Hj. Irene Handono Mendapat Hidayah di Biara
Hj. Irene Handono Mendapat Hidayah di Biara
Allah selalu memberi petunjuk kepada siapa saja yang mencari kebenaran, dimana pun hamba-Nya berada, di biara sekali pun. Itulah yang terjadi pada Irena Handono yang mendapat hidayah justru saat mencari kelemahan Islam.
Ketika membaca surat Al Ikhlas hatinya tunduk akan keesaan Allah swt. Ia mengakui bahwa tak ada yang paling berkuasa dan patut disembah di jagad raya ini selain Sang Khalik.
Berikut penuturannya kepada Siwi WulAndari dari Majalah Hidayah:
Mendapat hidayah di Biara
Aku dibesarkan dalam keluarga yang rilegius. Ayah dan ibuku merupakan pemeluk Katholik yang taat. Sejak bayi aku sudah dibabtis, dan sekolah seperti anak-anak lain. Aku juga mengikuti kursus agama secara privat. Ketika remaja aku aktif di organisasi gereja.
Sejak masa kanak-kanak, aku sudah termotivasi untuk masuk biara. Bagi orang Katholik, hidup membiara adalah hidup yang paling mulia, karena pengabdian total seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan. Semakin aku besar, keinginan itu sedemikian kuatnya, sehingga menjadi biarawati adalah tujuan satu-satunya dalam hidupku.
Kehidupanku nyaris sempurna, aku terlahir dari keluarga yang kaya raya, kalau diukur dari materi. Rumahku luasnya 1000 meter persegi. Bayangkan, betapa besarnya. Kami berasal dari etnis Tionghoa. Ayaku adalah seorang pengusaha terkenal di Surabaya, beliau merupakan salah satu donatur terbesar gereja di Indonesia. Aku anak kelima dan perempuan satu-satunya dari lima bersaudara.
Aku amat bersyukur karena dianugrahi banyak kelebihan. Selain materi, kecerdasanku cukup lumayan. Prestasi akademikku selalu memuaskan. Aku pernah terpilih sebagai ketua termuda pada salah satu organisasi gereja.
Ketika remaja aku layaknya remaja pada umumnya, punya banyak teman, aku dicintai oleh mereka, bahkan aku menjadi faforit bagi kawan-kawanku.
Intinya, masa mudaku kuhabiskan dengan penuh kesan, bermakna, dan indah. Namun demikian aku tidak larut dalam semaraknya pergaulan muda-mudi, walalupun semua fasilitas untuk hura-hura bahkan foya-foya ada. Keinginan untuk menjadi biarawati tetap kuat. Ketika aku lulus SMU, aku memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan itu.
Tentu saja orang tuaku terkejut. Berat bagi mereka untuk membiarkan anak gadisnya hidup terpisah dengan mereka. Sebagai pemeluk Katholik yang taat, mereka akhirnya mengikhlaskannya. Sebaliknya dengan kakak-kakaku, mereka justru bangga punya adik yang masuk biarawati.
Tidak ada kesulitan ketika aku melangkah ke biara, justru kemudahan yang kurasakan. Dari banyak biarawati, hanya ada dua orang biara yang diberi tugas ganda. Yaitu kuliah di biara dan kuliah di Instituit Filsafat Teologia, seperti seminari yang merupakan pendidikan akhir pastur. Salah satu dari biarawati yang diberi keistimewaan itu adalah saya.
Dalam usia 19 tahun Aku harus menekuni dua pendidikan sekaligus, yakni pendidikan di biara, dan di seminari, dimana aku mengambil Fakultas Comparative Religion, Jurusan Islamologi.
Di tempat inilah untuk pertama kali aku mengenal Islam. Di awal kuliah, dosen memberi pengantar bahwa agama yang terbaik adalah agama kami sedangkan agama lain itu tidak baik. Beliau mengatakan, Islam itu jelek. Di Indonesia yang melarat itu siapa?, Yang bodoh siapa? Yang kumuh siapa? Yang tinggal di bantaran sungai siapa? Yang kehilangan sandal setiap hari jumat siapa? Yang berselisih paham tidak bisa bersatu itu siapa? Yang jadi teroris siapa? Semua menunjuk pada Islam. Jadi Islam itu jelek.
Aku mengatakan kesimpulan itu perlu diuji, kita lihat negara-negara lain, Philiphina, Meksiko, Itali, Irlandia, negara-negara yang mayoritas kristiani itu tak kalah amburadulnya. Aku juga mencontohkan negara-negara penjajah seperti terbentuknya negara Amerika dan Australia, sampai terbentuknya negara Yahudi Israel itu, mereka dari dulu tidak punya wilayah, lalu merampok negara Palestina.
Jadi tidak terbukti kalau Islam itu symbol keburukan. Aku jadi tertarik mempelajari masalah ini. Solusinya, aku minta ijin kepada pastur untuk mempelajari Islam dari sumbernya sendiri, yaitu al-Qur’an dan Hadits. Usulan itu diterima, tapi dengan catatan, aku harus mencari kelemahan Islam.
Kebenaran surat Al Ikhlas
Ketika pertama kali memegang kitab suci al-Qur’an, aku bingung. Kitab ini, mana yang depan, mana yang belakang, mana atas mana bawah. Kemudian aku amati bentuk hurufnya, aku semakin bingung. Bentuknya panjang-panjang, bulat-bulat, akhirnya aku ambil jalan pintas, aku harus mempelajari dari terjemah.
Ketika aku pelajari dari terjemahan, karena aku tak mengerti bahwa membaca al-Quran dimulai dari kiri, aku justru terbalik dengan membukanya dari kanan. Yang pertama kali aku pandang, adalah surat Al Ihlas.
Aku membacanya, bagus surat al-Ikhlas ini, pujiku. Suara hatiku membenarkan bahwa Allah itu Ahad, Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia. “Ini ‘kok bagus, dan bisa diterima!” pujiku lagi.
Pagi harinya, saat kuliah teologia, dosen saya mengatakan, bahwa Tuhan itu satu tapi pribadinya tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Tiga Tuhan dalam satu, satu Tuhan dalam tiga, ini yang dinamakan trinitas, atau tritunggal. Malamnya, ada yang mendorong diriku untuk mengaji lagi surat al-Ihklas. “Allahhu ahad, ini yang benar,” putusku pada akhirnya.
Maka hari berikutnya terjadi dialog antara saya dan dosen-dosen saya. Aku katakana, “Pastur (Pastur), saya belum paham hakekat Tuhan.”
“Yang mana yang Anda belum paham?” tanya Pastur.
Dia maju ke papan tulis sambil menggambar segitiga sama sisi, AB=BC=CA. Aku dijelaskan, segitiganya satu, sisinya tiga, berarti tuhan itu satu tapi pribadinya tiga. Tuhan Bapak sama kuasanya dengana Tuhan Putra sama dengan kuasanya Tuhan Roh Kudus. Demikian Pastur menjelaskan.
“Kalau demikian, suatu saat nanti kalau dunia ini sudah moderen, iptek semakin canggih, Tuhan kalau hanya punya tiga pribadi, tidak akan mampu untuk mengelola dunia ini. Harus ada penambahnya menjadi empat pribadi,” tanyaku lebih mendalam.
Dosen menjawab, “Tidak bisa!”
Aku jawab bisa saja, kemudian aku maju ke papan tulis. Saya gambar bujur sangkar. Kalau dosen saya mengatakan Tuhan itu tiga dengan gambar segitiga sama sisi, sekarang saya gambar bujur sangkar. Dengan demikian, bisa saja saya simpulkan kalau tuhan itu pribadinya empat. Pastur bilang, tidak boleh.
Mengapa tidak boleh? Tanya saya semakin tak mengerti.
“Ini dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja!” tegas Pastur.
Aku katakana, kalau aku belum paham dengan dogma itu bagaimana?
“Ya terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!” tegas Pastur mengakhiri.
Walau pun dijawab demikian, malam hari ada kekuatan yang mendorong saya untuk kembali mempelajari surat al-Ikhlas. Ini terus berkelanjutan, sampai akhirnya aku bertanya kepada Pastur, “Siapa yang membuat mimbar, membuat kursi, meja?” Dia tidak mau jawab.
“Coba Anda jawab!” Pastur balik bertanya. Dia mulai curiga. Aku jawab, itu semua yang buat tukang kayu.
“Lalu kenapa?” tanya Pastur lagi.
“Menurut saya, semua barang itu walaupun dibuat setahun lalu, sampai seratus tahun kemudian tetap kayu, tetap meja, tetap kursi. Tidak ada satu pun yang membuat mereka berubah jadi tukang kayu,” saya mencoba menjelaskan.
“Apa maksud Anda?” Tanya Pastur penasaran.
Aku kemudian memaparkan, bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan seluas isinya termasuk manusia. Dan manusia yang diciptakan seratus tahun lalu sampai seratus tahun kemudian, sampai kiamat tetap saja manusia, manusia tidak mampu mengubah dirinya menjadi Tuhan, dan Tuhan tidak boleh dipersamakan dengan manusia.
Malamnya, kembali kukaji surat al-Ikhlas. Hari berikutnya, aku bertanya kepada Pastur, “Siapa yang melantik RW?” Saya ditertawakan. Mereka pikir, ini ‘kok ada suster yang tidak tahu siapa yang melantik RW?.
“Sebetulnya saya tahu,” ucapku.
“Kalau Anda tahu, mengapa Anda Tanya? Coba jelaskan!” tantang mereka.
“Menurut saya, yang melantik RW itu pasti eselon di atasnya, lurah atau kepala desa. Kalau sampai ada RW dilantik RT jelas pelantikan itu tidak syah.”
“Apa maksud Anda?” Mereka semakin tak mengerti.
Saya mencoba menguraikan, “Menurut pendapat saya, Tuhan itu menciptakan alam semesta dan seluruh isinya termasuk manusia. Manusia itu hakekatnya sebagai hamba Tuhan. Maka kalau ada manusia melantik sesama manusia untuk menjadi Tuhan, jelas pelantikan itu tidak syah.”
Keluar dari Biara
Malam berikutnya, saya kembali mengkaji surat al-Ikhlas. Kembali terjadi dialog-dialog, sampai akhirnya saya bertanya mengenai sejarah gereja.
Menurut semua literratur yang saya pelajari, dan kuliah yang saya terima, Yesus untuk pertama kali disebut dengan sebutan Tuhan, dia dilantik menjadi Tuhan pada tahun 325 Masehi. Jadi, sebelum itu ia belum menjadi Tuhan, dan yang melantiknya sebagai Tuhan adalah Kaisar Constantien kaisar romawi.
Pelantikannya terjadi dalam sebuah conseni (konferensi atau muktamar) di kota Nizea. Untuk pertama kali Yesus berpredikat sebagai Tuhan. Maka silahkan umat kristen di seluruh dunia ini, silahkan mencari cukup satu ayat saja dalam injil, baik Matius, Markus, Lukas, Yohanes, mana ada satu kalimat Yesus yang mengatakan ‘Aku Tuhanmu’? Tidak pernah ada.
Mereka kaget sekali dan mengaggap saya sebagai biarawati yang kritis. Dan sampai pada pertemua berikutnya, dalam al-Quran yang saya pelajari, ternyata saya tidak mampu menemukan kelemahan al-Qur’an. Bahkan, saya yakin tidak ada manusia yang mampu.
Kebiasaan mengkaji al-Qur’an tetap saya teruskan, sampai saya berkesimpulan bahwa agama yang hak itu cuma satu, Islam. Subhanaallah.
Saya mengambil keputusan besar, keluar dari biara. Itu melalui proses berbagai pertimbangan dan perenungan yang dalam, termasuk melalui surat dan ayat. Bahkan, saya sendiri mengenal sosok Maryam yang sesungguhnya dari al-Qur’an surat Maryam. Padahal, dalam doktrin Katholik, Maryam menjadi tempat yang sangat istimewa. Nyaris tidak ada doa tanpa melalui perantaranya. Anehnya, tidak ada Injil Maryam.
Jadi saya keluar dengan keyakinan bahwa Islam agama Allah. Tapi masih panjang, tidak hari itu saya bersyahadat. Enam tahun kemudian aku baru mengucapkan dua kalimah syahadat.
Selama enam tahun, saya bergelut untuk mencari. Saya diterpa dengan berbagai macam persoalan, baik yang sedih, senang, suka dan duka. Sedih, karena saya harus meninggalkan keluarga saya. Reaksi dari orang tua tentu bingung bercampur sedih.
Sekeluarnya dari biara, aku melanjutkan kuliah ke Universitas Atmajaya.
Kemudian aku menikah dengan orang Katholik. Harapanku dengan menikah adalah, aku tidak lagi terusik oleh pencarian agama. Aku berpikir, kalau sudah menikah, ya selesai!
Ternyata diskusi itu tetap berjalan, apalagi suamiku adalah aktifis mahasiswa. Begitu pun dengan diriku, kami kerap kali berdiskusi. Setiap kali kami diskusi, selalu berakhir dengan pertengkaran, karena kalau aku mulai bicara tentang Islam, dia menyudutkan. Padahal, aku tidak suka sesuatu dihujat tanpa alasan. Ketika dia menyudutkan, aku akan membelanya, maka jurang pemisah itu semakin membesar, sampai pada klimaksnya.
Aku berkesimpulan kehidupan rumah tangga seperti ini, tidak bisa berlanjut, dan tidak mungkin bertahan lama. Aku mulai belajar melalui ustadz. Aku mulai mencari ustadz, karena sebelumnya aku hanya belajar Islam dari buku semua.
Alhamdulillah Allah mempertemuka saya dengan ustadz yang bagus, diantaranya adalah Kyai Haji Misbah (alm.). Beliau ketua MUI Jawa Timur periode yang lalu.
Aku beberapa kali berkonsultasi dan mengemukakan niat untuk masuk Islam. Tiga kali ia menjawab dengan jawaban yang sama, “Masuk Islam itu gampang, tapi apakah Anda sudah siap dengan konsekwensinya?”
“Siap!” jawabku.
“Apakah Anda tahu konsekwensinya?” tanya beliau.
“Pernikahan saya!” tegasku. Aku menyadari keinginanku masuk Islam semakin kuat.
“Kenapa dengan dengan perkawinan Anda, mana yang Anda pilih?” Tanya beliau lagi.
“Islam” jawabku tegas.
Akhirnya rahmat Allah datang kepadaku. Aku kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan beliau. Waktu itu tahun 1983, usiaku 26 tahun. Setelah resmi memeluk Islam, aku mengurus perceraianku, karena suamiku tetap pada agamanya. Pernikahanku telah berlangsung selama lima tahun, dan telah dikaruniai tiga orang anak, satu perempuan dan dua laki-laki. Alhamdulillah, saat mereka telah menjadi muslim dan muslimah.
Shalat pertama kali
Setelah aku mengucapkan syahadat, aku tahu persis posisiku sebagai seorang muslimah harus bagaimana. Satu hari sebelum ramadhan tahun dimana aku berikrar, aku langsung melaksanakan shalat.
Pada saat itulah, salah seorang kakak mencari saya. Rumah cukup besar. Banyak kamar terdapat didalamnya. Kakakku berteriak mencariku. Ia kemudian membuka kamarku. Ia terkejut, ‘kok ada perempuan shalat? Ia piker ada orang lain yang sedang shalat. Akhirnya ia menutup pintu.
Hari berikutnya, kakakku yang lain kembali mencariku. Ia menyaksikan bahwa yang sedang shalat itu aku. Selesai shalat, aku tidak mau lagi menyembunyikan agama baruku yang selama ini kututupi. Kakakku terkejut luar biasa. Ia tidak menyangka adiknya sendiri yang sedang shalat. Ia tidak bisa bicara, hanya wajahnya seketika merah dan pucat. Sejak saat itulah terjadi keretakan diantara kami.
Agama baruku yang kupilih tak dapat diterima. Akhirnya aku meninggalkan rumah. Aku mengontrak sebuah rumah sederhana di Kota Surabaya. Sebagai anak perempuan satu-satunya, tentu ibuku tak mau kehilangan. Beliau tetap datang menjenguk sesekali. Enam tahun kemudian ibu meninggal dunia. Setelah ibu saya meninggal, tidak ada kontak lagi dengan ayah atau anggota keluarga yang lain sampai sekarang.
Aku bukannya tak mau berdakwah kepada keluargaku, khususnya ibuku. Walaupun ibu tidak senang, ketegangan-ketegangan akhirnya terjadi terus. Islam, baginya identik dengan hal-hal negatif yang saya contohkan di atas. Pendapat ibu sudah terpola, apalagi usia ibu sudah lanjut.
Tahun 1992 aku menunaikan rukun Islam yang kelima. Alhamdulillah aku diberikan rejeki sehingga bisa menunaikan ibadah haji. Selama masuk Islam sampai pergi haji, aku selalu menggerutu kepada Allah, “kalau Engkau, ya Allah, menakdirkanku menjadi seorang yang mukminah, mengapa Engkau tidak menakdirkan saya menjadi anak orang Islam, punya bapak Islam, dan ibu orang Islam, sama seperti saudara-saudaraku muslim yang kebanyakan itu.
Dengan begitu, saya tidak perlu banyak penderitan. Mengapa jalan hidup saya harus berliku-liku seperti ini?” ungkapku sedikit kesal.
Di Masjidil-Haram, aku bersungkur mohon ampun, dilanjutkan dengan sujud syukur. Alhamdulillah aku mendapat petunjuk dengan perjalan hidupku seperti ini. Aku merasakan nikmat iman dan nikmat Islam. Padahal, orang Islam yang sudah Islam tujuh turunan belum tentu mengerti nikmat iman dan Islam.
Islam adalah agama hidayah, agama hak. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia itu oleh Allah diberi akal, budi, diberi emosi, rasio. Agama Islam adalh agama untuk orang yang berakal, semakin dalam daya analisis kita, insya Allah, Allah akan memberi. Firman Allah, “Apakah sama orang yang tahu dan tidak tahu?”
Sepulang haji, hatiku semakin terbuka dengan Islam, atas kehendak-Nya pula aku kemudian diberi kemudahan dalam belajar agama tauhid ini. Alhamdulillah tidak banyak kesulitan bagiku untuk belajar membaca kitab-kitab. Allah memberi kekuatan kepadaku untuk bicara dan berdakwah. Aku begitu lancar dan banyak diundang untuk berceramah. Tak hanya di Surabaya, aku kerap kali diundang berdakwah di Jakarta. Begitu banyak yang Allah karuniakan kepadaku, termasuk jodoh, melalui pertemuan yang Islami, aku dilamar seorang ulama. Beliau adalah Masruchin Yusufi, duda lima anak yang isterinya telah meninggal dunia. Kini kami berdua sama-sama aktif berdakwah sampai ke pelosok desa. Terjun di bidang dakwah tantangannya luar biasa.
Alhamdulillah, dalam diri ini terus menekankan bahwa hidupku, matiku hanya karena Allah.
Hj. Irene Handono Mendapat Hidayah di Biara
Mustika Yin Dan Yang Mustika Yin Dan Yang merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki warna yang sangat eksotik dan menawan, sehingga batu ini sangat cocok untuk dijadikan cincin atau liontin. Batu mustika ini memiliki tuah khasiat yang sangat ampuh, tidak heran jika pecinta pusaka bertuah banyak memburunya. Batu Mustika ini akan… selengkapnya
Rp 385.000Mustika Bertuah Penyejuk Hati merupakan batu mustika bertuah yang memiliki corak warna antara putih salju dan putih bening yang berpadu menjadi satu dalam batu mustika ini, mustika initerkesan sangat sejuk jika dipandang, dan corak mustika inipun juga sangat indah. Mustika Bertuah Penyejuk Hati adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Bertuah Penyejuk Hati Insya Allah… selengkapnya
Rp 275.000Mustika Lempuyang Darah adalah nama Produk ini. Khasiat Manfaat Bertuah Mustika Lempuyang Darah Insya Allah untuk Menenangkan hati, pikiran dan jiwa, Menguatkan daya pikir dan konsentrasi, Menghilangkan rasa grogi dan Membangkitkan mental percaya diri, Meningkatkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi masalah, Meningkatkan stamina kesehatan, dan Membuang aura negatif yang disebabkan oleh alam maupun kiriman musuh. Produk… selengkapnya
Rp 285.000Poros Ketajaman Intuisi & Keberuntungan Lomba: Mustika Sero Putih Ageman Juara Galatama Salam Rahayu, Salam Kedamaian Batin, dan Salam Kemenangan dari Pusaka Dunia. Dalam khazanah kearifan lokal Nusantara, satwa *Sero* (Berang-berang) dikenal sebagai perlambang kelincahan luar biasa, ketajaman insting memburu, ketenangan di dalam air, serta kejeliatannya membaca pergerakan mangsa. Dalam filosofi batu bertuah kebumian, pamor… selengkapnya
Rp 495.000Batu Mustika Gelembung Api Batu Mustika Gelembung Api merupakan mustika bertuah yang memiliki pamor sosok khodam gelembung api yang sangat unik dan langka sekali, mustika dengan pamor gelembung api seperti ini memang jarang sekali untuk diadapatkan. Khasiat Manfaat Bertuah Batu Mustika Gelembung Api Insya Allah untuk mendapatkan berkah yang melimpah, mengusir sihir, mengusir hantu dalam… selengkapnya
Rp 300.000Pusaka Pantai Dreamland Pusaka Pantai Dreamland adalah pusaka yang mengandung energi spiritual secara alami dan bukan isian maupun asma’an. Pusaka ini sangat cocok dijadikan pusaka andalan maupun ageman guna untuk puter giling, penangkal ilmu hitam maupun untuk mengirim mimpi jarak jauh pada orang yang dituju. Khasiat Pusaka Pantai Dreamland ini Insya Allah untuk puter giling… selengkapnya
Rp 550.000Mustika Sakti Junjung Derajat Putih Mustika Sakti Junjung Derajat Putih merupakan mustika bertuah yang sangat indah. Batu mustika ini memiliki warna yang sangat eksotik dan menawan, sehingga batu ini sangat cocok untuk dijadikan cincin atau liontin. Batu mustika ini memiliki tuah khasiat yang sangat ampuh, tidak heran jika pecinta pusaka bertuah banyak memburunya. Batu Mustika… selengkapnya
Rp 385.000Mustika Penetral Energi Negatif Tubuh PUSAKA DUNIA – Mustika Penetral Energi Negatif Tubuh adalah sebuah benda bertuah yang dipercaya memiliki kemampuan untuk membersihkan dan mengeluarkan energi negatif yang ada dalam tubuh seseorang. Mustika ini diyakini dapat membantu dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan dan kejiwaan yang disebabkan oleh energi negatif, seperti stres, kelelahan, depresi, dan lain… selengkapnya
Rp 425.000Mustika Tunas Asmoro Nama daripada Produk ini. Mustika Tunas Asmoro berkhasiat Insya Allah untuk pengasihan daya pikat, melancarkan jodoh, mudah mencari pasangan, mengunci hati pasangan untuk setia, keharmonisan hubungan, membangkitkan rasa rindu yang menggebu. Produk Jenis ini bernama Batu Akik Motif tunas. Produk jenis ini ditemukan Tahun 1548. Tingkat Kekerasan 6.5-7 Mohs. Ukuran : 35x23x6… selengkapnya
Rp 300.000Mustika Pelet Ampuh Dua Dunia PUSAKA DUNIA – Mustika pelet Ampuh Dua Dunia merupakan sebuah benda bertuah yang dipercaya memiliki energi magis untuk memikat dan membuat seseorang jatuh cinta pada pemiliknya. Mustika ini diyakini berasal dari dua dunia, yaitu dunia gaib dan dunia nyata, sehingga memiliki kekuatan yang sangat kuat. Kemampuan Mustika Pelet Ampuh Dua… selengkapnya
Rp 525.000Amalan Untuk Menagih Hutang Bagi anda yang suka berpiutang (memberi hutang) tetapi selalu saja orang yang berhutang enggan untuk membayar padahal orang yang berhutang sudah gajian bahkan bisnisnya proyeknya sukses dan menang tender. Untuk menyikapi hal ini maka lakukanlah sholat sunnat 2 rakaat secara sempurna. Pada tiap-tiap rekaat setelah mebaca surat alfatihah maka bacalah: 1…. selengkapnya
Kesaktian Kidang Kuning. Orang yang memiliki ilmu satu ini dalam berjalan atau dalam bepergian jauh dengan kecepatan yang luar biasa dan susah diikuti dengan pandangan mata. Dalam dunia pesilatan ilmu ini disebut ilmu meringankan tubuh. Dengan secepat kilat kita akan sampai pada tempat yang dituju. Selain Kesaktian Kidang Kuning inilah 47 Macam Ajian Kesaktian Paling… selengkapnya
Cara Mudah Kirim Mimpi Basah Pada Wanita Cara Mudah Kirim Mimpi Basah Pada Wanita – Mungkin anda sudah sering mendengar tentang ilmu kirim mimpi basah yang bertujuan untuk menaklukkan wanita dari jarak jauh, ada pula yang menggunakan ilmu kirim mimpi basah hanya untuk iseng saja pada lawan jenis dalam hal ini tentunya seorang wanita yang… selengkapnya
Tentang Asma Seribu Hajat Dahului dengan sholat Hajat minimal 2 rakaat. Selesai sholat, lanjutkan dengan pembacaan Syahadatain, Istighfar dan sholawat ‘alan nabiy. Lalu membaca tawasul seperti dibawah ini : Al-fatehah li ridhoo illahi ta’aalaa wa syafaa’atin nabiyyi sayyidina muhammadin sholallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallama wa li barokaati karoomaati auliaa-illahi ta’aalaa was sholihiina wa ridhol… selengkapnya
Khasiat Mistik Kambing atau Domba Tak ada satupun jenis mahluk ciptaan tuhan yang tidak memiliki manfaat. Demikian pula dengan keberadaan hewan disekeliling kita.Secara jasmaniah, mungkin kekuatan tersembunyi mereka tidaklah nampak, Akan tetapi, apabila batin kita telah peka terhadap seluruhgejala alamiah di dunia ini, maka kita akan dapat mengetahui seluruh firasat yang ada dibalik semua peristiwa… selengkapnya
Khasiat Batu Permata Obsidian Obsidian Variasi Warna : Hitam, Coklat, Hijau Kadar Transparasi : Transparant, Translucant, Opak Kilap Polis : Kilap-minyak. Index Bias : 1,48 – 1,51 Kadar Keras : 5 – 5.5. Berat Jenis : 2,3 – 2.6 Formula Kimia : SiO2(+Al2O3) Sistem Kristal : Amorf Wilayah Penghasil : Italia, USA, Indonesia, dll Aura… selengkapnya
Fadhilah Qs. ALI IMRON Ayat 9 Telah berkata Syeikh Za’far Al-Khuldi ” Tatkala aku berpamitan pulang pada Syeikh Abu Hasan As-Suufy Qoddasallohu Sirrohu aku ucapkan padanya ketika kami akan berpisah ” Ajarkanlah padaku sesuatu yg bermanfa’at wahai Syeikh “, Maka Syeikh abu hasan berkata padaku ” Apabila engkau kehilangan sesuatu atau engkau mencari sesuatu yg… selengkapnya
Akta Pendirian Pusaka Dunia. Sebagai Toko Online yang sah Pusaka Dunia mempunyai Akta Pendirian Nomor 10 tertanggal 11 Mei 2016, Notaris Galih Herwibowo SH., M.Kn. Untuk menghindari Penipuan Online sebelum belanja sebaiknya anda menanyakan Akta Pendirian Toko Online itu, jika belum mempunyai Akta Pendirian Usaha sebaiknya anda Waspada. MAU TAHU TENTANG PUSAKA DUNIA LEBIH LANJUT???… selengkapnya
Tentang Serbuk Patil Lele Bikin Greng. Ingin sehat perkasa tanpa dopping? Tidak perlu repot-repot pergi ke apotik untuk mencari obat-obatan yang tidak mengandung efek samping. Ahli pengobatan tradisional menyarankan cari saja patil lele yang terkenal sangat panas jika mengenai tubuh manusia itu. Konon, khasiat patil lele sangat ampuh meningkatkan keperkasaan lelaki loyo dan kurang bersemangat…. selengkapnya
Praktek Dukun Tapanuli Utara Praktek Dukun Tapanuli Utara sering dicari oleh masyarakat karena datang ketempat praktek adalah kebiasaan orang-orang jika ingin bertransaksi. Banyak sekali orang-orang yang tertipu karena mengambil jasa Dukun atau dukun dari jarak jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Pusaka Dunia membuka layanan jasa spiritual yang ampuh dan terpercaya. Praktek Dukun Tapanuli Utara… selengkapnya
