Keris Kyai Sengkelat Tiga Pamor
| Stok | |
| Kategori | Pusaka Terjual |
Keris Kyai Sengkelat Tiga Pamor
Nama : Keris Kyai Sengkelat Tiga Pamor,
Dapur / Bentuk / Nama : Sengkelat,
Pamor / Lambang / Filosofi : Tri Warno / Tiga Warna ( Wulu Ayam, Banyu Mambek, Adeg Sapu)
Tangguh / Era Pembuatan / Estimasi : Kamardikan Spesial
Panjang Wilah Keris : 37 CM
Warangka Ladrang Surakarta
Yoni / Tuah / Khasiat / Asmak : Karena tiga Pamor Tuahnya Multi Fungi, sangat baik untuk apapun, baik dalam bidang kerejekian, usaha, bisnis, jodoh, pengasihan, keharmonisan, keselamatan, tolak balak, mengusir makhluk halus, membangkitkan saudara ghaib, dan juga sebagai keberuntungan hidup.
Legenda Keris Kyai Sengkelat : Sejarah Ketika Kerajaan Majapahit mulai surut, hiduplah seorang empu keris yang sakti mandraguna. Dia bernama Jaka Supa putra dari Bupati Empu yang bernama Ki Supadriya. Jaka Supa adalah seorang pemuda yang sederhana, namun sangat menyukai tapa brata istilah jawanya adalah “Gentur lelaku prihatin”. Kelak atas perjuangan tapa bratanya, beliau akan menurunkan pusaka pusaka yang hebat dan juga menurunkan empu-empu pembuat keris yang luar biasa di tanah jawa. Konon pada suatu ketika, wilayah kerajaan Majapahit dilanda “pagebluk” yang sangat nggegirisi,hingga banyak para kawula (rakyat jelata) yang pagi sakit sore meninggal dan sore sakit paginya meninggal.Tidak hanya para rakyat jelata, banyak juga beberapa bangsawan, pandita dan sebagainya terserang penyakit yang sangat misterius ini. Hingga akhirnya kekawatiran Sang Prabu atas nasib penghuni Kraton oleh sebab ganasnya pageblug tersebut terjadi juga, Dyah Ayu Sekar Kedaton jatuh sakit.Sudah beberapa tabib pinunjul dari penjuru negeri dihadirkan untuk membatu kepulihan sang putri, namun toh hasilnya selalu nihil. Bahkan kalau malam menjelang , penyakit sang putri kian menjadi jadi. Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, sang prabu menugaskan segenap abdi dalem untuk bergiliran menjaga sang putri, khususnya di malam hari. Hingga suatu malam, sampailah giliran jaga itu jatuh pada Tumenggung Supandriya dan Tumenggung Supagati. Akan tetapi, karena mereka berdua ternyata sakit, maka tugas itu diwakilkan kepada anak anak mereka. Jaka Supa putra dari Tumennggung Supandriya dan Majigjo adalah putra dari Tumenggung Supagati. Sore itu langit agak mendung, disebelah barat semburat sinar matahari tampak kemerahan menyaput mega. Hingga dari jauh terlihat menakutkan laksana banjir darah siap menerkam majapahit. Mereka (Jaka Supa dan Majigja ) berangkat bersama sama menuju Kraton, ditengah perjalanan tak henti hentinya Majigja menceritakan kerisnya yang indah berlapis emas hasil buatanya sendiri. Keris itu diberinya nama sabuk Inten, sebuah keris yang indah, anggun, berpamor eksotis dan menyimpan enegi gaib yang luar biasa, bahkan sembari bercanda, kadang Majigja setengah meledek keris buatan Jaka Supa yang diberi nama Kyai Sengkelat itu. Sengkelat memang berbentuk sangat sederhana, dia sangat polos , tak banyak ornamen, ibarat naga dia bagaikan seekor naga yang hitam legam tanpa mahkota. Namun dibalik kesederhanaanya itulah, Sengkelat adalah keris yang pilih tanding. Sesampai di keputren, mereka berdua langsung mengambil tempat jaga masing masing. Jaka Supa di sebelah kanan regol, sedangkan Majigja disebelah kiri.Beberapa saat waktu berlalu ,tidak terjadi apa-apa. Namun menjelang tengah malam, tiba tiba angin berdesir agak kencang menebar aura mistis yang menggetarkan hati para prajurit yang ikut menjaga kediaman sang putri, angin itu makin melembut dan melembut, hingga akhirnya banyak prajurit yang kemudian bergelimpangan tak mampu menahan hawa kantuk yang luar biasa. Tiba-tiba dari arah Gedong pusaka muncul sinar merah kehitaman yang sangat terang benderang, sinar itu naik memanjat langit setinggi lima pohon kelapa dewasa. Sinar tersebut berpendar pendar ke segala penjuru, menebarkan hawa teluh atau wabah penyakit yang mengakibatkan pageblug tersebut. Jaka Supa dan Majigja tak bergeming, ternyata hanya mereka berdua yang masih tersisa dari serangan hawa kantuk tersebut, mereka meningkatkan kewaspadaan , setelah mereka cermati ternyata sinar yang menebar teluh tersebut adalah Keris Kyai Condong Campur. Sabuk Inten yang sedari tadi sudah okrak-okrok pengen keluar dari warangkanya tiba tiba melesat naik ke angkasa, pertempuran condong campur dan sabuk inten tak terelakan lagi, namun sabuk inten memang jauh dibawah condong campur, baru sekitar sepuluh menit sabuk inten dapat dikalahkan dan balik ke warangkanya. Bahkan lambung Sabuk Inten “grimpil” dibagian depan , akibat hantaman Condong Campur. Jaga Supa tanggap sasmita, Sengkelat segera dicabut dari warangkanya setelah mendapat restu, keris pusaka tersebut membumbung tinggi ke angkasa, pertempuran terjadi sangat sengit sekali, desak mendesak dan serang menyerang. Setelah hampir subuh condong campur mulai kewalahan hingga akhirnya Sengkelat berhasil mematahkan ujung condong campur satu luk, akhirnya condong campurpun ngibrit ketakutan dan masuk kembali ke gedong pusaka. Sejak saat itu condong campur tak pernah keluar lagi menebar pageblug, semenjak saat itu pula Dyah Ayu sekar kedaton berangsur angsur sembuh, dan atas jasa-jasanya Jaka Supa akhirnya diangkat menjadi Empu Kerajaan kesayangan sang Prabu. Kelak dari tangannya akan lahir pusaka pusaka hebat yang sampai saat ini dikejar kejar oleh para pecinta keris, dan dari beliau juga akan lahir empu empu hebat penerusnya, keturunan terakhir beliau menurut cerita adalah Empu Djeno Harum Braja dari Ngayugyokarto Hadiningrat. Berhubungan dengan cerita di atas, simbah selalu berpesan ;
Lee..…. tirunen si sengkelat, dia adalah simbol wong cilik tapi sugih ngelmu“bathok bolu isi madu” paribasane. Sengkelat orang seneng nuduhake kasudibyane, walau dia sakti, kuat namun sosoknya sangat sederhana, sak anane atau sakmadya. Menurut simbah Sengkelat menjadi ikon bagi para kawula alit yang berilmu tinggi. Konon, kelak dinusantara ini akan muncul sosok pemuda yang sederhana, tapi ketinggian ilmu lahir batinnya luar biasa, dia berasal dari keluarga biasa, yang lebih aneh lagi pemuda tersebut mempunyai pusaka Kanjeng Kyai Sengkelat sebagai tanda bahwa ia adalah pengemban amanat leluhur. Pemuda tersebut akan berjuang membangun Nusantara menjadi negeri yang aman, adil dan makmur.
Sebelum anda meminang / membeli pusaka sebaiknya pahami keris pusaka dengan Membaca Tentang Keris Pusaka.
Tags: Barang Antik, Keris Kamardikan
Keris Kyai Sengkelat Tiga Pamor
| Berat | 250 kg |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.747 kali |
Nama : Mustika Gendam Putih Ukuran Mustika : 10×13 milimeter Jenis Batu : Agate Asal Usul : Penarikan Alam Khasiat Mustika ini Insya Allah untuk memudahkan dalam mempengaruhi pikiran orang lain, memudahkan menundukan hati agar menjadi penurut, mengandung kekuatan ajian gendam putih. Garansi : Uang Mahar Kembali jika tidak Asli / Sintetis. Keterangan Tambahan :… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBatu Mustika Merah Darah Spesial Pelet Batu Mustika Merah Darah Spesial Pelet merupakan batu mustika bertuah dengan warna merah marun yang indah serta elegan sekali. Mustika tersebut sangat cocok untuk pegangan pelet. Mustika ini memiliki keindahan yang luarbiasa dan terpancar secara alami. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Tersebut Insya Allah untuk mempunyai kekuatan pengasihan dan mudah… selengkapnya
Rp 325.000Nama Produk Mustika Karang Keramat Kuning. Khasiat, Tuah, Manfaat Insya Allah untuk Kewibawaan Tingkat Tinggi, disegani banyak kalangan, mudah meraih jabatan, mudah bergaul, mudah mendapat relasi bisnis, mudah mencari teman kencan dan semakin disayang semua orang sekitar, membangkitkan kekuatan pemikat tingkat tinggi, pengasihan ampuh dan pelet alami, serta mendatangkan bantuan secara gaib seperti khodam/jin patuh… selengkapnya
Rp 500.000Keris Lurus Pudhak Sategal. Tosan Aji. Dapur / Bentuk / Nama : Pudhak Sategal Pamor / Lambang / Filosofi : Ron Kendhuru Winengku Tangguh / Era Pembuatan / Estimasi : Kamardikan Spesial Tahun Pembuatan : 2001 Panjang Wilah Keris : 36 CM Panjang Seluruh Keris : 44 CM Warangka Gayaman Surakarta Yoni / Tuah /… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBandul Gelang Permen Tongkat Antique Bandul Gelang Permen Tongkat Antique merupakan bandul kalung atau gelang dengan bentuk tongkat permen yang unik dan indah sekali. bandul tersebut terbuat dari logam anti karat dengan warna antique dan sangat digemari para remaja masa kini. Dengan membeli bandul gelang ini dengan jumlah yang banyak maka anda bisa mengaplikasikan pembuatan… selengkapnya
Rp 5.400Mustika Bertuah Kembang Wijaya Kusuma merupakan batu mustika bertuah yang memiliki corak pamor bagaikan bunga wijaya kusuma yang sangat indah dan unik sekali. coba perhatikan dengan seksama corak pamor yang ada pada tengah batu mustika bertuah tersebut. ditengahnya terdapat pamor bagaikan bunga wijaya kusuma. pamor pada mustika ini asli dan bukan gambaran manusia. Mustika Bertuah… selengkapnya
Rp 250.000Mustika Pelet Wanita Nama daripada Produk ini. Mustika Pelet Wanita berkhasiat Insya Allah untuk Aji Pelet Wanita, digandrungi banyak wanita, membuka aura wajah mempesona memikat siapa saja yang melihatnya, pemilik akan mudah menundukan siapapun, gendam hati siapapun, membuat orang terkesima dan jatuh hati tiada daya, bertekuk lutut dan patuh tunduk jadi penurut, namun ingat semua… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Bertuah Wingit Keramat merupakan Batu Mustika yang usianya Ratusan bahkan Ribuan Tahun dan bisa disebut Batu Fosil Keramat, Langka dan Tiada Duanya. Nama : Mustika Bertuah Wingit Keramat Ukuran : 15×20 milimeter Jenis Batu : Akik Fosil Usia Ribuan Tahun Stok Barang : 1 buah saja. Bahan Cincin Alpaka Ukuran 17. Jaminan : Dijamin… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMustika Teluh Putih Nama daripada Produk ini. Mustika Teluh Putih berkhasiat Insya Allah untuk Penangkal Segala Macam Serangan Ghaib Baik Yang Dikirimkan Oleh Seseorang Maupun Gangguan Dari Makhluk Ghaib Disekitar, Pagar Dari Segala Macam Tindak Kejahatan, Keselamatan Ketika Melakukan Perjalanan jauh dan Terhindar Dari Marabahaya Yang Mengancam Keselamatan. Produk Jenis ini bernama Batu Akik Motif… selengkapnya
Rp 350.000Pusaka Pangeran Diponegoro Keris Naga Siluman Pusaka Pangeran Diponegoro Keris Naga Siluman merupakan Keris Pusaka andalan Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, raja Mataram di Yogyakarta. Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, istri non permaisuri dari Pacitan. Pangeran Diponegoro kecil bernama… selengkapnya
Rp 650.000













