyambut datangnya air hujan. Tempat itu kini dikenal dengan nama Cipenyu. Sesaat kemudian Raden Budog melanjutkan perjalanannya setelah mengambil daun pohon langkap yang dijadikannya sebagai payung agar tidak kehujanan.
Namun hujan terus melebat, tidak ada pertanda akan reda. Mendung tampak semakin menghitam dan bergerak dari selatan menuju utara. “Mudah-mudahan ada gua di sekitar sini. Aku harus berlindung dan beristirahat sejenak,” gumam Raden Budog. Dan betapa gembiranya Raden Budog ketika dilihatnya sebuah bukit karang yang menjorok. Raden Budog pun mempercepat langkah dan masuk ke dalam gua. Ditutupnya pintu gua dengan daun langkap sehingga gua itu pun menjadi gelap gulita.
Beberapa saat Raden Budog beristirahat melepas lelah sambil menunggu hujan reda. Tapi Raden Budog merasa tidak nyaman berada dalam gua yang gelap gulita itu. Dibukanya daun langkap yang menutupi pintu gua. Seberkas sinar menerobos masuk. Ternyata hujan telah reda. Raden Budog pun keluar dan ditutupnya kembali mulut gua itu dengan daun langkap. Sampai saat ini pintu gua itu tetap tertutup daun langkap yang membatu dari dikenal dengan nama Karang Meumpeuk.
Tidak jauh dari Karang Meumpeuk, tibalah Raden Budog pada sebuah muara sungai yang airnya sangat deras. Hujan yang baru saja turun memang sangat lebat, sehingga tidak mengherankan jika sungai-sungai menjadi banjir. Raden Budog terpaksa menghentikan perjalanannya dan duduk di atas batu memandangi air sungai yang meluap. Sayup-sayup terdengar bunyi lesung kayu dari seberang sungai. Hati Raden Budog berdebar dipenuhi rasa sukacita. Dia merasa yakin, di seberang sungai terdapat kampung tempat tinggal gadis pujaannya yang selama ini dia cari. “Dasar kali banjir!” gerutu Raden Budog tak sabar menunggu banjir surut. Tempat ini sampai sekarang terkenal dengan Kali Caah yang berarti kali banjir.
Karena sudah tidak dapat menahan sabar, akhirnya Raden Budog menyeberangi sungai itu walaupun dengan susah payah dan dengan mengerahkan seluruh tenaganya. Di pitltu masuk kampung, Raden Budog beristirahat, rnengitarkan pandang ke arah kampung. Hatinya mulai merasa tenang karena merasa akan segera bertemu dengan gadis yang dimimpikannya.
Di kampung itu tinggallah seorang janda bernama Nyi Siti yang memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik. Sri Poh Haci namanya. Setiap hari Dri Poh Haci membantu ibunya mnumbuk padi menggunakan lesung(alat penumbuk padi pada zaman dahulu) yang dipukul-pukulnya itu menimbulkan suara yang sangat merdu dan indah. Oleh sebab itu, setiap kali selesai menumbuk padi, Sri Poh Haci tidak segera berhenti, tapi terus memukul-mukul lesung itu hingga terangkatlah nada yang merdu dan enak didengar. Dimulai dari sinilah akhirny banyak gadis kampung yang berdatangan ke rumah Nyi Siti untuk ikut memukul lesung bersama Nyi Poh Haci.
Kebiasaan memukul lesung akhirnya menjadi tradisi kampung itu. Sri Poh Haci merasa gembira dapat menghimpun gadis-gadis kampung bermain lesung. Permainan ini oleh Sri Poh Haci diberi nama Ngagondang, yang kemudian dijadikan acara rutin setiap akan menanam padi. Tapi pada setiap hari Jum’at dilarang membunyikan lesung, karena hari Jum’at adalah hari yang keramat bagi kampung itu.
Raden Budog yang sedang beristirahat di pintu masuk kampung kembali mendengar bunyi lesung yang mengalun merdu. Kemudian dia berdiri dan melangkahkan kaki menuju ke arah sumber bunyi-buny’in itu. Bunyi lesung terdengar semakin keras. Di dekat sebuah rumah, dilihatnya gadis-gadis kampung sedang bermain lesung. Tangan mereka begitu lincah dan trampil mengayunkan alu ke lesung, membentuk nada-nada mempesona. Tapi yang lebih mempesonakan Raden Budog adalah seorang gadis semampai yang cantik jelita. Gadis itu mengayunkan tangannya sekaligus memberi aba-aba pada gadis-gadis lain. Rupanya gadis itu adalah pemimpin dari kelompok gadis-gadis yang sedang bermain lesung itu.
Merasa ada yang memperhatikan, gadis itu, Sri Poh Haci, memberikan syarat kepada gadis-gadis lainnya untuk menghentikan permainan. Gadis-gadis itu pun bergegas pulang ke rumah masing-masing. Begitu pula Sri Poh Haci. Di dalam rumah, ibunya bertanya kepada Sri Poh Haci, mengapa permainannya hanya sebentar. Sri Poh Haci lalu menceritakan bahwa di luar ada seorang lelaki tampan yang belum pernah dilihatnya. “Laki-laki itu memperhatikanku terus. Aku jadi malu, Bu,” kata Sri Poh Haci.
Sesaat kemudian, terdengar suara ketukan pintu.
“Sampurasun.”
“Rampes,” jawab Nyi Siti seraya berjalan menuju pintu dan membukanya perlahan. Dilihatnya seorang pemuda yang gagah lagi tampan berdiri di depan pintu.
Belum sempat Nyi Siti berbicara, pemuda itu sudah mendahului membuka suara. “Maaf mengganggu. Bolehkah saya menginap di rumah ini?”
Nyi Siti tentu saja kaget mendengar permintaan dari orang yang tak dikenalnya. “Kisanak ini siapa? Dari mana asalnya? Mengapa pula hendak menginap di sini? Saya belum kenal dengan Kisanak,” kata Nyi Siti.
“Oh, ya. Maaf, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Raden Budog. Saya seorang pengembara. Saya tak punya tempat tinggal. Kebetulan saya sampai di kampung ini, dan kalau diperbolehkan saya ingin menginap di sini,” jelas Raden Budog.
“Maaf, Kisanak. Saya seorang janda dan tinggal dengan anak perempuan saya satu-satunya. Saya tidak berani menerima tamu laki-laki, apalagi sampai menginap,” jawab Nyi Siti dengan tegas dan segera menutup pintu.
Hari sudah mulai gelap. Raden Budog yang merasa kesal oleh kejadian yang baru saja dialaminya berjalan menuju bale-bale bambu di dekat rumah Nyi Siti. Dia merebahkan tubuhnya dan segera tertidur pulas. Dia pun bermimpi diijinkan menginap di rumah itu. Bukan oleh Nyi Siti yang menyebalkan itu, tapi oleh seorang gadis cantik yang dia temui dalam mimpinya di pantai selatan, gadis yang tadi dilihatnya sedang bermain gondang. Ah, betapa senangnya hati Raden Budog.
Namun waktu begitu cepat berlalu. Matahari mulai muncul di ufuk timur. Raden Budog terbangun, mengusap-usap matanya yang masih mengantuk. Hidungnya mencium wangi kopi yang menyegarkan. Kemudian dilihatnya seorang gadis cantik menyuguhkan segelas kopi di sampingnya.
“Minum dulu kopinya, Raden,” kata gadis itu.
“Kamu siapa? Dari mana kamu tahu namaku?” tanya Raden Budog, walau sesungguhnya dia tahu bahwa gadis itu pastilah anak Nyi Siti.
“Namaku Sri Poh Haci, anak Nyi Siti.”
Hari berganti hari. Kedua insan itu pun jatuh cinta. Nyi Siti sebenarnya tidak setuju bila anaknya dipinang oleh orang yang tidak diketahui asal-usulnya, apalagi orang itu kelihatan keras kepala. Tapi Nyi Siti juga tidak ingin mengecewakan hati Sri Poh Haci, anaknya yang semata wayang itu. Akhirnya Raden Budog menikah dengan Sri Poh Haci. Kesenangan Sri Poh Haci menabuh lesung tetap dilanjutkan bersama gadis-gadis kampung. Bahkan Raden Budog sendiri menjadi sangat mencintai bunyi lesung dan turut memainkannya. Hingga suatu ketika, terjadilah peristiwa yang tidak diinginkan sama sekali oleh penduduk kampung itu. Karena sangat senangnya terhadap bunyi lesung, Raden Budog yang keras kepala itu setiap hari tidak mau berhenti menabuh lesung.
Hari itu hari Jum’at. Raden Budog kembali hendak menabuh lesung. Para tetua kampung memperingatkan dan melarang Raden Budog. Tapi Raden Budog tidak perduli dan tetap menabuh lesung. Dengan hati girang dan bersemangat, Raden Budog terus menabuh lesung seraya melompat-lompat kian kemari.
“Lihat, lihat! Ada lutung memukul lesung! Ada lutung memukul lesung!” Penduduk kampung berteriak-teriak melihat seekor lutung sedang memukul-mukul lesung.
Raden Budog terperanjat mendengar teriakan-teriakan Itu. Dia melihat ke sekujur tubuhnya. Betapa kagetnya dia setelah melihat tangarnnya penuh bulu. Begitu pula kakinya. Dirabanya mukanya yang juga telah ditumbuhi bulu. Raden Budog pun lari terbirit-birit masuk ke dalam hutan di pinggir kampung itu. Raden Budog menjadi lutung. Penduduk kampung itu menamainya Lutung Kesarung.
Sri Poh Haci sangat malu dengan kejadian itu. Diam-diam dia pergi meninggalkan kampung. Konon Sri Poh Haci menjelma menjadi Dewi Padi. Demikianlah ceritanya, kampung itu pun terkenal dengan sebutan Kampung Lesung dan karena letaknya di sebuah tanjung, orang-orang kemudian menyebutnya Tanjung Lesung.
Demikian Artikel Tentang Hikayat Tanjung Lesung, Semoga Bermanfaat untuk anda
Artikel Hikayat Tanjung Lesung
Mustika Teratai Putih Pelarisan Mustika Teratai Putih Pelarisan merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki warna yang sangat eksotik dan menawan, sehingga batu ini sangat cocok untuk dijadikan cincin atau liontin. Batu mustika ini memiliki tuah khasiat yang sangat ampuh, tidak heran jika pecinta pusaka bertuah banyak memburunya. Batu Mustika ini akan… selengkapnya
Rp 350.000Mustika Sumsum Bertuah adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Sumsum Bertuah Insya Allah untuk menahan segala macam bentuk godaan didunia, godaan nafsu, godaan gila harta, godaan ilmu, dan segala macam godaan lainnya, membuat pemilik susah untuk terpengaruh bujukan / rayuan yang menjebak, kerejekian tingkat tinggi, mendatangkan rejeki dari berbagai penjuru sumber yang dimiliki… selengkapnya
Rp 275.000Mustika Alam Gaib Raja Pantai Selatan Mustika Alam Gaib Raja Pantai Selatan merupakan mustika alam gaib yang memiliki corak pamor dan perpaduan warna yang sangat elegan semakin menambah keindahan mustika tersebut. Khasiat Mustika Alam Gaib Raja Pantai Selatan Insya Allah kesuksesan pelet pemikat / pengasihan siapapun, kesuksesan dalam segala bidang, memudahkan mendapat petunjuk secara gaib… selengkapnya
Rp 400.000Produk Jenis ini bernama Liontin Kalung Titanium Limited Edition. Ukuran Liontin Kalung Titanium Limited Edition : 31 x 11 x 11 Milimeter. Stok Produk Liontin Kalung Titanium Limited Edition Jumlah Hanya Ada 1 Buah. Keterangan: Liontin kalung ini terbuat dari bahan titanium dengan perpaduan warna silih asih yang sangat indah, elegan dan dijamin anti karat. 8207… selengkapnya
Rp 250.000Mustika Pelet Perebut Istri Paling Dicari PUSAKADUNIA.COM – Anda ingin sarana perebut pasangan yang sempurna, maka Anda harus menggunakan Mustika Pelet Perebut Istri. Kami memiliki Batu Mustika Bertuah yang membantu dalam merebut istri seseorang. Mereka menawarkan kedamaian, cinta dan perlindungan bagi mereka yang menggunakannya. Batu Mustika semacam ini sangat umum dan sangat efektif untuk merebut… selengkapnya
Rp 395.000Mustika Petir Berawan Mustika Petir Berawan merupakan batu mustika merah darah yang memiliki energi besar yang sangat mudah berselaras dengan peminangnya. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Petir Berawan Insya Allah untuk merubah hubungan suami istri / pasangan yang sebelumnya sering bertengkar tidak harmonis menjadi lebih baik dan harmonis, merubah usaha yang tadinya tersendat dan mengalami kerugian… selengkapnya
Rp 275.000Mustika Samber Banyu Pengirim Santet Mustika Samber Banyu Pengirim Santet adalah mustika bertuah yang didapat dari proses penarikan alam oleh tim pusaka dunia. Mustika ini memiliki corak dan warna yang sangat menawan. Corak dan warna mustika kami murni terbentuk dari alam begitu pula dengan tuah dan khasiatnya yang alami dari alam. Dengan Memiliki Mustika Samber… selengkapnya
Rp 350.000Mustika Pesugihan Alami Mustika Pesugihan Alami merupakan mustika bertuah alami yang memiliki energi spiritual kuat dan mumpuni untuk di jadikan ageman sarana spiritual ampuh. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk sarana memperoleh pesugihan putih tanpa tumbal, meningkatkan aura kerejekian pada diri, sebagai sarana pagar gaib tempat usaha, melindungi keluarga dari serangan gaib, mendatangkan… selengkapnya
Rp 520.000Batu Mustika Pasukan Khodam Pendamping Batu Mustika Pasukan Khodam Pendamping merupakan mustika bertuah yang memiliki bentuk pamor yang unik, selain itu mustika ini berisikan banyak khodam pendamping yang selalu setia pada pemiliknya. mustika yang menjadi incaran banyak orang yang memiliki energi alami yang melimpah. Khasiat Manfaat Bertuah Batu Mustika Pasukan Khodam Pendamping Insya Allah untuk… selengkapnya
Rp 325.000Mustika Gerbang Alam Gaib Keramat Mustika Gerbang Alam Gaib Keramat merupakan mustika yang memiliki corak putih yang indah membentuk gambar pintu gerbang. Mustika gerbang gaib sangat kuat dan memiliki pancaran energi yang bagus untuk membuka mata batin. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk meningkatkan kepekaan panca indra, membuat fikiran menjadi lebih tenang, memudahkan… selengkapnya
Rp 325.000SAID IBN AL-MUSAYYIB (Sosok Ulama Langka; Takut Fitnah, Lamaran Khalifah Ditolaknya) “Said Ibn al-Musayyib sudah berfatwa saat para sahabat masih hidup” (Ahli Sejarah) Amirul Mukminin Abdul Malik ibn Marwan bertekad untuk menunaikan haji ke Baitullah al-Haram dan berziarah ke al-Haram an-Nabawy serta untuk menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW. Ketika bulan Dzul Qa’dah datang, khalifah yang… selengkapnya
Dalam budaya Guatemala, kematian menjadi momen yang sangat dirayakan. Kuburan yang tersebar di seluruh pedesaan di Guatemala menampilkan batu nisan yang dicat warna-warni. Teman-teman dan anggota keluarga dari orang yang meninggal akan melukis nisan dengan warna favorit almarhum sebagai cara untuk menghormati dan mengingat almarhum. kuburan unik tersebut bisa ditemukan di beberapa daerah di Guatemala,… selengkapnya
Asmak Keghaiban Asmanya : “SAMII’UN BASHIIR” Adapun caranya : 1.puasa sunnah selama 7 hari berturut-turut. 2.selama berpuasa,pada setiap malamnya mewiridkan asma di atas sebanyak 7000/10.000 kali. 3.akhiri dengan membaca ayat kursi dan shalawat sebanyak 7 kali. Fungsinya : Untuk mempertajam pendengaran dari bangsa ghaib,membuka mata batin,kepekaan rasa dan merupakan amalan pembuka bagi yang ingin mendalami… selengkapnya
Riyadhoh SYEIKH ABDUL WAHID Di Riwayatkan di dalam kitab Syamsul Ma’arif Al-Qubro (Syeikh Ahmad Albuuny) Bahwa sesungguhnya Syeikh Abdul Wahid Al-Andalusy mencari Toriqoh Riyadhoh surat Al-Ikhlas ini selama beberapa tahun, beliau berangkat dari Magribi (Maroko) menuju Mesir dan lanjutkan ke bumi Madinah Al-Munawwaroh dan menetap di Madinah selama 1 tahun sampai akhirnya bertemu dengan seorang… selengkapnya
Info Pengasihan Nur Kumbang. Pengasihan Nur Kumbang ini adalah pengasihan yang kekuatan gaibnya disalurkan dengan cara berjabat tangan dengan orang dituju, sehingga orang tersebut menjadi simpati bahkan bisa jatuh cinta pada Anda. Kesan pertama begitu menggoda dan selanjutnya terserah Anda…. Manteranya : Bismillaahirrohmaanirrohiim Niat ingsun pan ngatrapaken Kasihan ingsun nur kumbang Rayak-rayak runtung-runtung Batur kita… selengkapnya
Berita Artikel Terungkap Rahasia Menakutkan Bangsa Viking Status symbols: Remains found in a mass grave in Weymouth, Dorset have revealed that Viking warriors filed ‘stripes’ into their teeth to show their fighting ability Bangsa petarung berkapak yang senang memperkosa dan menyiksa ini memiliki rahasia yang bisa membuatnya tampak ganas dan menyeramkan di mata musuh. Apa… selengkapnya
Praktek Dukun Bireuen Praktek Dukun Bireuen sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Praktek Dukun Bireuen Masyarakat Bireuentidak perlu… selengkapnya
Tentang Sholawat jibril Muthowwif Bhinnur (Jibri AS pemandu cahaya wahyu). BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADININ NUURIL KAAMILI WA ALAA SAYYIDINAA JIBRIILA AL-MUTHOWWIFI BINNUURI ROSUULI ROBBIL AALAMIIN YAA QORIIBU YAA MUJIIBU YAA SAMII ADDUAA-I YAA LATHIIFAN BIMAA YASYAAU NAWWIRILLAAHUMMA ALAINAA QULUUBANA WAQUBUURONAA WA ABSHOORONAA WABASHOO IRONA BIROHMATIN MINKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN. Manfaat SHOLAWAT JIBRIL MUTHOWWIF… selengkapnya
Usaha Pencurian Jenazah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Sejarah mencatat, beberapa usaha pencurian terhadap jenazah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam , semuanya mengalami kegagalan. Sungguh Allah Subhanaahu wa Ta’ala telah menjaga Nabi-Nya Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan hidup dan dalam keadaan sudah meninggal. Ada lima usaha pencurian jenazah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang… selengkapnya
Pusat Minyak Apel Jin Daun 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19, 21 Minyak Apel Jin Daun adalah sebuah ramuan yang diramu dengan bentuk apel dengan warna keemasan. Apel jin ini merupakan apel yang berfungsi sebagai suatu benda yang menjembatani antara manusia dan para makhluk halus. Apel jin dapat digunakan untuk memanggil khodam,… selengkapnya
