Pesan otomatis sudah berisi nama dan kode benda ini
Kode
P4247
Ketersediaan
Tersedia
Kategori
Sarung Warangka Keris
Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan Pusaka Dunia. Seluruh pemesanan hanya melalui nomor WhatsApp resmi yang tercantum di halaman ini.
Keterangan
Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati
Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati, pusaka dunia
Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati merupakan jenis warangka keris dengan model warangka gayaman surakarta dan terbuat dari kayu jati gembol yang indah serta elegan sekali serat kayunya.
Nama Warangka : Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati
Jenis Kayu : Gembol Jati / Jati Gembol
Ukuran Panjang Warangka : +- 43 Cm
Ukuran Panjang Handle : +- 10,5 Cm
Jumlah Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati terbatas dan yang dikirimkan stok terakhir dan foto merupakan salah satu contoh warangka maka dari itu corak serat dari wrangka yang dikirim tidak selalu sama seperti yang difoto. Namun jenis kayu kami pastika sama.
Ciri-ciri kayu Gembol Jati : Sering dianggap sebagai kayu dengan tekstur serat paling indah, kayu gembol jati dikenal dunia internasional selain karena keindahannya, juga karena daya tahan yang sangat kuat terhadap cuaca, suhu, jamur dan serangga. Karena keunggulannya, kayu gembol jati menjadi salah satu jenis kayu paling mahal yang ada di pasaran.
Khasiat bertuah kayu Gembol Jati : untuk meningkatkan kharisma, Kewibawaan semakin disegani oleh orang sekitar, Keselamatan jiwa dan raga, Penangkal santet, tenung dan guna-guna.
Keterangan Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati :
Harga diatas untuk 1 buah warangka.
Harga warangka diatas sudah komplit yang terdiri dari handle/deder, potokan, gandar, mendak sepuh emas/perak, pendok tebal 0,3 mm, handle dan warangka sudah dilubang standar. Pokoknya sudah lengkap!
Lama pembuatan 1 sampai 3 Hari.
Jasa Pengiriman menggunakan Travel, Kereta, Bus, atau jasa lain untuk menghemat biaya dan tidak patah, kecuali pengiriman di luar negeri harap hubungi Admin Pusaka Dunia.
Biaya kirim ditanggung oleh pemesan/pembeli warangka.
Untuk pemesanan warangka, jika anda memahar keris pusaka dunia dan langsung pesan warangka bisa kami paangkan sekalian untuk warangkanya dengan pas dan demes. Atau jika tidak keris bisa dikirimkan ke kantor pusaka dunia untuk pemasangan keris agar bisa lebih pas dan demes, namun jika keris tidak dikirimkan juga bisa akan tetapi lubang keris kami tidak memastikan bisa pas dan demes. Jika kurang pas bisa anda paskan sendiri untuk lubangnya.
Jika anda berminat dengan Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati ini sebutkan pada admin Kode Produk P4248.
Jika Berminat Dengan Warangka Dengan Bahan Kayu Dan Model Warangka Keris Lainnya Bisa Lihat DISINI
Warangka Keris Gayaman Kayu Gembol Jati ini bisa digunakan sebagai tempat/sarung/wadah keris pusaka Sebagai Berikut
Keris Pusaka Kala Tinanding
Keris Pusaka Trisirah
Keris Pusaka Drajid
Keris Pusaka Luk 25.
Keris Pusaka Bima Kurda
Keris Pusaka Luk 27.
Keris Pusaka Tagawirun
Keris Pusaka Luk 29.
Keris Pusaka Kala Bendu
Bisa juga untuk Keris Pusaka Dengan pamor
Bisa juga untuk Keris Pusaka Wos Wutah. Ngulit Semangka. Tambal. Pulo Tirto. Sumsum Buron. Melati Rinonce. Rante. Adeg. Mrambut. Sekar Lampes. Ilining Warih. Blarak Ngirid. Ron Pakis. Koro Welang. Ron Genduru. Mayang Mekar. Wiji Timun. Kenongo Ginubah. Walang Sinuduk. Tumpal Keli. Bendosegodo. Melati Sinebar. Manikem. Sekar Kopi. Bonang Rinenteng. Jung Isi Dunya. Wulan-Wulan. Tunggak Semi. Bawang Sebungkul. Udan Mas. Sisik Sewu. Putri Kinurung. Gumbolo Geni. Tangkis. Pengawak Waja. Triman. Andha Agung. Kul Buntet. Kuto Mesir. Dan Riris. Reged Banyu. Rojo Suleman. Batu Lapak. Sirat. Tunggul Wulung.
Bisa juga untuk Keris Pusaka
Bisa juga untuk Keris Pusaka Lintang Kemukus. Pancuran Mas. Sada Saler. Wengkon. Kudhung. Satriya Pinayungan. Badaela. Segara Wedhi. Untu Walang. Tundung. Endas Baya. Dhadhung Muntir. Rahtama. Pusar Bumi. Lintas Mas. Sodo Saler. Nur. Sekar Susun. Sekar Tebu. Klabang Sayuto. Manggar. Jala Tunda. Sumur Bandung. Buntel Mayit. Jarot Asem. Kendhit Gumantung. Kupu Tarung. Mrutu Sewu. Ratu Pinayungan. Lawe Setukel. Yogapati. Kinasihan. Kalacakra. Bungkus. Slamet. Makrib. Telaga Membleng. Panguripan. Dikiling. Ganggeng Kanyut. Unthuk Banyu. Wengkon. Wiji Semen. Tumpuk. Rojogundolo (A). Rojogundolo (B). Uler Lulut. Pamor Asihan. Pancuran Mas. Adeg Iras. Bungkalan. Pamengkang Jagad. Pegat Waja. Rejang Landep.
Bisa juga untuk Keris Pusaka dengan Tangguh Sebagai berikut
Tangguh Segaluh (Abad 12)
Tangguh Pajajaran (Abad 12)
Tangguh Kahuripan (Abad 12)
Tangguh Jenggala (Abad 13)
Tangguh Singasari (Abad 13)
Tangguh Majapahit (1294-1474)
Tangguh Madura (1294-1474, Era Invansi Kerajaan Majapahit)
Tangguh Blambangan (1294-1474, Era Invansi Kerajaan Majapahit)
Tangguh Sedayu (1294-1474, Era Invansi Kerajaan Majapahit)
Tangguh Tuban (1294-1474, Era Invansi Kerajaan Majapahit)
Tangguh Sendang (1294-1474, Era Invansi Kerajaan Majapahit)
Tangguh Pengging (1475-1479)
Tangguh Demak (1480-1550)
Tangguh Pajang (1551-1582)
Tangguh Madiun (Abad 16)
Tangguh Koripan (Abad 16)
Tangguh Mataram (1582-1749)
Panembahan Senapati – Sutawijaya (1582-1601)
Panembahan Seda Krapyak – Mas Jolang (1601-1613)
Sultan Agung – R.M. Rangsang (1613-1645)
Amangkurat I – Seda Tegal Arum (1645-1677)
Amangkurat II (1677-1703)
Amangkurat III – Sunan Mas (1703-1705)
Paku Buwono I – Sunan Puger (1705-1719)
Amangkurat IV – Sunan Prabu (1719-1725)
Paku Buwono II (1725-1749)
Tangguh Cirebon (Abad 16)
Tangguh Surakarta (1749-sekarang)
Paku Buwono III (1749-1788)
Paku Buwono IV (1788-1820)
Paku Buwono V (1820-1823)
Paku Buwono VI (1823-1830)
Paku Buwono VII (1830-1858)
Paku Buwono VIII (1858-1861)
Paku Buwono IX (1861-1893)
Paku Buwono X (1893-1939)
Paku Buwono XI (1839-1944)
Paku Buwono XII (1944-sekarang)
Tangguh Yogyakarta (1755-sekarang)
Hamengku Buwono I – P. Mangkubmi (1755-1792)
Hamengku Buwono II – Sultan Sepuh (1792-1810)
Hamengku Buwono III (1810-1814)
Hamengku Buwono IV (1814-1822)
Hamengku Buwono V (1822-1855)
Hamengku Buwono VI (1855-1877)
Hamengku Buwono VII (1877-1921)
Hamengku Buwono VIII (1921-1939)
Hamengku Buwono IX (1939-1990)
Hamengku Buwono X (1990-sekarang)