EN
ID
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • BUKA: 24 Jam Fast Respon
  • Status Order
  • Tlp: +6281222886456
  • SMS/WA: +6285293988885
  • Line : pusakadunia
  • BBM : PUSAKA
  • Telegram: pusakadunia
  • admin@pusakadunia.com

Puja Mandala Bali Simbol Bhineka Tunggal Ika

23 Juni 2015 - Kategori Blog

Bali dengan Julukannya pulau seribu pura, surganya dunia, surganya pariwisata, surganya peselancar adalah sebuah pulau yang damai, masyarakatnya berpikiran terbuka, menerima dan menyaring apa yang baik dan apa yang buruk, Puja Mandala Bali Simbol Bhineka Tunggal Ikasaling peduli dan tenggang rasa satu sama lainnya. Salah satu tempat yang dapat diambil pelajaran berharga yaitu dengan berdirinya 5 tempat ibadah yang dibangun dalam 1 komplek yang diberi nama Puja Mandala. Berlokasi di Nusa Dua Bali. Puja Mandala terdiri dari 5 Rumah ibadah mulai dari Masjid, Pura, Gereja Katholik dan protestan, hingga Vihara berdiri berdampingan tanpa ada sedikitpun pertikaian, bahkan hal tersebut semakin meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

Berdiri di atas tanah seluas 2 hektar, salah satunya terdapat Masjid Ibnu Batutah ini dibangun pada tahun 1994 lalu dan diresmikan 3 tahun setelahnya. Masjid dan 4 tempat ibadat lain di dalam komplek puja mandala ini berdiri atas bantuan PT. BTDC (Bali Tourism Development Centre) yang memberikan bantuan tanah untuk membangun 5 tempat ibadat tersebut. Masyarakat mempunyai pandangan bahwa ditempat ini adalah merupakan simbul Bhinneka Tunggal Ika dan ini sering teruji dengan berbarengannya beberapa tempat ibadah dalam melaksanakan perayaan hari besar umat.

Puja Mandala Bali Simbol Bhineka Tunggal Ika Suasana keharmonisan benar-benar tergambar pada saat itu dan warga disini merasakan bahwa inilah contoh Indonesia sesungguhnya. “Simbul Bhinneka Tunggal Ika dan ini sering teruji dengan berbarengannya beberapa tempat ibadah dalam melaksanakan perayaan hari besar umat.

Alasan dibangunnya komplek Puja Mandala ini karena minimnya tempat Ibadat khususnya umat Muslim di kawasan Nusa Dua. Selain untuk kebutuhan warga muslim sekitar di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya, masjid ini juga banyak dikunjungi wisatawan yang hendak menunaikan Ibadah sholat lima waktu di sela-sela liburannya di Bali. Meski berdampingan dengan tempat Ibadat umat lain, selama ini tidak pernah ada konflik yang disebabkan ketidakharmonisan antar sesama. Bahkan, jika ada kegiatan keagamaan dalam waktu yang bersamaan, umat Puja Mandala Bali Simbol Bhineka Tunggal Ika disini saling berinteraksi satu sama lain untuk mempererat kerukunan.Sebut saja, jikaumat Islam shalat pada saat hari Jumat dan kebetulan umat katholik juga mengadakan acara, jadi sesama umat sering interaksi bahkan saling tolong menolongSelain keunikan lokasinya yang berdampingan dengan 4 tempat ibadat lain, keindahan alam di sekitar Masjid Ibnu Batutah menjadi daya tarik tersendiri bagi jama`ah yang berkunjung. Dari atas masjid, jama`ah dapat melihat pemandangan laut bagian selatan pulau dewata.

Mungkin bagi yang belum mengenal kawasan ini, sempat terheran-heran bagaimana kelima tempat ibadah agama-agama yang diakui di nusantara ini dapat berdiri dengan begitu megahnya di satu tempat, satu kompleks lebih tepatnya. Sebuah Masjid berlantai dua bertajuk Ibnu Batutah, bersanding anggun dengan Gereja Katholik Bunda Maria Segala Bangsa, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Wihara Budhina Guna dan Pura Jagat Nata. Terkait aspek historis, kelimanya berdiri atas keterlibatan banyak pihak, salah satunya PT. BTDC atau Bali Tourism Development Corporation.

Berbagai macam faktor dan pertimbangan yang mendasari pembangunan kompleks rumah ibadah ini. Bermula dari sebuah ide dan keinginan untuk membangun Masjid di kawasan Nusa Dua, kemudian disusul dengan ide dan inisiatif dari pemerintah pusat untuk mendirikan sebuah kompleks dengan lima tempat ibadah yang berdiri di satu tempat. Atas bantuan hibah taPuja Mandala Bali Simbol Bhineka Tunggal Ika nah dari PT. BTDC, mulai dibangunlah komplek Puja Mandala ini pada tahun 1994.
Kelima rumah ibadah yang berjajar anggun di Komplek Puja Madala ini adalah salah satu bukti keunikan dan mempunyai nilai tinggi sebagai penunjang kepariwisataan di Pulau Dewata. Selain sebagai wisata rohani, rumah-rumah ibadah ini dibangun guna memfasilitasi penduduk sekitar serta para wisatawan yang ingin beribadah. Nampak sekali nilai-nilai toleransi yang diaplikasikan di kawasan ini.

Jika di sejumlah daerah terjadi konflik antar umat beragama lantaran dipicu pendirian tempat ibadat, di Nusa Dua Bali justru sebaliknya. Lima tempat Ibadat mulai dari Masjid, Pura, Gereja Katholik dan protestan, hingga Vihara berdiri berdampingan tanpa ada sedikitpun pertikaian, bahkan hal tersebut semakin meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

Puja Mandala Bali Simbol Bhineka Tunggal Ika Meski berdampingan dengan tempat Ibadat umat lain, selama ini tidak pernah ada konflik yang disebabkan ketidakharmonisan antar sesama. Bahkan, jika ada kegiatan keagamaan dalam waktu yang bersamaan, umat disini saling berinteraksi satu sama lain untuk mempererat kerukunan.
Inilah cerminan kerukunan dan toleransi beragama sesuai Sila I dalam Pancasila. Puja Mandala, membuka mata kita akan kesatuan umat dalam payung Pancasila yang BerBhinneka Tunggal Ika.

Dapatkan Update Terbaru
Daftar newsletter