Keris Pusaka Jokowi Joko Widodo
Keris Pusaka Jokowi Joko Widodo. Keris model dhapur Pasupati (sebutan lain: Pasopati) dipesan oleh “Paguyuban Tosan Aji Boworoso Bali Sujadmiko Surakarta“, dibabar oleh Mpu Pauzan (Surakarta) dan diberikan kepada Joko Widodo (JokoWi). Informasi menarik ini saya dapatkan melalui jelajah “googling” dan mampir ke blog kerismataraman sekitar bulan September 2013. Keris Pasopati diberikan oleh komunitas Tosan Aji sebagai tanda kemunculan pemimpin nasional dari Surakarta.
Pertama kali saya melihat model dhapur keris Pasopati untuk Jokowi, dibenak saya, muncul pertanyaan: pesan-pesan moral apa yang hendak disampaikan komunitas masyarakat ini kepada Jokowi?
Pemahaman saya terhadap keris amatlah sederhana. Saya sedapat mungkin menghindari perbincangan klenik yang abstrak, semisal: khodam keris itu wujudnya manusia/hewan, kesaktiannya sampai setingkat apa dan seterusnya. Perbincangan klenik semacam ini bagi saya cenderung abstrak, sulit diverifikasi, berubah-ubah tergantung subjektivitas-klenik, dan kian meruncingkan pemahaman yang tidak penting bagi kemajuan keris yang telah diakui UNESCO sebagai budaya dunia.
Perihal khodam misalnya, bagi saya aneh sekali. Tradisi padhuwungan (keris) didapati sejak zaman Hindu-Budha (agama elit) dan kapitayan (agama rakyat) di jaziarah nusantara. Jika keris dibuat pada masa kemasyarakatan Kabudhan yang digambarkan oleh Candi Sukuh, lalu mengapa fokus perbincangan keris lantas diarahkan kepada khodam –yang mempribumisasi istilah jin (makhluk halus) di nusantara? Bagi saya, perbincangan semacam ini hanya berlaku dalam ruang “klenik” yang mensyaratkan kemampuan subjek untuk melihat makhluk halus, tetapi kurang menarik bagi keris sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO. Ibarat kata, mana mau UNESCO diajak FGD dengan partisipan yang terdiri dari khodam/jin, bukan?
Interpretasi terhadap ricikan keris dan pamor lebih terbuka untuk didiskusikan bersama. Dhapur Pasopati yang diserahkan kepada Jokowi menarik untuk diteliti dalam konteks pesan-pesan moral dari komunitas (masyarakat) kepada calon pemimpin. Hal ini saya letakkan sebagai salah satu bentuk praktek “demokrasi deliberatif” yang lebih substantif ketimbang hingar-bingar “demokrasi perwakilan/pemilu” yang diwarnai pencurian suara dan money politics. Komunitas dan Mpu tosan aji melakukan dialog yang substantif dengan menyerahkan simbol-simbol aspiratif yang ditegaskan dalam ricikan keris, kepada Jokowi. Selanjutnya, tergantung kepada Jokowi selaku individu yang menerima pesan-pesan simbolik dari pusaka tersebut: sejauhmana olah rasa yang dilakukan Jokowi dalam menangkap pesan-pesan moral keris Pasopati.
Mengapa Dhapur Pasopati?
Keris Pusaka model dhapur Pasopati untuk Jokowi diberi nama “Kanjeng Kyai Cahyo Buwono”. Dalam memahami pusaka kita dapat membaginya dalam konteks “tontonan” dan “tuntunan”. Pertama, dalam konteks tontonan, penamaan Kanjeng Kyai bermakna sebagai keris yang mempunyai kualitas tempa yang sangat tinggi meliputi pilihan besi, baja dan bahan pamor (meteorit; atau nikel). Disamping itu, keris level “kanjeng kyai” mempunyai perabot yang relatif mahal, yakni antara lain warangka dari kayu pilihan, pendhok yang diberi serpihan batu, emas, intan yang berkualitas tinggi, atau selut yang terbuat dari perak dan logam mulia lainnya. Simpulannya, keris dalam level “kanjeng kyai” amat enak dan indah jika dilihat dari sisi estetika, baik dilihat sendiri oleh pembuat/pembabar, pemegang dan penonton. Keris level dibawah “kanjeng kyai” belum tentu mempunyai perabot dan bahan-bahan (besi, baja dan bahan pamor) yang berkualitas tinggi.
Kedua, dalam konteks tuntunan, model dhapur Pasupati mempunyai basis sugesti dari komunitas pemesan dan Mpu tosan aji yang mem-babar pusaka tersebut. Saya kurang tahu persis apakah terdapat model perhitungan yang digunakan oleh komunitas dan Mpu tosan aji dalam mem-babar pusaka Pasupati untuk Jokowi. Model dhapur Pasupati termasuk kategori pusaka keris yang berbentuk lurus, bukan berkelok (luk). Keris Pasupati dapat kita lacak pertama kali dibicarakan dalam teks sastra Serat Pustakaraja Purwa dan Pratelan yang ditulis sekitar abad XII (Basuki Teguh Yuwana,Keris Naga, 2011). Di pulau Jawa yang waktu itu masih menyatu dengan Sumatra sebelum letusan Gunung Krakatau, keris yang pertama kali dibuat (dhapur dhuwung saha waos) pada tahun 230 Masehi ialah keris model dhapur Lar Ngatap, Pasopati dan cundrik. Keris model demikian ini dibuat di Medhangkamulan, ibukota kerajaan Mataram Kuno, yang diperkirakan berada di Gunung Lawu. Mpu yang membuatnya adalah Mpu Ramadi kala tahun jawi hangleresi sengkala 152 (tahun 152 Saka).
Kira-kira mirip sandiwara radio semasa saya kecil yah ceritanya… 🙂
Tuntunan yang dapat digali kurang lebih bahwa keris dhapur Pasopati diliputi mitologi ketimbang historisitas tentang keberadaannya sebagai model dhapur. Keberadaan historis keris di masa kabudhan yang sering dibicarakan antaralain keris model dhapur Bethok Budha, Jalak budha dan Sepang Budha. Ornamen di Candi Sukuh mengukuhkan eksistensi keris Bethok Budha yang lebar itu sebagai “the father of keris”. Ia menjadi ayahanda keris yang menurunkan keris-keris lurus secara empirik. Sedangkan keris model Pasopati setidaknya merupakan diskursus keris lurus yang eksis dalam teks sastra. Pemahaman tuntunan yang diperoleh dalam hal Pasopati, sekurang-kurangnya ialah, Jokowi diharapkan untuk memiliki kepekaan sepertiPaduka Maha Raja Dewa Budha (Sang Hyang guru Nata) yang menjelma menjadi raja di gunung Mahendra (gunung Lawu) dalam memesan keris Pasopati (selain Lar Ngatap dan cundrik). Keris Pasopati yang bermodel lurus itu bermakna bahwa pemimpin diharapkan bersikap lurus, sekalipun di kiri-kanan terdapat celotehan yang minor, persepsi yang bias, cemoohan berbalut kritisisme dan ujaran lain yang mirip. Pada level duniawi ia diharapkan mempunyai kepekaan untuk menerjemahkan dan mengolah sedemikian rupa suara-suara langit (elit politik) dan suara gunung (masyarakat marjinal yang dekat dengan sumberdaya alam). Secara empirik, rangkaian bencana yang ditandai pada letusan gunung menambah kontekstualitas dari mitologi keris Pasopati bahwa Jokowi sebaiknya tetap peka dengan ancaman bencana alam dalam bentuk erupsi gunung.
Secara psikologis, keris Pasopati memberikan pesan-pesan moral kepemimpinan untuk tetap berjalan lurus. Terlepas Jokowi dapat dimitologisasikan sebagai keturunan “Mataram kuno” atau “Mataram modern” seperti presiden-presiden Indonesia sebelumnya, simpulan saya ialah terdapatinya pesan-pesan moral dari keris Pasopati untuk pemimpin Indonesia masa depan yaitu kembali menjadi lurus.
Makna Ricikan Pasopati
Ricikan keris dhapur Pasopati, menurut dhapur surakarta, terdiri dari sekar kacang pogok, jalen, lambe gajah, sogokan, tikel alis, sraweyan dan greneng. Akan tetapi, sumber informasi pada blog kerismataraman menunjukkan ricikan keris dhapur Pasopati yang diringkas dengan ricikan: greneng, sogokan muka belakang, jalen dan lambe gajah. Saya mencoba menambahkan interpretasi terhadap kembang kacang karena foto keris “Jokowi” ini mempunyai ricikan kembang kacang pogok. Adapun tikel alis tidak dimaknai secara eksplisit dan lebih terarah pada pemaknaan terhadap sekar kacang, jalen, lambe gajah, sogokan dan greneng.
Kembang kacang atau sekar kacang terletak di bawah gandik. Awalnya ia berbentuk “ganeca” yang dikenal sebagai dewa pengetahuan. Bentuk dewa ganeca ini selanjutnya bertransformasi dalam bentuk lengkungan seperti helai daun bunga kacang. Makna simbolik kembang kacang ialah kedalaman pengetahuan yang dimiliki oleh pemegang pusaka. Model kembang kacang pogok pada keris dhapur Pasopati menegaskan simbol bahwa pemegang pusaka melakukan konsolidasi pengetahuan dan berjalan lurus. Kelurusan pengetahuan ini kadang tampak sebagai keluguan di hadapan khalayak, tetapi justru memiliki tingkat kedalaman karena pengetahuan yang dikonsolidasikan sudah memasuki tahap pengambilan keputusan yang final. Melihat komposisi kembang kacang pogok, saya mempunyai interpretasi yang lain dibandingkan berita tentang “Jokowi sebagai Boneka”. Kondisi psikologis Jokowi akan semakin lurus dan pogok, sebagai tanda bahwa ia seolah-olah dikendalikan individu lain, tetapi sebenarnya ia memiliki karakter yang keras/tegas dan lurus.
Jalen adalah bentukan paling bawah gandhik yang menyerupai jelai dan berada dibawah kembang kacang. Makna simbolik dari jalen ialah pengetahuan tersembunyi dari sang pemegang pusaka yang justru lebih tajam dan terbuka. Posisi jalen dan kembang kacang yang terbuka demikian rupa ini merupakan pesan-pesan moral bahwa Jokowi perlu mulai menunjukkan ketajaman pikir (lantip pikir) tapi tidak boleh menonjolkan diri. Hal ini sebagai kritik untuk kalangan intelektualis yang seringkali menunjukkan ketajaman pikir tapi relatif ditunjukkan semua tanpa ada unsur kehati-hatian, sehingga intelektualis —pinjam istilah Foucaultian— mengalami ketertundukan oleh diskursus tertentu yang laten dan berjejaring dengan kekuasaan anonim.
Lambe gajah atau bibir gajah terletak di bagian bawah gandik dan sedikit berada diatas bagian ganja (gonjo; bahasa jawa). Makna simboliknya ialah daya ucap dari pemegang pusaka diharapkan untuk tetap bijaksana. Sekalipun sekelilingnya memberikan banyak opsi-opsi berdasar perspektif dan kepentingan, posisi sang pemegang Pasopati tetap berhati-hati menjaga ketajaman lidahnya. Sebagai contoh, ujaran “(o)ra popo” dalam bahasa jawa keseharian seringkali diucapkan sebagai bentuk kerelaan dari pengucap ketika dirinya menghadapi situasi yang mengecewakan/menjengkelkan sampai dengan situasi keikhlasan dalam memberi sesuatu kepada orang lain. Ujaran ini hampir sama dengan ujaran “(o)ra iso (o)popo” yang lebih dalam lagi sebagai bentuk kepasrahan dalam menghadapi situasi. Sebagai contoh, anda seorang caleg yang punya suara 30.000 suara, lalu mengalami kehilangan suara. Anda ingin menggugat ke MK tetapi dana untuk mendatangkan saksi dan pengumpulan data relatif sudah habis. Anda dapat melakukan refleksi ditengah kondisi struktural pemilu yang liar tersebut dengan mengucap “aku wis (o)ra iso (o)popo”. Ujaran ini adalah bentuk kehati-hatian dalam komuniaksi politik, sekaligus kritik terhadap sistem dan bukan tanda ketidakmampuan seseorang dihadapan orang lain.
Sogokan adalah alur bagian bawah keris yang menuju ke ujung. Sogokan dalam ricikan keris Pasopati terdiri dari sogokan depan dan belakang. Makna simboliknya ialah sang pemegang diharapkan untuk menyiapkan diri sebagai pemimpin berbasis massa. Sogokan rangkep (ganda; depan dan belakang) berimplikasi pada keseimbangan (check and balances) yang mesti dipelihara oleh pemegang pusaka, sehingga dalam hal ini istilah “kemitraan politik” lebih pas untuk menjaga keseimbangan (check and balances), ketimbang istilah “koalisi politik” yang berbasis kepentingan pragmatik. Untuk sementara, fenomena empirik menunjukkan laju indeks gallagher sejak tahun 1999 hingga 2004 yang semakin menuju angka “6″, sehingga pemilu di Indonesia menghasilkan disproporsionalitas yang jauh dari idealitas sistem proporsional pemilu. Akibatnya, implementasi pengambilan keputusan semakin berjalan tidak efektif. Koalisi politik di tingkat elit yang dilaksanakan selama ini terbukti tidak menghasilkan pengambilan keputusan yang efektif. Oleh karenanya, penting kiranya untuk mencari terobosan berupa kemitraan-politik yang mengantisipasi lonjakan indeks gallagher di tahun 2014 dan sekaligus mengefektifkan pemerintahan. Pesan-pesan moral dari sogokan rangkep pada dhapur Pasopati setidaknya memberikan “warning” kepada Jokowi agar bersiap menghadapi ketidakstabilan pemerintahan tatkala ia berhasil menduduki jabatan sebagai presiden.
Greneng berbentuk duri yang membentuk aksara jawa “DHA”. Duri tajam dalam bentuk stilisasi aksara jawa “DHA” ini bila dibaca utuh dalam keris tersebut menjadi “DHA-DHA” (dada; bhs indonesia). Makna simbolis dada ialah pemegang pusaka menjaga keterbukaan dan kejujuran. Secara spiritual, dada yang disimbolkan oleh greneng dapat dimaknai sebagai olah rasa dari pemegang pusaka selama proses kepemimpinannya. Menurut saya, Jokowi dari surakarta tentu memiliki metode olah rasa dan olah batin yang berlangsung secara kultural. Modal olah rasa dan olah batin ini diperlukan selama proses menuju kepemimpinan puncak maupun selama menduduki kursi kepemimpinan.
Keseluruhan ricikan dhapur Pasopati memberikan pesan-pesan moral yang penting bagi pemimpin masa depan yakni kelurusan/ketegasan dalam pengetahuan, ketajaman pikir tanpa berpihak pada intelektualisme yang elitis, dan ketajaman wicara dengan penuh kehati-hatian.
Makna Pamor Pedharingan Kebak dalam Keris Pasopati
Pamor ialah bentuk lukisan yang terdapat pada bilah keris. Bahan pembuatannya adalah meteor. Padanan dari meteor saat ini seringkali diambilkan dari racikan nikel. Karya sesepuh (Mpu Pauzan) ini patut dihargai karena kondisi pamor yang dihasilkan benar-benar berkualitas tinggi. Pamor pedharingan kebak (arti: lumbung padi yang penuh) di-babar secara merata/penuh di seluruh bagian bilah keris. Suatu motif yang dihasilkan dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan spiritualitas yang mendalam.
Makna simbolis pamor Pedharingan Kebak ialah pemegang pusaka memikirkan agenda-agenda ekonomi yang menyejahterakan masyarakat di perdesaan. Mengapa masyarakat perdesaan? Saya memahami term pedharingan sebagai tempat penyimpanan padi yang bermanfaat bagi orang banyak di perdesaan. Saat ini telah terbit UU Desa yang diharapkan dapat menyejahterakan desa. Berbagai intervensi kebijakan perdesaan melalui BUMDesa dan instrumen kebijakan lainnya diharapkan untuk segera terwujud melalui APBN dan APBD. Implementasi kebijakan untuk memenuhi sumber pangan masyarakat perdesaan secara simbolik menjadi agenda penting begitu Jokowi terpilih menjadi presiden. Pendek kata, Jokowi segera menyiapkan implementasi kebijakan untuk 70-an ribu desa-desa di Indonesia.
Pesan-pesan moral pamor pedharingan kebak yang (sekilas) terlihat “nyanak” (mudah-mudahan tidak keliru karena keterbatasan foto) menegaskan secara simbolik bahwa strategi kebijakan dijalankan tanpa menonjolkan diri (pencitraan; demagogi). Strategi kebijakan yang “nyanak” (tidak mencolok dibandingkan bilah) cocok bagi karakter Jokowi, tetapi membutuhkan upaya konsolidasi dalam bentuk kabinet dengan fokus kebijakan pada kementerian yang menangani desa di Indonesia.
Pamor pedharingan kebak termasuk satu rumpun dengan pamor kerejekian yakniudan mas (hujan emas), wos wutah (beras tumpah), pulo tirto (kumpulan perairan),banyu tumetes (air menetes) dan ilining warih (air mengalir). Pilihan pamor untuk KK Cahyo Buwono cukup “cerdik” untuk tidak mengambil tema emas yang elitis, beras tumpah yang penuh janji, dan tema air yang malah menunjukkan penanda “banjir”. Pilihan tema pedharingan kebak yang dikenal sebagai pamor yang rapat memenuhi bilah telah menginspirasikan suatu kerapatan strategi kebijakan (apapun bentuknya) untuk memenuhi cadangan pangan bagi jutaan masyarakat perdesaan dan puluhan ribu desa-desa di Indonesia.
Penutup
Interpretasi terhadap tanda-tanda dalam ricikan keris di kalangan sesepuh tosan aji memiliki prinsip-prinsip moral yang kokoh dan memiliki relevansi secara individual maupun sosial. Keterbatasan penulis dalam mengakses sumber/kitab/primbon padhuwungan yang asli mendorong penulis untuk melakukan interpretasi yang dikaitkan dengan fenomena empirik dan mitos. Hal ini semata-mata untuk memperkaya perspektif pemahaman terhadap keris sebagai budaya nusantara dan tidak bermaksud untuk melampaui kedalaman tayuh/tanjeg/pembabaran dari para sesepuh tosan aji di nusantara.
Demikian artikel mengenai Keris Pusaka Jokowi Joko Widodo dari PusakaDunia.Com.
Tags: Ilmu Pusaka Dunia
Keris Pusaka Jokowi Joko Widodo
Mustika Telor Ular adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Telor Ular Insya Allah Bagus untuk Pelarisan Dagang, Pelarisan Bisnis, Pelarisan Kedai, Pelarisan Usaha Yang Pernah Bangkrut Agar Kembali Berjaya, Pelarisan Usaha Baru, Pelarisan Sales Promosi. Produk Jenis ini bernama Batu Akik Telur Naga Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan 6.5-7 Mohs…. selengkapnya
Rp 200.000Batu Mustika Khodam Ular Batu Mustika Khodam Ular merupakan batu mustika yang memiliki energi yang sangat luar biasa dari khodam ular yang ada pada mustika tersebut. Pamor yang terlihat pada mustika tersebut sangat indah sekali dan sangat elegan ini terbentuk bukan buatan maupun isian dari manusia melainkan terbentuk dari alam. Khasiat Manfaat Bertuah Batu Mustika… selengkapnya
Rp 300.000Poster Avril Lavigne At Alice In Wonderland Poster Avril Lavigne At Alice In Wonderland adalah poster yang berisikan gambar Avril Lavigne. Avril Ramona Lavigne (/ˈævrɪl ləˈviːn/; bahasa Perancis: [avʁil laviɲ]) (lahir 27 September 1984), adalah seorang penyanyi ,penulis lagu, dan aktris asal Kanada. Pada tahun 2006, Majalah Bisnis Kanada memposisikannya dalam posisi ke-7 wanita Kanada… selengkapnya
Rp 10.000Mustika Ampuh Pelet Kuat Sex Mustika Ampuh Pelet Kuat Sex merupakan mustika bertuah yang langka. Batu mustika ini memiliki keindahan corak yang sangat menawan. Banyak sekali pecinta benda bertuah memburu pusaka ini. Batu mustika ini sangat cocok dijadikan kalung liontin karena memiliki warna yang indah dan kharismatik yang sangat tinggi. Dengan Memiliki Mustika Ampuh Pelet… selengkapnya
Rp 385.000Gelang Mustika Aura Keberuntungan Bersertifikat Gelang Mustika Aura Keberuntungan Bersertifikat merupakan mustika berbentuk gelang. Warna kuning cerah pada mustika ini sangat canti dan elegan. Siapapun yang memakai gelang mustika ini akan mendapat keberuntungan dalam hal apapun. Khasiat Manfaat Bertuah Gelang Mustika Aura Keberuntungan Bersertifikat Gelang Mustika Aura Keberuntungan Bersertifikat Insya Allah untuk Hoki Keberuntungan dalam… selengkapnya
Rp 500.000Buku Terjemah Juz Ammah Huruf Arab Latin Buku Terjemah Juz Ammah Huruf Arab Latin ialah buku untuk pedoman ataupun pegangan dalam mempelajari ayat-ayat Al-Quran yang berisikan surat juz ke 30 dalam kitab suci Al-Quran. Di dalamnya terdapat 37 surat. Dalam Juz ‘Amma ini berisikan surat yang paling sering kita dengar dan paling sering kita baca…. selengkapnya
Rp 4.050Mustika Serat Jiwo Pantai Selatan Mustika Serat Jiwo Pantai Selatan merupakan batu mustika bertuah yang memiliki pamor serat-serat hijau muda yang sangat indah sekali corak warnanya, mustika ini ketika dipandang memiliki kesan yang elegan dan artistik sekali. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Serat Jiwo Pantai Selatan Insya Allah untuk menarik rejeki, melancarkan macam macam usaha, menstabilkan… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Khodam Raja Lawu Mustika Khodam Raja Lawu merupakan mustika yang memiliki corak yang indah dan elegan. Mustika ini sangat cocok digunakan siapa saja baik pria ataupun wanita. Mustika Khodam Raja Lawu sangat diminati karena energi yang terkandung di dalamnya adalah energi alami dan sangat stabil untuk digunakan sebagai ageman. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Khodam… selengkapnya
Rp 315.000Mustika Pelet Turuk Perawan Mustika Pelet Turuk Perawan merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki warna yang sangat eksotik dan menawan, sehingga batu ini sangat cocok untuk dijadikan cincin atau liontin. Batu mustika ini memiliki tuah khasiat yang sangat ampuh, tidak heran jika pecinta pusaka bertuah banyak memburunya. Batu Mustika ini akan… selengkapnya
Rp 385.000Poster Agama dan Tempat Ibadah Poster Agama dan Tempat Ibadah adalah poster pendidikan dengan gambar 6 tempat ibadah seperti Masjid, Gereja, Wihara, Klenteng dan Pura. Selain itu poster ini juga dilengkapi dengan penamaan pimpinan agama, nama kitab suci dan hari hari raya masing masing Agama. Poster Agama dan Tempat Ibadah Nama Produk : Poster Agama… selengkapnya
Rp 3.000Tentang Larangan Mencela Orang Yang Sudah Meninggal. Di dalam hidup bermasyarakat, seorang Muslim perlu membawa diri dan menampakkan akhlaq yang mulia sehingga menjadi contoh dan teladan yang baik bagi manusia. Bila suatu ketika berpisah dengan masyarakat tersebut, maka kenangan yang baiklah yang selalu mereka ingat dari dirinya. Sebaliknya, bila selama hidup bermasyarakat tersebut dia tidak… selengkapnya
Al-Gharqad Pohon Yahudi Hadist Imam besar Muslim ra dari Abi Hurairah ra sesungguhnya Rasullah saw bersabda “Tidak akan bangkit hari Kiamat kecuali orang Islam memerangi Yahudi dan membunuh mereka sampai sampai mereka bersembunyi di belakang batu dan pohon. Kemudian batu dan pohon tadi berkata: Wahai muslim ini dibelakangku ada seorang Yahudi, bunuhlah dia kecuali pohon… selengkapnya
Zainab al Kubra r.a ZAINAB AL KUBRA R.A. , Seorang wanita cucu Rasulullah SAW, yang begitu tabah dan tetap tegar menghadapi ujian dan cobaan, demi kemuliaan keturunan Rasulullah SAW. Menulis tentang Sitti Fatimah Azzahra dengan meninggalkan begitu saja kedua puterinya, rasanya memang kurang adil. Apalagi kalau yang dibicarakan itu menyangkut puterinya yang bernanna Zainab Al-Kubra…. selengkapnya
Interakasi Seorang Hamba Terhadap Rabb, Dirinya Dan Orang Lain Mukaddimah Hadits yang kita kaji kali ini merupakan hadits yang agung dan patut untuk direnungi sekaligus diamalkan sebab berisi tiga hal penting; bagaimana interaksi seorang hamba dengan Rabbnya, interaksinya dengan dirinya sendiri dan interaksinya dengan orang lain. Karena kehidupan kita tidak lepas dari tiga hal itu,… selengkapnya
Tentang Syaikh Maulana Malik Ibrahim. Tokoh Ulama ahli tata negera dari Turki yang terkenal dengan Syaikh Maghribi, salah seorang wali dari Walisongo. Menurut beberapa sumber, Syaikh Maulana Malik Ibrahim yang terkenal dengan sebutan Syaikh Maghribi, juga banyak orang mengatakan kakek bantal, adalah seorang tokoh ulama yang ahli tata negara bersal dari negeri Turki. Dalam riwayat lain,… selengkapnya
Kesaktian Ilmu Santet Boneka Kesaktian Ilmu Santet Boneka seringkali ditanyakan oleh banyak orang. Boneka untuk saran mengirimkan santet sering disebut dengan fodu. Para paranormal akan membuat boneka yang akan di isi oleh sukma target sehingga paranormal tersebut bisa memperlakukan sesuka hati melalui jarak jauh. Ilmu ini bertujuan tidak untuk membunuh target melainkan menyiksa target secara sadis… selengkapnya
Kerajaan Kediri. Lahirnya Kerajaan Kediri berkaitan dengan adanya pembagian kekuasaan di Kerajaan Mataram. Airlangga membagi Kerajaan bertujuan untuk menghindari terjadinya perang saudara di Mataram. Setelah Mataram dibagi dua oleh Mpu Bharada,muncullah Panjalu dan Janggala yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungaiBrantas. Kerajaan Panjalu diberikan kepada Samarawijaya, iparnya, sedangkan Janggala diberikan kepada Mapanji Garasakan, anaknya yang… selengkapnya
Alamat Dukun Sulawesi Barat Alamat Dukun Sulawesi Barat sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Alamat Pusaka Dunia Sulawesi… selengkapnya
Berita Artikel Asal Mula Situ Bagendit Diceritakan kembali oleh : Dani Aristiyanto Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda yang kaya raya,bernama Nyai Bagendit. Ia tinggal di sebuah desa di daerah Jawa Barat. Nyai Bagendit mempunyai harta yang berlimpah ruah. Akan tetapi,ia sangat kikir dan tamak. Ia juga sangat sombong,terutama pada orang-orang miskin. Suatu hari Nyai… selengkapnya
Si Jampang Jago Betawi Sepasang suami istri itu bahagia sekali setelah melihat bayi mereka lahir dengan selamat. ”Hem, ini dia anak lelaki pertama gue. Lihat dia nampak sehat dan gagah!” “Iya Bang ! Anak kita ini nampak gagah sekali ya?” “Siapa dulu dong Bapaknya? Orang Banten memang gagah-gagah!” sambung si suami. “Abang selalu mengandalkan asal… selengkapnya
