Abdullah bin Abbas
Abdullah bin Abbas
Dia pemuda tua, banyak bertanya (belajar), dan sangat cerdas.
Sahabat yang mulia ini mulia segala-galanya, tidak ada yang ketinggalan. Dalam pribadinya terdapat kemuliaan sebagai sahabat Rasulullah saw. Dia beroleh kemuliaan sebagai keluarga dekat Rasulullah karena sebagai anak paman beliau, Abbas bin Abdul Mutthalib. Dia mulia dari sudut ilmu karena dia umat Muhammad yang amat alim dan saleh.
Nama lengkapnya Abdullah bin Abbas. Dia sangat alim tentang kitabullah (Alquran) dan sangat paham maknanya. Dia menguasai Alquran sampai ke dasar-dasarnya, mengetahui sasaran, dan segala rahasianya.
Ibnu Abbas lahir tiga tahun sebelum hijrah. Ketika Rasulullah saw. wafat, dia baru berumur tiga belas tahun. Dalam usia sebaya itu, dia telah menghafal seribu enam ratus enam puluh hadis untuk kaum muslimin yang diterimanya langsung dari Rasulullah dan dicatat oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab sahih mereka.
Setelah Ibnu Abbas lahir ke dunia, bayi yang masih merah itu segera dibawa ibunya kepada Rasulullah saw. Beliau memasukkan air liurnya ke dalam kerongkongan bayi itu. Air liur Nabi yang suci dan penuh berkat itulah yang pertama-tama masuk ke dalam rongga perut anak tersebut, sebelum ia disusukan ibunya. Seiring dengan air liur Nabi, masuk pulalah ke dalam pribadi bayi itu takwa dan hikmah. “Dan siapa saja yang diberi hikmah, sungguh dia telah diberi kebajikan yang banyak.” ( Al-Baqarah: 269).
Ketika anak itu meninggalkan usia kanak-kanak dan mulai memasuki usia tamyiz (usia 6 atau 7 tahun), dia tinggal di rumah Rasulullah seperti adik terhadap kakak yang saling mengasihi. Dia menyediakan air wudu beliau apabila hendak wudu. Bila Rasulullah salat, anak itu ikut salat; bila beliau bepergian, dia membonceng di belakang. Sehingga, Ibnu Abbas bagaikan bayang-bayang yang senantiasa mengikuti ke mana saja beliau pergi, atau dia senantiasa berada di seputar beliau. Sementara itu, anak tersebut dapat menyimpan dalam hati dan pikirannya yang bersih segala peristiwa yang dilihat dan kata-kata yang didengarnya, tanpa alat tulis menulis seperti yang kita kenal sekarang.
Ibnu Abbas bercerita mengenai dirinya, “Pada suatu ketika Rasulullah saw. hendak mengerjakan salat. Aku segera menyediakan air wudu untuk beliau. Beliau gembira dengan apa yang kulakukan. Ketika beliau siap untuk salat, dia memberi isyarat kepadaku supaya berdiri di sampingnya. Tetapi, aku berdiri di belakang beliau. Setelah selesai salat, beliau menoleh kepadaku seraya bertanya, “Mengapa engkau tidak berdiri di sampingku?” Jawabku, “Anda sangat tinggi dalam pandanganku, dan sangat mulia untukku berdiri di samping Anda.” Rasulullah menadahkan tangannya, lalu berdoa, “Wahai Allah, berilah dia hikmah.”
Allah memperkenankan doa Rasulullah tersebut. Dia memberi cucu Hasyim tersebut hikmah, melebihi hikmah ahli-ahli hikmah yang besar-besar. Tentu Anda ingin tahu, hikmah bentuk apa yang telah dilimpahkan Allah kepada Abdullah bin Abbas. Marilah kita perhatikan kisah selanjutnya.
Ketika sebagian sahabat memencilkan dan menghina Khalifah Ali bin Abu Thalib, Abdullah bin Abbas berkata kepada Ali, “Ya, Amirul Mukminin, izinkanlah saya mendatangi mereka dan berbicara kepadanya.” Kata Ali, “Saya khawatir risiko yang mungkin engkau terima dari mereka.” Jawab Ibnu Abbas, “Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa.” Ibnu Abbas masuk ke dalam majlis mereka. Dilihatnya mereka orang-orang yang sangat rajin beribadah. Mereka berkata, “Selamat datang, hai Ibnu Abbas. Apa maksud kedatangan Anda kemari?” Jawab Ibnu Abbas, “Saya datang untuk berbicara dengan tuan-tuan.” Sebagian yang lain berkata, “Katakanlah, kami akan mendengarkan bicara Anda.” Ibnu Abbas berkata, “Coba tuan-tuan katakan kepada saya, apa sebabnya tuan-tuan membenci anak paman Rasulullah yang sekaligus suami anak perempuan beliau (mantu Rasulullah), dan orang yang pertama-tama iman dengan beliau?” Jawab mereka, “Kami membencinya karena tiga perkara.” Tanya Ibnu Abbas, “Apa itu?” Mereka menjawab, “Pertama, dia bertahkim (mengangkat hakim) kepada manusia tentang urusan agama Allah. Kedua, dia memerangi Aisyah dan Muawiyah, tetapi dia tidak mengambil harta rampasan dan tawanan. Ketiga, dia menanggalkan gelar Amirul Mukminin dari dirinya, padahal kaum muslimin yang mengukuhkan dan mengangkatnya. Kata Ibnu Abbas, “Sudikah tuan-tuan mendengar Alquran dan hadis Rasulullah yang saya bacakan? Tuan-tuan tentu tidak akan membantah keduanya. Apakah tuan-tuan bersedia mengubah pendirian tuan-tuan sesuai dengan maksud ayat dan hadis tersebut?” Jawab mereka, “Tentu!” Kata Ibnu Abbas, “Masalah pertama, bertahkim kepada manusia dalam urusan agama Allah. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram, siapa saja di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan buruan yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu.” (Al-Maidah: 95). Saya bersumpah dengan tuan-tuan menyebut nama Allah. Apakah putusan seseorang tentang hak darah atau jiwa, dan perdamaian antara kaum muslimin yang lebih penting ataukah seekor kelinci yang harganya seperempat dirham?”
Jawab mereka, “Tentu darah kaum muslimin dan perdamaian di antara mereka yang lebih penting.” Kata Ibnu Abbas, “Marilah kita keluar dari persoalan ini.”
Kata Ibnu Abbas, “Masalah kedua, Ali berperang tetapi dia tidak menawan para wanita seperti yang terjadi pada masa Rasulullah. Mengenai masalah ini, sudikah tuan-tuan mencaci Aisyah, lantas tuan-tuan halalkan dia seperti wanita-wanita tawanan yang lain-lain. Jika tuan-tuan mengatakan “Ya,” tuan-tuan kafir. Dan, jika tuan-tuan menjawab, dia bukan ibu kami, tuan-tuan kafir juga. Allah SWT berfirman: “Nabi itu hendaknya lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan istri-istri Nabi adalah ibu-ibu mereka.” (Al-Ahzab: 6).
“Nah, pilihlah mana yang tuan-tuan suka. Mengakui ibu atau tidak. Kata Ibnu Abbas, “Ali menanggalkan gelar ‘Amirul Mukminin’ dari dirinya. Sesungguhnya ketika Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani, mula-mula Rasulullah menyuruh untuk ditulis, inilah perjanjian dari Muhammad Rasulullah. Lalu kata kaum musyrikin, “Seandainya kami mengakui engkau Rasulullah, tentu kami tidak menghalangi engkau mengunjungi Baitullah dan tidak memerangi engkau. Karena itu, tuliskan nama engkau saja, “Muhammad bin Abdullah.”
Rasulullah memenuhi permintaan mereka seraya berkata, “Demi Allah, aku adalah Rasulullah, sekalipun kalian tidak mempercayaiku.
“Bagaimana?” tanya Ibnu Abbas, “Tidak pantaskah masalah memakai atau tidak memakai gelar ‘Amirul Mukminin’ itu kita tanggalkan saja? Jawab mereka, “Ya Allah, kami setuju.” Hasil pertemuan Ibnu Abbas dengan mereka (kaum Khawarij) dan alasan-alasan yang dikemukakannya menyebabkan 20.000 orang yang membenci Ali kembali masuk ke dalam barisan Ali. Yang memusuhinya hanya tinggal 4.000 orang.
Waktu muda Abdullah bin Abbas mencari ilmu dengan berbagai cara yang dapat dilakukannya. Waktunya dihabiskan umtuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Mula-mula dia memperoleh ilmu dari mata air yang mulia, yaitu langsung dari Rasulullah sampai beliau wafat. Setelah beliau tiada, dihubunginya ulama-ulama sahabat, lalu dia belajar kepada mereka. Ibnu Abbas pernah bercerita, “Apabila seseorang menyampaikan sebuah hadis kepadaku yang diperolehnya dari seorang sahabat Rasulullah, maka kudatangi sahabat tersebut ke rumahnya waktu dia tidur siang. Lalu, aku bentangkan serbanku dekat tangga rumahnya dan aku duduk di situ menunggu dia bangun. Sementara itu, angin bertiup memenuhi tubuhku dengan debu tanah. Seandainya aku minta izin masuk kepadanya, tentu dia akan mengizinkanku. Tetapi, memang aku sengaja melakukan demikian supaya tidak menganggunya tidur. Ketika dia keluar dan melihatku dalam keadaan demikian, dia berkata, “Wahai anak paman Rasulullah. Mengapa Anda sendiri yang datang ke sini? Mengapa tidak Anda suruh saja seseorang memanggilku. Tentu aku datang memenuhi panggilan Anda!” Jawabku, “Akulah yang harus mendatangi Anda, ilmu harus didatangi, bukan ilmu yang harus mendatangi. Sesudah itu kutanyakan kepadanya hadis yang kumaksud.”
Ibnu Abbas rendah hati dalam menuntut ilmu. Dia menghormati derajat ulama. Pada suatu hari Zaid bin Tsabit, penulis wahyu dan ketua pengadilan Madinah bidang Fiqih, Qira’ah, dan Faraidh, mendapat kesulitan karena hewan yang ditungganginya bertingkah. Lalu, Abdullah bin Abbas berdiri ke hadapannya seperti seorang hamba di hadapan majikannya. Ditahannya hewan kendaraan Zain bin Tsabit. Kata Zaid, “Biarkan saja, wahai anak paman Rasulullah!” Jawab Ibnu Abbas, “Beginilah caranya kami diperintahkan Rasulullah terhadap ulama kami.” Kata Zaid bin Tsabit, “Coba perlihatkan tangan Anda kepada saya!”
Ibnu Abbas mengulurkan tanganya kepada Zaid, lalu dicium oleh Zaid. “Begitulah caranya kami diperintahkan Rasulullah menghormati keluarga Nabi kami, Kata Zaid.”
Ibnu Abbas sangat rajin menuntut ilmu sehingga mencengangkan ulama-ulama besar. Masruq bin Ajda’, seorang ulama besar tabi’in berkata, “Paras Ibnu Abbas sangat elok. Bila dia berbicara, bicaranya sangat fasih. Bila dia menyampaikan hadits, dia sangat ahli dalam bidang itu.”
Setelah ilmu yang dicarinya sempurna, Ibnu Abbas beralih menjadi guru mengajar. Rumahnya berubah menjadi jam’iah (universitas) kaum muslimin. Memang tidak salah kalau kita katakan universitas, seperti yang kita kenal sekarang. Beda universitas Ibnu Abbas dengan universitas kita sekarang ialah di universitas kita yang mengajar ada sepuluh sampai ratusan orang dosen atau profesor. Tetapi, di universitas Ibnu Abbas yang mengajar Ibnu Abbas seorang.
Salah seorang kawan Ibnu Abbas bercerita, “Saya berpendapat, seandainya kaum Quraisy mau membanggakan universitas Ibnu Abbas, memang pantas mereka bangga. Saya lihat orang banyak sudah penuh berkumpul di jalan menuju ke rumah Ibnu Abbas, sehingga jalan itu sempit dan tertutup oleh kepala orang banyak. Saya masuk menemuinya dan memberi tahu bahwa orang banyak sudah berdesak-desak di muka pintu. Katanya, “Tolong ambilkan saya air wudu!” Lalu dia berwudu dan sesudah itu duduk di ruangan majelis. Katanya, “Siapa yang hendak belajar Alquran suruhlah mereka masuk.” Saya keluar memberi tahu orangn banyak. Mereka pun masuk, sehingga seluruh ruangan dan kamar-kamar penuh dengan orang yang hendak belajar Alquran. Apa saja yang mereka tanyakan dijawabnya panjang lebar. Kemudian berkata kepada mereka, “Beri kesempatan kawan-kawan yang lain!” Lalu mereka keluar semuannya. Katanya, “Suruh masuk orang-orang yang hendak belajar tafsir Alquran dan takwilnya!” Maka, kuumumkan kepada orang banyak, sehingga mereka masuk pula memenuhi ruangan dan kamar-kamar. Apa yang ditanyakan mereka dijawabnya sampai mereka puas. Katanya, “Sekarang beri kesempatan pula kawan-kawan yang lain!” Saya disuruhnya keluar menyilakan orang yang hendak belajar tentang halal dan haram dan masalah-masalah fikih. Mereka pun masuk. Segala pertanyaan mereka dijawabnya panjang lebar. Setelah cukup waktunya, dia berkata pula, “Kini beri kesempatan kawan-kawan yang hendak belajar faraid dan sebagainya!” Mereka pun keluar, dan masuk pula orang-orang yang hendak belajar ilmu faraidh. Setelah selesai pelajaran faraid, disuruh masuk pula orang-orang yang hendak sastra Arab, syi’ir dan kata-kata arab yang sulit. Kemudian Ibnu Abbas membagi-bagi hari untuk beberapa macam bidang ilmu dalam beberapa hari, guna mencegah orang berdesak-desakkan di muka pintu. Umpamanya, sehari dalam seminggu untuk bidang ilmu tafsir, besok ilmu fikih, besok ilmu peperangan (sejarah peperangan Rasulullah) atau strategi perang. Sesudah itu ilmu syi’ir, sesudah itu ilmu sastra Arab. Tidak ada orang alim yang duduk dalam majelis Ibnu Abbas melainkan menundukkan diri kepadanya.
Karena kealiman dan kemahirannya dalam berbagai bidang ilmu, dia senantiasa diajak bermusyawarah oleh khalifah rasyidah (bijaksana) sekalipun dia masih muda belia. Apabila Khalifah Umar bin Khattab menghadapi suatu persoalan yang rumit, diundangnya ulama-ulama terkemuka termasuk Ibnu Abbas yang muda belia. Bila Ibnu Abbas hadir, Khalifah Umar memberikan tempat duduk yang lebih tinggi bagi Ibnu Abbas dan Khalifah sendiri duduk di tempat yang lebih rendah seraya berkata, “Anda lebih berbobot daripada kami.”
Pada suatu ketika Khalifah Umar mendapat kritik karena perlakuan yang diberikannya kepada Ibnu Abbas melebihi dari ulama yang tua-tua. Maka, kata Umar, “Dia pemuda tua, dia lebih banyak belajar dan berhati tenang.”
Ketika Ibnu Abbas beralih mengajar orang-orang tertentu, dia tetap tidak melupakan kewajibannya terhadap orang-orang awam. Maka, dibentuknya majelis-majelis wa’azh dan tadzkir (pendidikan dan pengajaran). Di antara pengajarannya, dia berkata kepada orang-orang yang berdoa, “Wahai orang yang berbuat dosa! Jangan sepelekan akibat-akibat perbuatan dosa itu, sebab ekornya jauh lebih gawat daripada dosa itu sendiri. Kalau engkau tidak merasa malu kepada orang lain, padahal engkau telah berbuat dosa, maka sikap tidak punya malu itu sendiri adalah juga dosa. Kegembiraanmu ketika melakukan dosa, padahal engkau tidak tahu apa yang diperbuat Allah atas dirimu adalah juga dosa. Kalau engkau sedih karena tidak dapat berbuat dosa, maka kesedihanmu itu jauh lebih dosa daripada perbuatan itu. Engkau takut kalau-kalau angin bertiup membukakan rahasiamu, tetapi engkau sendiri telah berbuat dosa tanpa takut akan Allah yang melihatmu. Maka, sikap seperti itu adalah lebih besar dosanya ketimbang perbuatan dosa itu.”
“Wahai orang yang berdosa! Tahukah Anda dosa Nabi Ayyub a.s. Yang menyebabkannya mendapat bala (ujian) mengenai jasad dan harta bendanya? Ketahuilah, dosanya hanya karena ia tidak menolong seorang miskin yang minta pertolongannya untuk menyingkirkan kezaliman.”
Ibnu Abbas tidak termasuk orang-orang yang pandai berkata tetapi tidak berbuat. Dia tidak termasuk orang yang pandai melarang tetapi tidak menghentikan. Abdullah bin Mulaikah bercerita, “Saya pernah menemani Ibnu Abbas dalam suatu perjalanan dari Mekah ke Madinah. Ketika kami berhenti di suatu tempat, dia bangun tengah malam, sementara yang lain-lain tidur karena lelah. Saya pernah pula melihatnya pada suatu malam membaca ayat ke-19 surah Qaf berkali-kali sambil menangis hingga terbit fajar. Sebagai kesimpulan, tahulah kita bahwa Ibnu Abbas yang berparas tampan itu senantiasa menangis tengah malam karena takut akan siksa Allah sehingga air mata membasahi kedua pipinya.
Ibnu Abbas sampai ke puncak ilmu yang dimilikinya. Pada suatu ketika musim haji, Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan pergi haji. Bersamaan dengan khalifah, pergi pula Abdullah bin Abbas. Khalifah Muawiyah diiringkan oleh pasukan pengawal kerajaan. Abdullah bin Abbas diiringkan oleh murid-muridnya yang berjumlah lebih banyak daripada pengiring Khalifah.
Usia Abdullah bin Abbas mencapai tujuh puluh satu tahun. Selama itu dia telah memenuhi dunia dengan ilmu, paham, hikmah, dan takwa. Ketika dia meninggal, Muhammad bin Hanafiyah turut melakukan salat atas jenazahnya bersama-sama dengan para sahabat yang lain-lain serta para pemuka tabi’in.
Tatkala mereka menimbun jenazahnya dengan tanah, mereka mendengar sura membaca, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridai-Nya. Masuklah ke dalam kelompok jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke surga-Ku”
Abdullah bin Abbas
Mustika Kala Welang Nama daripada Produk ini. Mustika Kala Welang berkhasiat Insya Allah untuk pembangkit wibawa tingkat tinggi dari segala penjuru, ditakuti bangsa jin, mudah mendapat kepercayaan semua pihak, pendinding tempat usaha dan bisnis, membuang pandangan negatif terhadap diri anda, disegani semua kalangan, keselamatan bencana fisik dan gaib, penolak bala paling ampuh, mentsabilkan usaha dan… selengkapnya
Rp 300.000Poster Ayat Kursi dan Artinya Poster Ayat Kursi dan Artinya adalah poster bergambar bertuliskan Ayat Kursi. atau Ayat Singgasana adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah. Ayat ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ubay bin Ka’ab sebagai ayat paling agung dalam Al Qur’an. Isinya tentang keesaan Allah serta kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu… selengkapnya
Rp 10.000Mustika Gumbuk Pasir Kerejekian Mustika Gumbuk Pasir Kerejekian merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki warna yang sangat eksotik dan menawan, sehingga batu ini sangat cocok untuk dijadikan cincin atau liontin. Batu mustika ini memiliki tuah khasiat yang sangat ampuh, tidak heran jika pecinta pusaka bertuah banyak memburunya. Batu Mustika ini akan… selengkapnya
Rp 385.000Souvenir Gelas Box Mika Termurah Souvenir Gelas Box Mika Termurah adalah souvenir dengan bentuk gelas yang dikemas dalam box mika mewah. Souvenir Gelas Box Mika Termurah ini biasa untuk digunakan sebagai souvenir pernikahan, souvenir acara syukuran, souvenir pindahan rumah, souvenir syukuran dari kedatangan haji / umroh, souvenir ulang tahun, souvenir aqiqah, souvenir khitanan, souvenir ucapan… selengkapnya
Rp 7.000Mustika Hijau Pengeretan Mustika Hijau Pengeretan merupakan mustika yang memiliki mustika bertuah yang memiliki pamor dengan corak warna yang indah sekali karena perpaduan warna yang satu dengan yang lainnya sangat serasi sekali. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Hijau Pengeretan Insya Allah untuk ekuatan spiritualnya tingkat tinggi membangkitkan ajian pengeretan, memancarkan aura membuat lawan jenis tergila gila,… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Pelet Sodo Lanang Yang Sempurna PUSAKA DUNIA – Mustika Pelet Sodo Lanang Yang Sempurna adalah jenis batu mustika yang diyakini memiliki energi yang menguatkan kejantanan atau ketangguhan pria. Mustika ini konon dapat membantu meningkatkan daya tarik pria terhadap lawan jenis dan menguatkan daya tahan fisiknya. Mustika ini diyakini memiliki khasiat untuk memperkuat keberanian, membangkitkan… selengkapnya
Rp 888.000Nama Produk : Tombak Pusaka Paling Kecil. Tombak Pusaka Paling Kecil ini mempunyai Khasiat Insya Allah untuk mengusir musuh, meluluhkan hati, melunturkan emosi, melunturkan kesaktian musuh agar tidak berfungsi, mendatangkan bantuan khodam kyai plered. Tangguh / Era Pembuatan / Estimasi : Kamardikan. Ukuran : -+ 4,5 CM. Stok produk barang ini : Jumlah Terbatas. 4421… selengkapnya
Rp 150.000Batu Mustika Gagak Hitam Batu Mustika Gagak Hitam adalah salah satu batu mustika bertuah dengan motif pamor membentuk sosok hitam bagaikan gagak. Pamor dan warna mustika ini terbentuk melalui proses alam secara alami dan bukan hasil isian maupun gambaran manusia. Mustika tersebut juga memiliki energi alami yang sangat bermanfaat secara positif bagi pemiliknya. Khasiat Manfaat… selengkapnya
Rp 250.000Mustika Bertuah Macan Kuning adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Bertuah Macan Kuning Insya Allah untuk pesona wibawa tingkat tinggi, tampil memikat mempesona, kekuatan pengaruh terhadap siapapun, membangkitkan saudara gaib dalam diri sendiri, menguatkan energi spiritual pribadi, mendatangkan bala bantuan khodam macan sebagai pembantu yang positif serta sebagai azimat ampuh penolak bala tingkat sempurna dan… selengkapnya
Rp 275.000Minyak Kristal Emas Pelaris Usaha Dagang PUSAKA DUNIA – Minyak Kristal Emas Pelaris Usaha Dagang adalah minyak hasil racikan sesepuh Pusaka Dunia yang dipadukan dengan batu kristal emas yang bertuah dan diproduksi secara terbatas. Minyak Kristal emas ini merupakan minyak pusaka yang banyak sekali digunakan untuk meningkan omset dari setiap usaha yang digeluti. Minyak yang… selengkapnya
Rp 200.000Praktek Dukun Binjai Praktek Dukun Binjai sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Praktek Dukun Binjai Masyarakat Binjai tidak… selengkapnya
Amalan Untuk Menagih Hutang Bagi anda yang suka berpiutang (memberi hutang) tetapi selalu saja orang yang berhutang enggan untuk membayar padahal orang yang berhutang sudah gajian bahkan bisnisnya proyeknya sukses dan menang tender. Untuk menyikapi hal ini maka lakukanlah sholat sunnat 2 rakaat secara sempurna. Pada tiap-tiap rekaat setelah mebaca surat alfatihah maka bacalah: 1…. selengkapnya
Khasiat Batu Permata Sunstone Sunstone Variasi Warna : Coklat, Kemerah-merahan Kadar Transparasi : Translucant Kilap Polis : Kilap-kaca. Index Bias : 1,532 – 1,542 Kadar Keras : 6 – 6.5. Berat Jenis : 2,62 – 2,65. Formula Kimia : Na (AlSi3O8) Ca (Al2Si2O8) Sistem Kristal : Triklinik Wilayah Penghasil : Srilangka, Kanada, Rusia, dll. Aura… selengkapnya
Jasa Dukun Makasar Jasa Dukun Makasar akan sangat efektif bagi masyarakat yang ada di Makasar. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita, sering beragam jenis masalah mulai dari yang kecil sampai yang berat. Ujian dalam kehidupan memang tidak pernah bisa dipungkiri dan dihindari, dan sudah semnestinya kita menyelesaikanya. Semua orang perlu benar-benar memperhitungkan langkah ketika ingin menyelesaikan… selengkapnya
Minyak Apel Jin Daun 17 Minyak Apel Jin Daun 17 adalah sebuah ramuan yang diramu dengan bentuk apel dengan warna keemasan. Apel jin ini merupakan apel yang berfungsi sebagai suatu benda yang menjembatani antara manusia dan para makhluk halus. Apel jin dapat digunakan untuk memanggil khodam, memanggil malaikat pelindung, ataupun untuk membentengi diri Anda dari… selengkapnya
Abdullah bin Abbas Dia pemuda tua, banyak bertanya (belajar), dan sangat cerdas. Sahabat yang mulia ini mulia segala-galanya, tidak ada yang ketinggalan. Dalam pribadinya terdapat kemuliaan sebagai sahabat Rasulullah saw. Dia beroleh kemuliaan sebagai keluarga dekat Rasulullah karena sebagai anak paman beliau, Abbas bin Abdul Mutthalib. Dia mulia dari sudut ilmu karena dia umat Muhammad… selengkapnya
Tentang Wanita Haid Dan Puasa Sahkah Puasa Bila Haid Berhenti Sebelum Fajar Tanya : Jika haid berhenti sebelum fajar lalu bersuci, maka bagaimana hukumnya ? Jawab : Puasanya tetap sah bila wanita yakin bahwa haidnya berhenti sebelum fajar. Berarti yang penting ada keyakinan bahwa ia telah berhenti haidnya. Memang ada sebagian wanita yang mengira haidnya… selengkapnya
Kesaksian Mengenai Nabi Khidir as. Nabi Khidir as. terkenal dengan sosok misterius. Walaupun ahli agama Islam di dunia masih ada yang meragukan mengenai Nabi Khidir as. namun Ulama ahlusunnah wal jamaah membenarkan riwayat mengenai adanya Nabi Khidir as. sampai saat ini. Dinamakan khidir (hijau) karena dimana dia berada maka tempat disekitarnya menjadi hijau.(Ibnu Asakir dari… selengkapnya
Alamat Dukun Alamat Dukun Maluku Utara Alamat Dukun Alamat Dukun Maluku Utara sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya…. selengkapnya
Cara Mengembalikan Pasangan Yang Pergi Dengan Puter Giling Cara mengembalikan pasangan yang pergi dengan pusaka ajian Puter Giling, merupakan salah satu ilmu ajian yang bisa membantu Anda mengembalikan pasangan, kekasih, atau orang yang Anda cintai. Seperti namanya Puter Giling, yaiu puter memiliki ati memutar balikkan atau kembali lagi, dan giling bisa berarti mengikat. Ilmu Puter… selengkapnya
