Beranda » Pusaka Terjual » Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir
click image to preview activate zoom
Sold Out!

Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir

Rp 28.000
KodeP5232
Stok
Kategori Pusaka Terjual
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order

Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir

Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir

Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir

Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir

Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa.

Produk Blangkon ini merupakan blankon model jogja yang dibuat detail dan cocok untuk segala kalangan. Blankon jogja ini dibuat dengan warna dasar hitam dan model sliwir atau kuncir.

 

Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir

Ukuran : 5, 6, 7, 8, 9 (ukuran standart lokal)
Warna : Hitam / Sesuai Stock Yang Tersedia
Motif : Hitam / Sesuai Stock Yang Tersedia
Stok Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir Terbatas dan Cepat Terjual

Mohon Perhatian : Untuk semua produk Blangkon tiap periode, motif corak kemungkinan berganti. Kemungkinan motif batik yang tidak sama dengan yang ada di display / gambar. Jadi gambar display bukan sebagai stok tetapi hanya sebagai sample produk.

Jika Berminat Dengan Produk Ini Sebutkan Pada Admin Kode Produk : P5232

Jika Pusaka Dunia mengadakan diskon, maka Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir tidak termasuk dalam daftar barang berdiskon dan harga masih sama seperti yang tercantum diatas.

Call Center Pusaka Dunia / Dunia Pusaka

PIN BBM : PUSAKA
Telephone : +6281 222 886 456
Sms : +6285 2939 88885
WhatsApp : +6285 2939 88885
Line : pusakadunia
WeChat : pusakadunia
Instagram : pusakadunia

Blangkon Jogja

Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Menurut wujudnya, blangkon dibagi menjadi 4: blangkon Ngayogyakarta, blangkon Surakarta, blangkon Kedu, dan Blangkon Banyumasan. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon. Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon.

Sebutan Blangkon berasal dari kata blangko, istilah yang dipakai masyarakat Jawa untuk mengatakan sesuatu yang siap pakai. Dulunya blangkon tidak berbentuk bulat dan siap pakai,melainkan sama seperti ikat kepala lainnya yakni melalui proses pengikatan yang cukup rumit. Seiring berjalannya waktu, maka tercipta inovasi untuk membuat ikat kepala siap pakai yang selanjutnya dijuluki sebagai blangkon.

Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon yang disebut mondholan. Mondholan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.

Sekarang lilitan rambut panjang yang menjadi mondholan sudah dimodifikasi karena orang sekarang kebanyakan berambut pendek dengan membuat mondholan yang dijahit langsung pada bagian belakang blangkon. Blangkon Surakarta mondholannya trepes atau gepeng sedang mondholan gaya Yogyakarta berbentuk bulat seperti onde-onde.

Tags: , , , ,

Blangkon Jogja Hitam Model Kuncir Sliwir

Berat 0.2 kg
Kondisi Baru
Dilihat 500 kali
Produk Terkait
Tutup Sidebar
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin 1
● online
Admin 2
● online
Admin 1
● online
Halo, perkenalkan saya Admin 1
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja