Abdullah bin Abbas
Abdullah bin Abbas
Dia pemuda tua, banyak bertanya (belajar), dan sangat cerdas.
Sahabat yang mulia ini mulia segala-galanya, tidak ada yang ketinggalan. Dalam pribadinya terdapat kemuliaan sebagai sahabat Rasulullah saw. Dia beroleh kemuliaan sebagai keluarga dekat Rasulullah karena sebagai anak paman beliau, Abbas bin Abdul Mutthalib. Dia mulia dari sudut ilmu karena dia umat Muhammad yang amat alim dan saleh.
Nama lengkapnya Abdullah bin Abbas. Dia sangat alim tentang kitabullah (Alquran) dan sangat paham maknanya. Dia menguasai Alquran sampai ke dasar-dasarnya, mengetahui sasaran, dan segala rahasianya.
Ibnu Abbas lahir tiga tahun sebelum hijrah. Ketika Rasulullah saw. wafat, dia baru berumur tiga belas tahun. Dalam usia sebaya itu, dia telah menghafal seribu enam ratus enam puluh hadis untuk kaum muslimin yang diterimanya langsung dari Rasulullah dan dicatat oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab sahih mereka.
Setelah Ibnu Abbas lahir ke dunia, bayi yang masih merah itu segera dibawa ibunya kepada Rasulullah saw. Beliau memasukkan air liurnya ke dalam kerongkongan bayi itu. Air liur Nabi yang suci dan penuh berkat itulah yang pertama-tama masuk ke dalam rongga perut anak tersebut, sebelum ia disusukan ibunya. Seiring dengan air liur Nabi, masuk pulalah ke dalam pribadi bayi itu takwa dan hikmah. “Dan siapa saja yang diberi hikmah, sungguh dia telah diberi kebajikan yang banyak.” ( Al-Baqarah: 269).
Ketika anak itu meninggalkan usia kanak-kanak dan mulai memasuki usia tamyiz (usia 6 atau 7 tahun), dia tinggal di rumah Rasulullah seperti adik terhadap kakak yang saling mengasihi. Dia menyediakan air wudu beliau apabila hendak wudu. Bila Rasulullah salat, anak itu ikut salat; bila beliau bepergian, dia membonceng di belakang. Sehingga, Ibnu Abbas bagaikan bayang-bayang yang senantiasa mengikuti ke mana saja beliau pergi, atau dia senantiasa berada di seputar beliau. Sementara itu, anak tersebut dapat menyimpan dalam hati dan pikirannya yang bersih segala peristiwa yang dilihat dan kata-kata yang didengarnya, tanpa alat tulis menulis seperti yang kita kenal sekarang.
Ibnu Abbas bercerita mengenai dirinya, “Pada suatu ketika Rasulullah saw. hendak mengerjakan salat. Aku segera menyediakan air wudu untuk beliau. Beliau gembira dengan apa yang kulakukan. Ketika beliau siap untuk salat, dia memberi isyarat kepadaku supaya berdiri di sampingnya. Tetapi, aku berdiri di belakang beliau. Setelah selesai salat, beliau menoleh kepadaku seraya bertanya, “Mengapa engkau tidak berdiri di sampingku?” Jawabku, “Anda sangat tinggi dalam pandanganku, dan sangat mulia untukku berdiri di samping Anda.” Rasulullah menadahkan tangannya, lalu berdoa, “Wahai Allah, berilah dia hikmah.”
Allah memperkenankan doa Rasulullah tersebut. Dia memberi cucu Hasyim tersebut hikmah, melebihi hikmah ahli-ahli hikmah yang besar-besar. Tentu Anda ingin tahu, hikmah bentuk apa yang telah dilimpahkan Allah kepada Abdullah bin Abbas. Marilah kita perhatikan kisah selanjutnya.
Ketika sebagian sahabat memencilkan dan menghina Khalifah Ali bin Abu Thalib, Abdullah bin Abbas berkata kepada Ali, “Ya, Amirul Mukminin, izinkanlah saya mendatangi mereka dan berbicara kepadanya.” Kata Ali, “Saya khawatir risiko yang mungkin engkau terima dari mereka.” Jawab Ibnu Abbas, “Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa.” Ibnu Abbas masuk ke dalam majlis mereka. Dilihatnya mereka orang-orang yang sangat rajin beribadah. Mereka berkata, “Selamat datang, hai Ibnu Abbas. Apa maksud kedatangan Anda kemari?” Jawab Ibnu Abbas, “Saya datang untuk berbicara dengan tuan-tuan.” Sebagian yang lain berkata, “Katakanlah, kami akan mendengarkan bicara Anda.” Ibnu Abbas berkata, “Coba tuan-tuan katakan kepada saya, apa sebabnya tuan-tuan membenci anak paman Rasulullah yang sekaligus suami anak perempuan beliau (mantu Rasulullah), dan orang yang pertama-tama iman dengan beliau?” Jawab mereka, “Kami membencinya karena tiga perkara.” Tanya Ibnu Abbas, “Apa itu?” Mereka menjawab, “Pertama, dia bertahkim (mengangkat hakim) kepada manusia tentang urusan agama Allah. Kedua, dia memerangi Aisyah dan Muawiyah, tetapi dia tidak mengambil harta rampasan dan tawanan. Ketiga, dia menanggalkan gelar Amirul Mukminin dari dirinya, padahal kaum muslimin yang mengukuhkan dan mengangkatnya. Kata Ibnu Abbas, “Sudikah tuan-tuan mendengar Alquran dan hadis Rasulullah yang saya bacakan? Tuan-tuan tentu tidak akan membantah keduanya. Apakah tuan-tuan bersedia mengubah pendirian tuan-tuan sesuai dengan maksud ayat dan hadis tersebut?” Jawab mereka, “Tentu!” Kata Ibnu Abbas, “Masalah pertama, bertahkim kepada manusia dalam urusan agama Allah. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram, siapa saja di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan buruan yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu.” (Al-Maidah: 95). Saya bersumpah dengan tuan-tuan menyebut nama Allah. Apakah putusan seseorang tentang hak darah atau jiwa, dan perdamaian antara kaum muslimin yang lebih penting ataukah seekor kelinci yang harganya seperempat dirham?”
Jawab mereka, “Tentu darah kaum muslimin dan perdamaian di antara mereka yang lebih penting.” Kata Ibnu Abbas, “Marilah kita keluar dari persoalan ini.”
Kata Ibnu Abbas, “Masalah kedua, Ali berperang tetapi dia tidak menawan para wanita seperti yang terjadi pada masa Rasulullah. Mengenai masalah ini, sudikah tuan-tuan mencaci Aisyah, lantas tuan-tuan halalkan dia seperti wanita-wanita tawanan yang lain-lain. Jika tuan-tuan mengatakan “Ya,” tuan-tuan kafir. Dan, jika tuan-tuan menjawab, dia bukan ibu kami, tuan-tuan kafir juga. Allah SWT berfirman: “Nabi itu hendaknya lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan istri-istri Nabi adalah ibu-ibu mereka.” (Al-Ahzab: 6).
“Nah, pilihlah mana yang tuan-tuan suka. Mengakui ibu atau tidak. Kata Ibnu Abbas, “Ali menanggalkan gelar ‘Amirul Mukminin’ dari dirinya. Sesungguhnya ketika Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani, mula-mula Rasulullah menyuruh untuk ditulis, inilah perjanjian dari Muhammad Rasulullah. Lalu kata kaum musyrikin, “Seandainya kami mengakui engkau Rasulullah, tentu kami tidak menghalangi engkau mengunjungi Baitullah dan tidak memerangi engkau. Karena itu, tuliskan nama engkau saja, “Muhammad bin Abdullah.”
Rasulullah memenuhi permintaan mereka seraya berkata, “Demi Allah, aku adalah Rasulullah, sekalipun kalian tidak mempercayaiku.
“Bagaimana?” tanya Ibnu Abbas, “Tidak pantaskah masalah memakai atau tidak memakai gelar ‘Amirul Mukminin’ itu kita tanggalkan saja? Jawab mereka, “Ya Allah, kami setuju.” Hasil pertemuan Ibnu Abbas dengan mereka (kaum Khawarij) dan alasan-alasan yang dikemukakannya menyebabkan 20.000 orang yang membenci Ali kembali masuk ke dalam barisan Ali. Yang memusuhinya hanya tinggal 4.000 orang.
Waktu muda Abdullah bin Abbas mencari ilmu dengan berbagai cara yang dapat dilakukannya. Waktunya dihabiskan umtuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Mula-mula dia memperoleh ilmu dari mata air yang mulia, yaitu langsung dari Rasulullah sampai beliau wafat. Setelah beliau tiada, dihubunginya ulama-ulama sahabat, lalu dia belajar kepada mereka. Ibnu Abbas pernah bercerita, “Apabila seseorang menyampaikan sebuah hadis kepadaku yang diperolehnya dari seorang sahabat Rasulullah, maka kudatangi sahabat tersebut ke rumahnya waktu dia tidur siang. Lalu, aku bentangkan serbanku dekat tangga rumahnya dan aku duduk di situ menunggu dia bangun. Sementara itu, angin bertiup memenuhi tubuhku dengan debu tanah. Seandainya aku minta izin masuk kepadanya, tentu dia akan mengizinkanku. Tetapi, memang aku sengaja melakukan demikian supaya tidak menganggunya tidur. Ketika dia keluar dan melihatku dalam keadaan demikian, dia berkata, “Wahai anak paman Rasulullah. Mengapa Anda sendiri yang datang ke sini? Mengapa tidak Anda suruh saja seseorang memanggilku. Tentu aku datang memenuhi panggilan Anda!” Jawabku, “Akulah yang harus mendatangi Anda, ilmu harus didatangi, bukan ilmu yang harus mendatangi. Sesudah itu kutanyakan kepadanya hadis yang kumaksud.”
Ibnu Abbas rendah hati dalam menuntut ilmu. Dia menghormati derajat ulama. Pada suatu hari Zaid bin Tsabit, penulis wahyu dan ketua pengadilan Madinah bidang Fiqih, Qira’ah, dan Faraidh, mendapat kesulitan karena hewan yang ditungganginya bertingkah. Lalu, Abdullah bin Abbas berdiri ke hadapannya seperti seorang hamba di hadapan majikannya. Ditahannya hewan kendaraan Zain bin Tsabit. Kata Zaid, “Biarkan saja, wahai anak paman Rasulullah!” Jawab Ibnu Abbas, “Beginilah caranya kami diperintahkan Rasulullah terhadap ulama kami.” Kata Zaid bin Tsabit, “Coba perlihatkan tangan Anda kepada saya!”
Ibnu Abbas mengulurkan tanganya kepada Zaid, lalu dicium oleh Zaid. “Begitulah caranya kami diperintahkan Rasulullah menghormati keluarga Nabi kami, Kata Zaid.”
Ibnu Abbas sangat rajin menuntut ilmu sehingga mencengangkan ulama-ulama besar. Masruq bin Ajda’, seorang ulama besar tabi’in berkata, “Paras Ibnu Abbas sangat elok. Bila dia berbicara, bicaranya sangat fasih. Bila dia menyampaikan hadits, dia sangat ahli dalam bidang itu.”
Setelah ilmu yang dicarinya sempurna, Ibnu Abbas beralih menjadi guru mengajar. Rumahnya berubah menjadi jam’iah (universitas) kaum muslimin. Memang tidak salah kalau kita katakan universitas, seperti yang kita kenal sekarang. Beda universitas Ibnu Abbas dengan universitas kita sekarang ialah di universitas kita yang mengajar ada sepuluh sampai ratusan orang dosen atau profesor. Tetapi, di universitas Ibnu Abbas yang mengajar Ibnu Abbas seorang.
Salah seorang kawan Ibnu Abbas bercerita, “Saya berpendapat, seandainya kaum Quraisy mau membanggakan universitas Ibnu Abbas, memang pantas mereka bangga. Saya lihat orang banyak sudah penuh berkumpul di jalan menuju ke rumah Ibnu Abbas, sehingga jalan itu sempit dan tertutup oleh kepala orang banyak. Saya masuk menemuinya dan memberi tahu bahwa orang banyak sudah berdesak-desak di muka pintu. Katanya, “Tolong ambilkan saya air wudu!” Lalu dia berwudu dan sesudah itu duduk di ruangan majelis. Katanya, “Siapa yang hendak belajar Alquran suruhlah mereka masuk.” Saya keluar memberi tahu orangn banyak. Mereka pun masuk, sehingga seluruh ruangan dan kamar-kamar penuh dengan orang yang hendak belajar Alquran. Apa saja yang mereka tanyakan dijawabnya panjang lebar. Kemudian berkata kepada mereka, “Beri kesempatan kawan-kawan yang lain!” Lalu mereka keluar semuannya. Katanya, “Suruh masuk orang-orang yang hendak belajar tafsir Alquran dan takwilnya!” Maka, kuumumkan kepada orang banyak, sehingga mereka masuk pula memenuhi ruangan dan kamar-kamar. Apa yang ditanyakan mereka dijawabnya sampai mereka puas. Katanya, “Sekarang beri kesempatan pula kawan-kawan yang lain!” Saya disuruhnya keluar menyilakan orang yang hendak belajar tentang halal dan haram dan masalah-masalah fikih. Mereka pun masuk. Segala pertanyaan mereka dijawabnya panjang lebar. Setelah cukup waktunya, dia berkata pula, “Kini beri kesempatan kawan-kawan yang hendak belajar faraid dan sebagainya!” Mereka pun keluar, dan masuk pula orang-orang yang hendak belajar ilmu faraidh. Setelah selesai pelajaran faraid, disuruh masuk pula orang-orang yang hendak sastra Arab, syi’ir dan kata-kata arab yang sulit. Kemudian Ibnu Abbas membagi-bagi hari untuk beberapa macam bidang ilmu dalam beberapa hari, guna mencegah orang berdesak-desakkan di muka pintu. Umpamanya, sehari dalam seminggu untuk bidang ilmu tafsir, besok ilmu fikih, besok ilmu peperangan (sejarah peperangan Rasulullah) atau strategi perang. Sesudah itu ilmu syi’ir, sesudah itu ilmu sastra Arab. Tidak ada orang alim yang duduk dalam majelis Ibnu Abbas melainkan menundukkan diri kepadanya.
Karena kealiman dan kemahirannya dalam berbagai bidang ilmu, dia senantiasa diajak bermusyawarah oleh khalifah rasyidah (bijaksana) sekalipun dia masih muda belia. Apabila Khalifah Umar bin Khattab menghadapi suatu persoalan yang rumit, diundangnya ulama-ulama terkemuka termasuk Ibnu Abbas yang muda belia. Bila Ibnu Abbas hadir, Khalifah Umar memberikan tempat duduk yang lebih tinggi bagi Ibnu Abbas dan Khalifah sendiri duduk di tempat yang lebih rendah seraya berkata, “Anda lebih berbobot daripada kami.”
Pada suatu ketika Khalifah Umar mendapat kritik karena perlakuan yang diberikannya kepada Ibnu Abbas melebihi dari ulama yang tua-tua. Maka, kata Umar, “Dia pemuda tua, dia lebih banyak belajar dan berhati tenang.”
Ketika Ibnu Abbas beralih mengajar orang-orang tertentu, dia tetap tidak melupakan kewajibannya terhadap orang-orang awam. Maka, dibentuknya majelis-majelis wa’azh dan tadzkir (pendidikan dan pengajaran). Di antara pengajarannya, dia berkata kepada orang-orang yang berdoa, “Wahai orang yang berbuat dosa! Jangan sepelekan akibat-akibat perbuatan dosa itu, sebab ekornya jauh lebih gawat daripada dosa itu sendiri. Kalau engkau tidak merasa malu kepada orang lain, padahal engkau telah berbuat dosa, maka sikap tidak punya malu itu sendiri adalah juga dosa. Kegembiraanmu ketika melakukan dosa, padahal engkau tidak tahu apa yang diperbuat Allah atas dirimu adalah juga dosa. Kalau engkau sedih karena tidak dapat berbuat dosa, maka kesedihanmu itu jauh lebih dosa daripada perbuatan itu. Engkau takut kalau-kalau angin bertiup membukakan rahasiamu, tetapi engkau sendiri telah berbuat dosa tanpa takut akan Allah yang melihatmu. Maka, sikap seperti itu adalah lebih besar dosanya ketimbang perbuatan dosa itu.”
“Wahai orang yang berdosa! Tahukah Anda dosa Nabi Ayyub a.s. Yang menyebabkannya mendapat bala (ujian) mengenai jasad dan harta bendanya? Ketahuilah, dosanya hanya karena ia tidak menolong seorang miskin yang minta pertolongannya untuk menyingkirkan kezaliman.”
Ibnu Abbas tidak termasuk orang-orang yang pandai berkata tetapi tidak berbuat. Dia tidak termasuk orang yang pandai melarang tetapi tidak menghentikan. Abdullah bin Mulaikah bercerita, “Saya pernah menemani Ibnu Abbas dalam suatu perjalanan dari Mekah ke Madinah. Ketika kami berhenti di suatu tempat, dia bangun tengah malam, sementara yang lain-lain tidur karena lelah. Saya pernah pula melihatnya pada suatu malam membaca ayat ke-19 surah Qaf berkali-kali sambil menangis hingga terbit fajar. Sebagai kesimpulan, tahulah kita bahwa Ibnu Abbas yang berparas tampan itu senantiasa menangis tengah malam karena takut akan siksa Allah sehingga air mata membasahi kedua pipinya.
Ibnu Abbas sampai ke puncak ilmu yang dimilikinya. Pada suatu ketika musim haji, Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan pergi haji. Bersamaan dengan khalifah, pergi pula Abdullah bin Abbas. Khalifah Muawiyah diiringkan oleh pasukan pengawal kerajaan. Abdullah bin Abbas diiringkan oleh murid-muridnya yang berjumlah lebih banyak daripada pengiring Khalifah.
Usia Abdullah bin Abbas mencapai tujuh puluh satu tahun. Selama itu dia telah memenuhi dunia dengan ilmu, paham, hikmah, dan takwa. Ketika dia meninggal, Muhammad bin Hanafiyah turut melakukan salat atas jenazahnya bersama-sama dengan para sahabat yang lain-lain serta para pemuka tabi’in.
Tatkala mereka menimbun jenazahnya dengan tanah, mereka mendengar sura membaca, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridai-Nya. Masuklah ke dalam kelompok jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke surga-Ku”
Abdullah bin Abbas
Mustika Ampuh Didalam Batu Mustika Bertuah merupakan batu mustika bertuah yang berada dalam batu mustika bertuah juga, jadi posisi letak batu mustika tersebut didalam batu mustika lagi, dan itu semua proses dari alam dan bukan karena isian maupun gambaran dari manusia. Jadi sejak mustika bertuah ini didapatkan sudah seperti ini bentuknya. Mustika Ampuh Didalam Batu… selengkapnya
Rp 250.000Mustika Pengasihan Pelet Bersetubuh Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk membuka pengasihan pelet ampuh untuk pelet janda, pengasihan perawan gadis, sarana keberuntungan, untuk menarik simpati dan perhatian lawan jenis, memiliki kekuatan dan daya tahan seksual yang tinggi, mampu puaskan pasangan, kenikmatan dan kepuasan sex dua arah, mampu tundukan lawan jenis dengan mudah, dapat… selengkapnya
Rp 335.000Mustika Khodam Petilasan Alas Tuwo Mustika Khodam Petilasan Alas Tuwo merupakan mustika yang memiliki energi alam yang luar biasa. Mustika ini secara alami dapat menjadi ageman untuk pagar gaib, penghancur khodam dan sarana spiritual berbagai hajat. Mustika tersebut perpaduan warna dan pamornya juga sangat serasi serta indah sekali. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Khodam Petilasan Alas… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Combong Pelet Mustika Combong Pelet merupakan mustika bertuah yang memiliki pamor combong asli yang terbentuk oleh alam, mustika ini sudah terkenal dengan keampuhannya dalam urusan pelet. Keterangan Mustika. Produk Jenis ini bernama Mustika Combong Pelet. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan 6.5-7 Mohs. Ukuran Batu : 20x15x7milimeter. Stok Produk 1 buah. Asal… selengkapnya
Rp 375.000Batu Mustika Khodam Macan Lawu Keramat Batu Mustika Khodam Macan Lawu Keramat merupakan mustika bertuah yang memiliki bentuk pamor yang unik dan sangat jarang sekali untuk didapatkan. Mustika tersebut pamornya asli alami dan bukan karena isian maupun gambaran manusia. Mustika ini sangat cocok dimiliki bagi yang ingin meningkatkan kewibawaan. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya… selengkapnya
Rp 275.000Poros Hoki & Keberuntungan Galatama: Batu Mustika Sero Kembar Jimat Mancing Kasta Premium Salam Rahayu, Salam Keberuntungan Mutlak, dan Salam Strike dari Pusaka Dunia. Dalam tradisi kebatinan dan falsafah esoteris Nusantara, satwa *Sero* (Berang-berang) dikenal sebagai sang pemangsa ulung di air yang memiliki insting tajam, kelincahan luar biasa, serta daya pikat alami yang mampu mendeteksi… selengkapnya
Rp 485.000Cincin Mustika Mani Gajah Cantik Mempesona Cincin Mustika Mani Gajah Cantik Mempesona merupakan batu mustika mani gajah yang memang asli natural alami dengan warna orange jernih yang indah dan bukan sintetis. Mustika ini termasuk salah satu mustika yang banyak digemari serta diburu orang. Mustika ini juga menjadi salah satu primadonanya batu mustika bertuah. Saat ini… selengkapnya
Rp 650.000Pusaka Tombak Gunungan Kuno Pusaka Tombak Gunungan Kuno adalah salah satu pusaka dengan bentuk gunungan wayang yang unik. Pusaka ini merupakan salah satu pusaka paling banyak diburu dan disukai para pecinta pusaka bertuah. Pusaka yang satu ini bentuknya sangat unik dan memang langka sekali, selain itu pusaka dengan bentuk seperti ini memang sangat jarang sekali… selengkapnya
Rp 400.000Batu Mustika Sumur Bandung Pesugihan Putih. Batu Mustika Sumur Bandung Pesugihan Putih Insya Allah dapat membantu untuk membuat pemilik mustika selalu hidup bergelimang harta, memudahkan mencari pekerjaan, memuluskan segala bidang usaha, membuat pemiliknya tidak kekuarangan ekonomi. Mustika ini juga bisa mendatangkan rejeki dari segala arah dan sebagai sarana pesugihan putih tanpa tumbal. Produk Jenis ini… selengkapnya
Rp 395.000Gelang Galih Asem Murah Gelang Galih Asem Murah merupakan gelang pusaka yang sangat terkenal dan banyak sekali diburu para pecinta gelang pusaka, bahkan sampai pejabat negara. Gelang yang satu ini maharnya cukup terjangkau dan tetap elegan serta tidak mengurangi dari kualitasnya. Gelang Galih Asem Murah ini mempunyai Khasiat Insya Allah untuk Meningkatkan kewibawaan dan kebijaksanaan…. selengkapnya
Rp 125.000Doa Kafarah Al Majalis Doa ini selalu dibaca oleh Rasulullah SAW di dalam sebuah majelis ketika berakhir. Doa ini memiliki faedah menghapus dosa-dosa orang yang hadir dan mengikuti majelis yang bersangkutan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Doa ini diambil dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Barzah Al Aslami. Dari Abu Barzah… selengkapnya
Alamat Paranormal Sidoarjo Alamat Paranormal Sidoarjo sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa paranormal atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Alamat Pusaka Dunia Sidoarjo Masyarakat Sidoarjo… selengkapnya
Khasiat Batu Permata Zircon Zircon Variasi Warna : Kuning, Hijau, Biru, Merah, Bening, dll Kadar Transparasi : Transparant, Translucent Kilap Polis : Kilap-Intan Index Bias : 1,777 – 1,987 Kadar Keras : 6,5 – 7,5. Berat Jenis : 3,90 – 4,71 Formula Kimia : Zp(SiO4), Sistem Kristal : Tetragonal Wilayah Penghasil : Burma, Muangthai, Srilanka… selengkapnya
Ilmu Peluluh Ilmu Peluluh ini memiliki kemampuan menundukkan hewan,dan dapat ditempuh dengan mengamalkan amalan (wirid) dibawah ini. Laqod jaa-akum rasulum min anfusikum ‘aziizun ‘alaihima ‘anit-tum hariishum ‘alaikum bil mukminiina rauufur rahiim. Fain tawal-lau fakul hasbiyallaahu laa ilaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim. (x 7). Niat ingsun amek banyu wales teken wesine… selengkapnya
Prestise keris Putri Kinurung. Bentuknya menyerupai gambaran danau dengan tiga atau lebih “pulau” ditengahnya. Letaknya ditengah sor-soran. Tuahnya untuk memudahkan mencari rejeki dan mencegah sifat boros. Bisa diterima dikalangan manapun. Tidak pemilih.
Tentang Pengasihan Yusuf ( ayat 31 ). Amalan Pengasihan ini berasal dari Al-Qur’an yakni dari Surat Yusuf ayat 31 dimana diceritakan para wanita sampai mengiris jari mereka sendiri dengan pisau melihat ketampanan nabi Yusuf AS. Kalau kita sering didawamkan insyaallah akan memilki aura pengasihan yanhg dahsyat, mudah dalam menaklukan lawan jenis, disukai dalam pergaulan, perdagangan… selengkapnya
Khasiat Mistik Burung Hantu MENGUSIR PENYEWA YANG BANDEL Apabila anda seorang pemilik rumah sewa sedangkan penyewarumah anda tidak mau meninggalkan rumah tsb meskikontrakkannya telah habis, maka lakukan upaya berikut. Tuliswifik ini pada kulit suci burung hantu (koko belok), lalu lipat danbungkus serta anda tanam dilokasi rumah tsb. BINASAKAN ORANG DHOLIM Tulis azimat ini pada kulit… selengkapnya
Abu ‘Ubaidah ibnul Jarrah Ketika kita menyebut kata iman, maka yang terlintas dalam benak kita adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan i’tiqad, keyakinan dan perkara-perkara yang terkait dengan hati serta masalah ghaib. Memang benar pada dasarnya iman adalah tashdiq atau pembenaran terhadap segala yang diberitakan al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih termasuk di dalamnya perkara ghaibiyah,… selengkapnya
Ramalan Zodiak Gemini 2020 Ramalan Zodiak Gemini 2020 ini merupakan sebuah perkiraan dan untuk ketepatannya tidak pasti 100%. Pusaka Dunia memprediksi bahwa tahun ini adalah awal yang baru untuk Anda. Jika semuanya tampak membosankan bagi Anda, maka cobalah sesuatu yang baru. Jika hal-hal bergerak terlalu cepat untuk Anda, maka hentikan beberapa hal dan cobalah untuk… selengkapnya
Khasiat Batu Permata Almandine Garnet Almandine Garnet Variasi Warna : Merah Tua, Merah Kecoklatan, Violet-Merad, Hitam Kadar Transparasi : Transparan hingga Translusant Luster : Vitreous hingga Resinous Index Bias : 1,830 Kadar Keras : 7.0 – 7.5 Skala Mohs. Berat Jenis : 4.318 gr/cm3 Formula Kimia : Fe2+3Al2(SiO4)3 (Iron Alumumunium Silicate) Sistem Kristal : Isometrik… selengkapnya
